Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MODEL KEPEMIMPINAN PENGELOLA POS PAUD MIANA V Anne Rahaju
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i1.406

Abstract

Pengelola lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang kendali bagi kemajuan dan keberhasilan lembaga. Sebagai pimpinan, Pengelola memiliki perintah dan peraturan yang harus dipatuhi. Akan tetapi pengelola sebaiknya menjadi pengayom bagi para para pendidik dan warga sekolah. Pengelola sebagai pimpinan dalam lembaga kependidikan memiliki peran penting untuk mengembangkan seluruh sumber daya yang ada. Dalam kepemimpinan, kompetensi seorang pemimpin dapat ditunjukan melalui bagaimana pemimpin dapat membaca situasi kondisi yang berkaitan dengan suasana kerja dalam lembaga pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2015 di POS PAUD Miana V Kecamatan Sukasari Kota Bandung. POS PAUD Miana V memiliki jenis layanan usia nol tahun sampai dengan enam tahun serta terintregasi dengan POSYANDU. Pimpinan pengelola sebagai pemimpin lembaga adalah seorang lansia (> 60 tahun) yang memiliki latar belakang Kader PKK dan merupakan Ketua POSYANDU dengan pengalaman berorganisasi selama lebih dari tiga puluh tahun. Para pendidik di POS PAUD Miana V adalah kader PKK dan kader POSYANDU. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model kepemimpinan pengelola POS PAUD Miana V dan mendeskripsikan kelebihan serta kekurangan model kepemimpinan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskritif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi.
PENGARUH PENDEKATAN ANDRAGOGI TERHADAP KOMPETENSI HASIL BELAJAR KADER PKK DALAM PELATIHAN PENGELOLAAN PAUD KECAMATAN SUKASARI KOTA BANDUNG Anne Rahaju
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v5i1.550

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan rendanya hasil belajar Kader PKK peserta pelatihan Pengelolaan PAUD di Kecamatan Sukasari yang dikarenakan seringnya pelatihan yang diikuti. Menurut peneliti penyebab rendahnya hasil dari mengikuti pelatihan adalah dikarenakan pengimplementasian penggunaan pendekatan andragogi pada saat pelaksanaan pelatihan masih belum optimal. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk dapat melihat bagaimana gambaran pelatihan penggunaan pendekatan andragogi dan kontrol (pelatihan biasa) terhadap kompetensi hasil belajar Kader PKK pada pelatihan pengelolaan PAUD. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan satu kelompok ekperimen (kelompok dengan menggunakan pendekatan andragogi) dan kelompok kontrol yang menggunakan pendekatan konvensional (non andragogi). Populasi penelitian adalah sebanyak 40 orang yang dipilih secara random dimana seluruh populasi dijadikan responden, teknik pengumpulan data untuk mengurangi bias dalam eksperimen dilakukan beberapa pengontrolan terhadap variabel, yaitu; tutor/fasilitator, waktu pelatihan, materi pelatihan, lama waktu pelatihan, sarana pendukung, dan input peserta pelatihan yang mempertimbangkan homogenitas kemampuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendekatan andragogi dapat mempegaruhi secara signifikan terhadap kompetensi hasil belajar dalam pelatihan.
Meningkatkan Kesadaran Tentang Mencegah Dan Mengatasi Stunting Di Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang Anne Rahaju; Desty Rara Pringgandinie; Dedeng Jauhari
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.686

Abstract

Anak-anak adalah sumber daya manusia yang memerlukan perhatian khusus untuk kecukupan gizinya sejak lahir dan bahkan selama kehamilan. Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badannya tidak sesuai dengan usianya karena masalah gizi kronis, yaitu kekurangan makanan yang cukup dalam jangka waktu yang lama. Pemerintah Indonesia telah menetapkan program penanganan stunting sebagai program prioritas nasional untuk menekan peningkatan kasus, karena stunting masih menjadi masalah besar yang memerlukan penanganan serius dari semua pihak. Stunting bukan hanya masalah pertumbuhan fisik yang tidak normal, tetapi juga menyebabkan anak sakit dan mengganggu perkembangan otak dan kecerdasan. Karena itu, stunting masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Karena permasalahan kualitas talenta, maka penting untuk mengatasi stunting pertumbuhan. Stunting tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya stunting fisik dan berbagai penyakit, tetapi juga menyebabkan gangguan perkembangan kognitif yang mempengaruhi kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Beberapa penyebabnya antara lain kurangnya asupan gizi, penyakit menular, pola asuh orang tua yang buruk, sanitasi yang buruk, dan pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Selain itu, masyarakat tidak memandang stunting sebagai suatu masalah karena anak stunting dipandang sebagai anak yang aktif secara sosial. Dengan mempertimbangkan masalah yang dihadapi, Pengabdian Kepada Masyarakat FKIP-UICM melakukan kegiatan seminar parenting di Masyarakat Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara mencegah dan mengatasi stunting. Dengan metode yang digunakan adalah metodologi yang digunakan terdiri dari ceramah, tanya jawab, dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman tentang stunting. Sebagai hasil dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut, peserta telah memperoleh pemahaman tentang: (a) definisi dan karakteristik stunting; (b) faktor penyebabnya; (c) efeknya; (d) Strategi pencegahan dan penanggulangan stunting; (e) Bagaimana meningkatkan layanan gizi anak.
Meningkatkan Kesadaran Tentang Mencegah Dan Mengatasi Stunting Di Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang Anne Rahaju; Desty Rara Pringgandinie; Dedeng Jauhari
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.686

Abstract

Anak-anak adalah sumber daya manusia yang memerlukan perhatian khusus untuk kecukupan gizinya sejak lahir dan bahkan selama kehamilan. Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badannya tidak sesuai dengan usianya karena masalah gizi kronis, yaitu kekurangan makanan yang cukup dalam jangka waktu yang lama. Pemerintah Indonesia telah menetapkan program penanganan stunting sebagai program prioritas nasional untuk menekan peningkatan kasus, karena stunting masih menjadi masalah besar yang memerlukan penanganan serius dari semua pihak. Stunting bukan hanya masalah pertumbuhan fisik yang tidak normal, tetapi juga menyebabkan anak sakit dan mengganggu perkembangan otak dan kecerdasan. Karena itu, stunting masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Karena permasalahan kualitas talenta, maka penting untuk mengatasi stunting pertumbuhan. Stunting tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya stunting fisik dan berbagai penyakit, tetapi juga menyebabkan gangguan perkembangan kognitif yang mempengaruhi kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Beberapa penyebabnya antara lain kurangnya asupan gizi, penyakit menular, pola asuh orang tua yang buruk, sanitasi yang buruk, dan pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Selain itu, masyarakat tidak memandang stunting sebagai suatu masalah karena anak stunting dipandang sebagai anak yang aktif secara sosial. Dengan mempertimbangkan masalah yang dihadapi, Pengabdian Kepada Masyarakat FKIP-UICM melakukan kegiatan seminar parenting di Masyarakat Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara mencegah dan mengatasi stunting. Dengan metode yang digunakan adalah metodologi yang digunakan terdiri dari ceramah, tanya jawab, dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman tentang stunting. Sebagai hasil dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut, peserta telah memperoleh pemahaman tentang: (a) definisi dan karakteristik stunting; (b) faktor penyebabnya; (c) efeknya; (d) Strategi pencegahan dan penanggulangan stunting; (e) Bagaimana meningkatkan layanan gizi anak.