Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PELATIHAN REKONSTRUKSI MODUL KIMIA BERBASIS BRAINSTORMING PROBLEM SOLVING MAHASISWA PPL KIMIA DALAM PERSIAPAN TUGAS AKHIR Florida Doloksaribu; Irwandi Yogo Suaka
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2941.241 KB) | DOI: 10.31957/.v2i1.639

Abstract

Lecture and teacher as a pillar that is expected to build quality research, education, analysis, and should have a high responsibility on the problems by this nation. The problem of un-ordinary research at the student level is very much found. Sometimes lecturers do not carefully analyze the originality of research guidance. Therefore, many researchers do not dare to publish the results of their work to the realm of accredited publications. Based on the understanding and several lecture models and modules that have been studied, designed, or developed, it is necessary to provide a training education college to prepare them for writing scientific papers,  that can benefit the development of professionalism. The training of reconstruction of brainstorming problem solving materials module for improving high orther thinking's chemistry college on minerals in the preparation of the final project and the ability to design plagiarism-free papers. Based on the results of the training, the college have been able to browse, and analyze the content of the chemical materials of minerals as a reference material for module development. In addition, the material in the analysis has been clarified based on the education reconstruction model,  subject matter until a basicized text has been found. Basic elementary text composite with brainstorming problem solving indicator, becomes the novelty of chemical module of minerals in the context of clay, limestone, and zeolite. The teaching material module produced is the result of the training given and the results of previous research. Keywords: Training, reconstruction module, problem solving thinking
Penjernihan minyak berbasis sains terapan melalui adsorbsi lempung montmorilonit pada waste oil yang beredar di Jayapura Florida Doloksaribu; Irwandi Yogo Suaka
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 1 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i1.36463

Abstract

Masyarakat Jayapura juga tidak berbeda dengan masyarakat Indonesia pada umumnya, yaitu mengonsumsi makanan jajanan pasar hasil olahan waste oil. Masyarakat penjual maupun pembeli tak pernah sadar bahwa kondisi tersebut sangat rawan dalam pemicu penyakit kanker. Karena fokus pikiran penjaja makanan hanyalah keuntungan, dan fokus pembeli hanyalah kenikmatan mulut dan perut. Namun sebagai dosen yang berkewajiban melaksanakan tridharma perguruan tinggi, akan selalu berusaha memberikan kontribusi melalui penerapan penelitian berbasis sumber daya alam Papua. Tim pelaksana pengabdian menerapkan penelitian dengan tujuan sumber daya alam dapat digunakan sebagai bahan adsorben penjernih waste oil. Implementasi kegiatan ini, diharapkan pikiran masyarakat lebih terbuka pada resiko kesehatan akibat limbah minyak bekas.
Pelatihan konstruksi bahan ajar kimia konteks kimia bahan galian berbasis berpikir penelitian kepada calon guru kimia Irwandi Yogo Suaka; Florida Doloksaribu
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 1 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i1.36464

Abstract

Bahan ajar sebagai pegangan guru kimia secara khusus di Papua, merupakan kebutuhan untuk membantu siswa dan guru melaksanakan kegiatan PBM yang lebih efektif. Guru harus fokus melihat inti pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Azas ini disebut dengan konstruksi bahan ajar berbasis kebutuhan PBM secara signifikan. Guru harus selalu peka dalam pengembangan metode agar materi PBM agar dapat tersampaikan dengan baik. Pada pengabdian ini, tim pelaksana melakukan pelatihan bahan ajar kimia konteks posfat dan kuarsa pada calon guru kimia, dan pemilihan materi disesuaikan dengan kondisi kebutuhan PBM. Pelatihan diperlukan agar calon guru kimia mempunyai modal pengetahuan bila bekerja di lapangan pendidikan. Konstruksi bahan ajar menekankan konteks materi terintegrasi berpikir penelitian. Pelatihan ini telah memberikan kontribusi sangat baik kepada peserta, karena mampu membuat bahan ajar berbasis MER. Tanggapan peserta pada pelatihan sangat positif.
Pelatihan ketenagaan dan pengelolaan laboratorium IPA guru Sekolah Menengah Pertama YPPK Bonaventura Sentani Kabupaten Jayapura Cornelius Tanto; Florida Doloksaribu
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 1 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i1.36425

Abstract

Laboratorium adalah bagian yang tidak terpisahkan saat memberikan materi pada proses belajar mengajar. Secara khusus bidang IPA sekolah menengah. Belajar IPA, seperti kimia, fisika, dan biologi tanpa implementasi laboratorium, dapat dikatakan pekerjaan yang mengambang. Perlunya laboratorium IPA di sekolah, telah menjadi perhatian pemerintah untuk dapat memberi fasilitas laboratorium di sekolah-sekolah. Namun tidak sedikit ditemukan guru IPA menganggap laboratorium hanya sebuah bangunan yang tidak perlu ditata secara administrasi. Sehingga PBM berbasis laboratorium tidak terlaksana dengan baik. Adanya tumpang tindih pemegang pengelolaan laboratorium guru bidang studi, mengakibatkan terjadi kesalahpahaman. Sehingga perlu dilakukan pelatihan tentang pengelolaan laboratorium yang benar kepada para guru IPA.
Peningkatan kemampuan literasi sains melalui penerapan pembelajaran praktikum kimia pada siswa SMAN 4 Jayapura Florida Doloksaribu; Irwandi Yogo Suaka
Jurnal Abmas Vol. 21 No. 2 (2021): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v21i2.38832

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi secara ilmiah kepada dunia pendidikan untuk meningkatkan literasi sains di bidang kimia melalui praktikum kimia pada siswa SMAN 4 Jayapura. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 31 orang siswa dengan 4 percobaan praktikum yaitu indikator asam basa, teori asam basa, kecepatan reaksi dan pembuatan larutan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan yang diamati, siswa melaksanakan dengan sangat serius dan antusias. Setelah pelaksanaan praktikum diberikan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan materi yang diberikan, hasil menunjukkan siswa mengalami peningkatan ilmiah yang sangat baik. Demikian juga tanggapan siswa dan guru terhadap pelaksanaan kegiatan ini sangat positif.
Pelatihan pendekatan pendidikan karakter holistik guru TK WIKJ GKI elshaday jayapura dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik: Florida Doloksaribu; Paul Johan Kawatu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 7 No. 1 (2026): (In Prosess)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v7i1.6263

Abstract

The Montessori Holistic Approach is an educational approach developed by emphasizing child-centered learning, with a focus on developing the individual potential of children through a structured learning environment and specially designed learning materials. For example, independent learning where children are given the freedom to choose learning materials according to their interests and abilities. This facilitates personal exploration and the development of a sense of responsibility. If in a specially designed environment such as a classroom designed to create a comfortable, safe, and stimulating learning environment. Learning materials are placed in an orderly manner and are easily accessible to children. Based on special learning materials by developingmaterials designed to support exploration and independent learning. These materials are concrete, interactive, and allow children to learn through direct experience. Meanwhile, the role of the teacher as a facilitator is as a facilitator, not as a dominant teacher. Teachers observe and guide children in their learning, providing support as needed. The focus on the development of the Montessori method is not only on academic development, but also on the social, emotional, and physical development of children. Children learn to work together, respect others, and develop independence. As well as absorbing thoughts, children are able to educate themselves, building knowledge through direct experience. The Montessori approach can provide positive benefits for students, namely improving cognitive abilities, such as problem solving and critical thinking, developing independence, self-confidence, and motivation to learn, improving social and emotional abilities, such as cooperation and empathy. So it can be said that the Montessori approach offers a unique and effective educational approach, which focuses on developing the potential of individual children holistically.
Analisis kecerdasan emosional peserta didik kelas XII-2 dalam pembelajaran kimia pada emosi iba, takut, dan bosan di salah satu SMA swasta di Jayapura Intan Mentari Putri; Alex A. Lepa; Catur Fathonah Djarwo; Dolfina Costansah Koirewoa; Florida Doloksaribu
Research In Action For Chemistry Education Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted with the aim of, among other things, to find out emotional intelligence (emotions of compassion, fear and boredom) of students in chemistry learning, emotional intelligence of students for emotions of compassion, emotional intelligence of students for emotions of fear, emotional intelligence of students for emotions of boredom, percentage of emotional intelligence levels of students for emotions of compassion, fear, boredom, and factors that influence students' emotional intelligence. The instrument in the research was an emotional intelligence questionnaire with 37 items. The study population is class XII-2 students in one of the private high schools in Jayapura for the 2023/2024 school year totaling 31 people. The results of the analysis obtained include emotional intelligence of students in chemistry learning in the good category with an average value of 72.25 and an average chemistry learning outcome of 48.26 in the sufficient category; emotional intelligence of students for emotions of compassion, fear, boredom are each in the good category with an average of 63.23, 75.59, 71.47; the percentage level of students' emotional intelligence for the emotions of compassion, fear, and boredom are at the level of always compassionate, compassionate, less compassionate, and not compassionate in learning chemistry respectively by 27.74, 38.71, 29.03, and 4.52%, at the level of always afraid, afraid, less afraid, and not afraid respectively 53.32, 31.31, 13.09, and 2.28%, at the level of always bored, bored, less bored, and not bored respectively 40.65, 35.91, 20.86, and 2.58%; and the factors that influence students' emotional intelligence consist of internal factors (brain factors or intellectual intelligence and age, physical, and psychological) and external factors (education both in the family, school, and society). Keywords: Boredom; Chemistry Learning; Compassion; Fear; Intelligence Emotional.
Analisis penguasaan konsep stokiometri pada peserta didik kelas xi ipa 2 SMA muhammadiyah kota Jayapura semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 Rosa Kamelia Pandiangan; Florida Doloksaribu; Catur Fathonah Djarwo
Research In Action For Chemistry Education Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui penguasaan konsep siswa terhadap materi yang diberikan merupakan hal yang penting, agar guru dan siswa dapat melakukan perbaikan terhadap proses pembelajaran berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berapakah nilai tertinggi, nilai terendah, dan nilai rata-rata siswa, pada penguasaan konsep, serta faktor-faktor yang mempengaruhi penguasaan siswa terhadap konsep stoikiometri. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas XI IPA 2 SMA Muhammadiyah Kota Jayapura dengan total partisipan 31 orang siswa. Data yang terkumpul melalui pemberian tes objektif berisi 20 soal kepada partisipan, dan dianalisis secara kuantitatif deskritif. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai tertinggi adalah 100, nilai terendah adalah 25, dan rata-rata nilai adalah 79,03. Penguasaan konsep siswa dikelompokkan ke dalam empat kategori yaitu sangat baik berada di rentang 50 %, baik 35%, cukup 10%, dan kurang 5%. Faktor-fator yang mempengaruhi penguasaan konsep peserta didik adalah merupakan faktor internal dan faktor eksternal. Pada fakor internal berupa ketertarikan paa pembelajaran kimia, motivasi pada pembelajaran kimia, pengaruh cita-cita , dan kemampuan diri memahami pelajaran kimia. Sedangkan faktor-faktor eksternal adalah ketertarikan cara mengajar guru kimia, ketersediaan prasarana pembelajaran kimia, ketertarikan pada bahan ajar kimia yang disediakan, lingkungan teman/sosial yang mendukung belajar kimia, dan respon terhadap aturan/kedisplinan sekolah, dan ketertarikan pada variasi media yang diberikan saat pembelajaran kimia. Tanggapan sangat setuju dan setuju para peserta didik pada pengaruh faktor internal terhadap pemahaman konsep adalah sebanyak 75 %, dan pada faktor eksternal adalah 89 %. Kata Kunci : Penguasaan Konsep;Materi Stokiometri;Analisis kuantitatif
Analisis kecerdasan emosional peserta didik dalam pembelajaran kimia pada emosi sedih, malu, dan cinta kelas xi-1 di sma sentani Lia Agnes Prajawati; Alex A. Lepa; Irwandi Yogo Suaka; Florida Doloksaribu; Irja Sepriyanto Jenmau
Research In Action For Chemistry Education Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to analysis the level of emotional intelligence of on the emotions of sadness, shame and love in learning chemistry and the factors that influence the emotional intelligence of students in learning chemistry. Data collection was carried out by taking the final semester exam scores (UAS) of chemistry lessons obtained from the documentation of 30 students of class XI-1 SMA Sentani in the odd semester of the 2023/2024 school year and filling out a questionnaire list consisting of 38 statement items regarding the emotional intelligence of students. The results showed that the value of students' emotional intelligence in chemistry learning was mostly in the sufficient category with an average score of 76.67%. While the percentage of the highest chemistry UAS scores in students in the class is in the less category with a total of 56.67%. Analysis on the level of emotional intelligence found that students of class XI-1 SMA Sentani have emotional intelligence on the emotions of sadness, shame, and love. Judging from the results of the emotional value obtained, namely the emotion of sadness as much as 73.09, the emotion of shame as much as 69.12, and love as much as 64.21. Factors that affect emotional intelligence in learning chemistry consisted of internal factors and external factors. Internal factors consisted of factors of desire/willingness (interest) in learning and intellectual intelligence. External factors are factors of teachers, friends, class conditions, and situations and forms.
Reconstruction of chemistry module in the class XI high school context of equilibrium based on environment discovery learning Paskalina Maharani; Florida Doloksaribu; Catur F. Djarwo; Irwandi Yogo Suaka
Research In Action For Chemistry Education Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini, adalah untuk merekonstruksi modul kimia konteks kesetimbangan kimia berbasis Environtment Discovery Learning (EDL) dengan mengunakan tahapan Modul Educational Reconstruction (MER) . Hasil observasi menunjukkan, peserta didik kelas XI IPA SMA 3 Jayapura memiliki nilai kimia yang cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan lagi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan modul kimia konteks kesetimbangan kimia berbasis (EDL) yang diuji cobakan dengan skala terbatas pada 15 peserta didik untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu angket, tes dan dokumentasi. Angket yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket validasi ahli, tanggapan guru serta tanggapan peserta didik. Angket validasi ahli dan angket tanggapan yang digunakan diadaptasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Angket validasi ahli terbagi menjadi validasi konten materi dengan nilai validasi expert judgment sebesar 80,56%, validasi konten media sebesar 89,89% dan konten bahsa sebesar 77,27%. Angket tanggapan guru dan peserta didik meggunakan angket positif. Rata-rata persentasi tanggapan guru sebesar 91,67% sedangkan tanggapan peserta didik dengan nilai rata-rata sebesar 86,56% menunjukkan tanggapan guru dan peserta didik pada modul sangat positif. Tes yang dilakukan kepada peserta didik menggunakan 30 butir soal pilihan ganda pre tes dan pos tes dengan hasil N-gain pada 15 peserta didik sebesar 0,6 termasuk pada kategori sedang. Keseluruhan hasil angket dan tes menunjukkan modul kimia konteks kesetimbangan kimia berbasis EDL sangat layak digunakan dengan nilai Validasi expert judgement sebesar 82,24%.