Anggina Fitria Khairani
Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PENGOLAHAN DAUN KELOR MENJADI BUBUR, SEBAGAI DIET ALTERNATIVE PENDERITA DIABETES, KELURAHAN WEK VI, PADANGSIDIMPUAN SELATAN Priti Amelia; Febriani Hastini Nst; Anggina Fitria Khairani; Rahman Budi Setiawan; Muhammad Syahril Harahap
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Edisi Agustus 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.953 KB) | DOI: 10.37081/adam.v1i2.1116

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. kami melakukan pkm tentang  pengolahan daun kelor menjadi bubur untuk alternatife diet bagipenderita diabetes.  Mengingat banyak nya penderita diabetes perpaduan daun kelor dan beras rendah gula sangat memungkinkan menjadikan makanan diet alternative bagi penderita diabetes. Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Dari hasil analisis kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh.   pkm ini dapat membantu penderita diabetes menemukan alternative untuk menu diet nya.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU RUMAH TANGGA DESA PALOPAT MARIA MELALUI PENGOLAHAN BUAH PISANG MENJADI CEMILAN KERIPIK PISANG PASCA PANDEMI DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN EKONOMI Anggina Fitria Khairani; Febriani Hastini Nasution; Lia Purnama Sari
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v2i2.1117

Abstract

Secara geografis Indonesia merupakan negara agraris, tanah yang subur dengan hamparannya yang hijau. Hal tersebut sangat mendukung Indonesia untuk meningkatkan hasil produksi hasil pertanian. Namun hasil produksi bisa berkwalitas rendah karena adanya pengarus krisis perekonomian yang menurun. Maka untuk menjaga agar kualitas dan komoditas hasil pertanian (pisang) tetap tinggi maka perlu adanya pengolahan pemanfaatan hasil yang lebih luas dan kaya akan ide-ide atau gagasan baru salah satunya yaitu dengan menolahnya menjadi produk kripik pisang yang berkwalitas. Dengan melihat perkembangan zaman yang semakin maju sekarang ini kebutuhan manusia akan gizi semakin meningkat setiap manusia membutuhkan makanan yang bergizi untuk menjamin keshatanya. Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna berukuran besar dengan daun memanjang dan besar yang tumbuh langsung dari bagian tangkai. Batang pisang bersifat lunak karena terbentuk dari lapisan pelepah yang lunak dan panjang. Batang yang agak keras berada di bagian permukaan tanah. Taksonomi tanaman pisang adalah : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Famili : Musaceae Genus : Musa Spesies : Musa paradisiaca L. Pisang tidak tumbuh di pohon tetapi di herba. Pisang tidak ditanam dengan menabur benih dan menumbuhkannya. Pisang telah dibudidayakan selama 10.000 tahun terakhir di Asia Tenggara. Keripik pisang adalah produk makanan ringan yang dibuat dari irisan buah pisang dan digoreng, dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diizinkan (SNI 01-4315-1996). Keripik pisang adalah makanan yang terbuat dari pisang yang diiris tipis kemudian digoreng dengan menggunakan tepung yang telah dibumbui. Ada rasanya asin dengan aroma bawang yang gurih dan ada juga yang rasanya manis. Makanan ini tersebar hampir merata di seluruh Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatra.   Kata Kunci: Buah pisang, cemilan, keripik pisang