Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STRATEGI PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL PADA AKUN INSTAGRAM @ENOWCUSTOM Feri Kurniawan; Bambang Srigati; Dian Rhesa Rahmayanti
MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.547 KB) | DOI: 10.35842/massive.v2i1.65

Abstract

Instagram sebagai media promosi online dimanfaatkan oleh sebagian besar pemilik akun instagram untuk berbisnis online. Salah satu toko yang memanfaatkan instagram sebagai media pemasarannya adalah toko online shop dengan nama akun instagramnya @enowcustom spesialis kaos custom dengan jumlah follower 15,1 ribu dan mampu menjual ratusan kaos custom dalam periode satu bulan hanya dengan mengandalkan foto dan video yang menarik untuk dipromosikan lewat instagram. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan media instagram sebagai media komunikasi pemasaran digital pada akun instagram @enowcustom. Metode penelitian yang dipergunakan penelitian kualitatif dengan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan komunikasi pemasaran dilakukan melalui media instagram yang digunakan oleh owner online shop @enowcustom. Fitur yang paling sering digunakan adalah fitur upload foto instastory dan highlights story. Fitur instastory digunakan untuk menginformasikan produk yang terbaru dan situasi toko setiap harinya. Sedangkan untuk upload foto digunakan untuk memposting produk-produk baru dengan layout yang menarik. Sedangkan highlights story digunakan untuk memberikan informasi penting seperti cara pemesanan online, petunjuk lokasi toko, alamat shopee dan lainnya. Keunggulan online shop ini terletak pada tersampaikannya pesan kepada konsumen dengan fitur-fitur yang ada pada instagram, harga, dan produk pada setiap variasi produk. Kelemahannya dibutuhkan waktu untuk desain karena semua desain by request. Selain itu @enowcustom juga memiliki outlet offline yang memiliki dampak besar dalam proses pemasaran produknya.Kata kunci: Strategi, Instagram, Pemasaran Digital, Media Komunikasi
MODEL KEBERLANJUTAN USAHA PASCA PANDEMI MENGGUNAKAN METODE PENDEKATAN KEUANGAN DAN NON KEUANGAN (STUDI PADA UKM BAKPIA SLEMAN) Lila Retnani Utami; Veronika Wiratna Sujarweni; Dian Rhesa Rahmayanti; Hesti Nurhayati
RJABM (Research Journal of Accounting and Business Management) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.752 KB) | DOI: 10.31293/rjabm.v6i2.6649

Abstract

The pre-survey conducted by researchers on Bakpia SMEs in Sleman, the majority experienced a decline in sales which greatly impacted livelihoods. The purpose of this study is to develop a model of SME business sustainability from a financial and non-financial perspective, based on the Balance Scorecard theory and findings in the field. This type of research is qualitative case study. The object of this research is Bakpia SMEs in Sleman who were able to survive during the pandemic, Sleman bakpia consumers. The type of data used is primary and secondary. Sources of data obtained by means of interviews, observation and documentation, questionnaires.The result is that SMEs that can survive in the pandemic era are SMEs that have strength and make non-financial efforts to satisfy customers, innovate and operate products. UKM do growth and learning, give alms, help orphans. From a financial perspective, SMEs separate personal and business money, plan monthly income and expenses, prepare financial reports in the form of income statements and balance sheets. This UKM is proven in terms of economical, effective and efficient financial performance and has managed to get through the pandemic and currently 3 bakpia UKM have sales that are almost the same as before the pandemicKeywords: Post Pandemi Business Sustainability Model; SMEs; Bakpia
REPRESENTASI PESAN SELFLOVE DALAM LIRIK LAGU “TUTUR BATIN” KARYA YURA YUNITA Shela Marlita; Dian Rhesa Rahmayanti; Warhi Pandapotan Rambe
MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/massive.v2i2.78

Abstract

Saat ini musik tidak hanya digunakan sebagai media hiburan saja. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, musik juga digunakan sebagai media penyampaian pesan. Banyak penyanyi yang menyuarakan pesan sosial yang disebarkan melalui lagu. Melalui lirik lagu dan nada yang diciptakan oleh penulis lagu akhirnya digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan sosial ke masyarakat. Tutur Batin merupakan lagu yang diciptakan oleh Yura Yunita dalam album ketiganya. lirik lagu ini memiliki makna mengenai penerimaan diri seorang perempuan. Mengingat banyak sekali problematika yang dialami oleh perempuan mengenai kecemasan, depresi, ketakutan, beauty standart, toxic femininity dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mencari makna representasi pesan Selflove dalam lirik lagu Tutur Batin karya Yura Yunita. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yang berlandaskan pada paradigma konstruktivisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pesan Selflove yang disampaikan oleh pencipta lagu, khususnya mengenai proses penerimaan diri sendiri yang sangat kompleks sesuai dengan apa yang banyak dialami oleh perempuan. Bentuk pesan Selflove yang disampaikan melalui lirik lagu yang sudah dianalisis adalah bersyukur dengan keadaan diri sendiri, mencintai, menyemangati, menghargai diri kita sendiri dan berhenti untuk selalu menuntut diri kita menjadi seperti yang orang lain mau.Kata Kunci: Representasi, Lirik Lagu Tutur Batin, Selflove, Semiotika Roland Barthes
Pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meningkatkan keterampilan promotor dan sanitarian dalam pembuatan media promosi kesehatan Nur Alvira Pascawati; Elisabeth Deta Lustiyati; Dian Rhesa Rahmayanti
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i22025p246-259

Abstract

Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) memiliki peran penting dalam memberdayakan Promotor Kesehatan dan Sanitarian untuk meningkatkan upaya pencegahan penyakit. Inisiatif ini bertujuan mengoptimalkan edukasi kesehatan dengan memanfaatkan AI untuk menciptakan komunikasi yang efektif, efisien, menarik, dan tepat sasaran. Program ini melibatkan 20 peserta dari Dinas Kesehatan DIY yang berperan sebagai Promotor Kesehatan dan Sanitarian. Intervensi utama difokuskan pada peningkatan pemahaman, keterampilan, dan komitmen peserta melalui berbagai metode, termasuk pre-test, presentasi, praktik langsung, simulasi peran, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan output, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan: tingkat pengetahuan peserta meningkat dari 25% sebelum edukasi menjadi 65% setelah edukasi (p < 0,05). Selain itu, 95% peserta berhasil menghasilkan media promosi berkualitas tinggi dengan memenuhi kriteria seperti kerapian, kejelasan, relevansi tema, dan keselarasan desain. Semua peserta memberikan umpan balik yang sangat baik kepada pemateri, dengan skor rata-rata melebihi 90 berdasarkan 12 indikator evaluasi. Untuk mempertahankan pencapaian ini, disarankan adanya kolaborasi berkelanjutan melalui diskusi kelompok, forum daring, dan evaluasi rutin. Peserta juga didorong untuk memanfaatkan platform media sosial guna memperluas jangkauan promosi kesehatan mereka, memastikan integrasi AI yang efektif dalam aktivitas profesional mereka.
Log-Scale Correlation Classifier for Mushroom Identification in Agricultural Internet of Things Systems I Wayan Ordiyasa; Mohammad Diqi; Marselina Endah Hiswati; Dian Rhesa Rahmayanti; Umar Basuki; Ida Hafizah
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 10 No 2 (2026): April 2026
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v10i2.6841

Abstract

Classifying edible and poisonous mushrooms is crucial to food safety, as misidentification can pose severe toxicological risks. Conventional probabilistic classifiers, such as Naïve Bayes and Logistic Regression, often underperform on categorical datasets with correlated attributes and skewed distributions. This study introduces the Log-Scale Feature Correlation Classifier, a novel probabilistic framework that integrates logarithmic transformation and correlation-weighted probability estimation to address these challenges. Using the UCI Mushroom dataset and a 10-fold cross-validation scheme, LSFCC was benchmarked against standard models. The results demonstrate that LSFCC achieved consistently superior accuracy (0.99), precision, and recall, significantly outperforming both Logistic Regression and Naïve Bayes, as confirmed by statistical tests (p<0.01). Its lightweight design and interpretability make it highly suitable for real-time deployment on resource-constrained IoT devices, particularly within Agricultural IoT systems for autonomous mushroom identification. Future research will explore LSFCC’s adaptability to noisy, multimodal data and hybrid architectures, ensuring broader applicability in real-world bioinformatics and food safety domains.
Implementasi Pedoman Inkubasi Bisnis dalam Meningkatkan Kapasitas Wirausaha Mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta: Pengabdian V. Wiratna Sujarweni; Khaula Lutfiati Rohmah; Elisabeth Deta Lustiyati; Sri Hasta Mulyani; Metty Metty; Dian Rhesa Rahmayanti; Fatma Nawang Setiyani; Bertold L. Loy Panda
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5320

Abstract

Banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menandai semakin sempit peluang kerja, perkembangan teknologi yang semakin canggih mengakibatkan kebutuhan akan tenaga manusia mulai bergeser untuk kemudian digantikan dengan mesin atau peralatan produksi lainnya. Jiwa dan semangat wirausaha untuk mahasiswa sangat dibutuhkan untuk memberi bekal pada mereka memasuki dunia kerja. Inkubasi bisnis merupakan salah satu cara untuk mewujudkan misi Universitas Respati Yogyakarta yaitu menjadi Universitas Unggul, Berjiwa Wirausaha dan Mampu Bersaing di Tingkat Global Tahun 2038.Inkubasi bisnis merupakan wadah yang digunakan untuk melatih mahasiswa yang mempunyai proposal bisnis untuk diikutkan hibah, dan juga mahasiswa yang mempunyai ide bisnis untuk diwujudkan menjadi bisnis yang menghasilkan keuntungan dan berkelanjutan. Inkubasi bisnis merupakan salah satu cara yang tepat untuk memberi bekal kepada mahasiswa tentang kewirausahaan.Tujuan kegiatan ini memiliki tujuan mencapai visi kewirausahaan UNRIYO dengan menghasilkan mahasiswa yang berwirausaha. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pelatihan, pendampingan dan evaluasi bisnis yang dilakukan oleh mahasiswa. Program inkubasi bisnis mahasiswa telah terlaksana secara sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan diawali dengan seleksi proposal usaha mahasiswa yang masuk untuk menilai kelayakan ide bisnis, potensi pasar, dan kesiapan tim. Proposal yang lolos seleksi selanjutnya memasuki tahap inkubasi, di mana mahasiswa tidak hanya dibina secara konseptual tetapi juga dilatih dan didampingi secara langsung dalam menjalankan usahanya. Pelatihan yang diberikan meliputi evaluasi ide bisnis dan pasar, evaluasi produk, evaluasi keuangan termasuk analisis kelayakan bisnis, serta evaluasi pemasaran. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti praktik aplikasi pemasaran dan praktik pameran produk sebagai bentuk implementasi usaha secara nyata. Pada tahap akhir dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan usaha dan kualitas proposal bisnis. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, ditetapkan tiga kelompok usaha mahasiswa yang dinilai paling siap untuk dikirimkan proposalnya dalam program hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
Shin Tae Yong dalam Bingkai Media Online (Analisis Framing Berita Pemecatan Shin Tae Yong di Bolasport.com dan Viva.co.id) yanus purwansyah sriyanto yanus; Bambang Srigati; Dian Rhesa Rahmayanti; Mohammad Solihin; Umar Basuki; Saffa Rizqi Rahmahtika
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i2.733

Abstract

Dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola, berita pemecatan pelatih selalu menarik perhatian publik dan media. Bulan Januari 2025, salah satu isu yang paling banyak dibicarakan di dunia olahraga pada Januari 2025 adalah pemecatan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih tim nasional sepak bola Indonesia. Sebagai pelatih sepak bola yang memiliki rekam jejak prestasi, pemecatan STY memicu beragam reaksi dari berbagai pihak, termasuk federasi sepak bola, analis, dan masyarakat umum. Dengan menggunakan pendekatan analisis framing, penelitian ini akan mengkaji pola pemberitaan, pilihan kata, dan narasi yang digunakan oleh berbagai media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana media membentuk persepsi publik terhadap keputusan yang dibuat oleh federasi sepak bola terkait posisi pelatih tim nasional Indonesia. Dalam kajian konstruksi media ini, tingkatan komunikasinya adalah komunikasi massa, karena melibatkan media berita daring seperti Bolasport.com dan Viva.co.id. Unsur komunikasi yang difokuskan dalam kajian ini adalah pesan. Termasuk apa yang telah dilakukan oleh Bolasport.com dan Viva.co.id dengan menekankan realitas pemecatan STY sebagai fakta yang harus diketahui oleh khalayak. STY yang selama ini dianggap sebagai salah satu elemen kebangkitan timnas sepak bola Indonesia justru secara mengejutkan dipecat oleh PSSI dan dianggap tidak memenuhi target. Namun kedua media tersebut pada porsi pemberitaannya lebih menekankan pada aspek permasalahan internal yang dianggap menjadi faktor utama pemecatan STY.