Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PELATIHAN REKONSTRUKSI MODUL KIMIA BERBASIS BRAINSTORMING PROBLEM SOLVING MAHASISWA PPL KIMIA DALAM PERSIAPAN TUGAS AKHIR Florida Doloksaribu; Irwandi Yogo Suaka
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2941.241 KB) | DOI: 10.31957/.v2i1.639

Abstract

Lecture and teacher as a pillar that is expected to build quality research, education, analysis, and should have a high responsibility on the problems by this nation. The problem of un-ordinary research at the student level is very much found. Sometimes lecturers do not carefully analyze the originality of research guidance. Therefore, many researchers do not dare to publish the results of their work to the realm of accredited publications. Based on the understanding and several lecture models and modules that have been studied, designed, or developed, it is necessary to provide a training education college to prepare them for writing scientific papers,  that can benefit the development of professionalism. The training of reconstruction of brainstorming problem solving materials module for improving high orther thinking's chemistry college on minerals in the preparation of the final project and the ability to design plagiarism-free papers. Based on the results of the training, the college have been able to browse, and analyze the content of the chemical materials of minerals as a reference material for module development. In addition, the material in the analysis has been clarified based on the education reconstruction model,  subject matter until a basicized text has been found. Basic elementary text composite with brainstorming problem solving indicator, becomes the novelty of chemical module of minerals in the context of clay, limestone, and zeolite. The teaching material module produced is the result of the training given and the results of previous research. Keywords: Training, reconstruction module, problem solving thinking
Analisis Kualitas Air pada Mata Air Gudang Garam di Distrik Skanto Kabupaten Keerom Irwandi Yogo Suaka; Nofira Widyaningsih; Irja Sepriyanto Jenmau; Marsia Isa Bwefar
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i5.7792

Abstract

Distribusi air bersih di Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh penduduk meskipun terdapat sumber mata air alami yaitu Mata Air Gudang Garam. Pertumbuhan penduduk, kerusakan infrastruktur distribusi, serta tidak adanya pemantauan berkala terhadap kualitas air menimbulkan kekhawatiran terhadap kelayakan air sebagai sumber air minum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis status mutu air Mata Air Gudang Garam berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, serta mengevaluasi kesesuaian air tersebut dengan baku mutu kelas I sesuai PP No. 82 Tahun 2001. Data diperoleh dari hasil uji laboratorium pada tahun 2010 dan 2019 dan dianalisis menggunakan metode STORET dari US-EPA. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kedua tahun tersebut, nilai skor STORET adalah 0 yang mengindikasikan bahwa air tergolong dalam kualitas kelas A (baik sekali) dan memenuhi syarat sebagai air baku air minum. Temuan ini menunjukkan bahwa sumber air masih dalam kondisi layak pakai, namun diperlukan pemantauan berkelanjutan dan perlindungan terhadap aktivitas manusia yang dapat mencemari sumber air. Implikasi dari penelitian ini penting bagi pengambil kebijakan dan masyarakat dalam mengelola serta melestarikan sumber daya air secara berkelanjutan.
Penjernihan minyak berbasis sains terapan melalui adsorbsi lempung montmorilonit pada waste oil yang beredar di Jayapura Florida Doloksaribu; Irwandi Yogo Suaka
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 1 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i1.36463

Abstract

Masyarakat Jayapura juga tidak berbeda dengan masyarakat Indonesia pada umumnya, yaitu mengonsumsi makanan jajanan pasar hasil olahan waste oil. Masyarakat penjual maupun pembeli tak pernah sadar bahwa kondisi tersebut sangat rawan dalam pemicu penyakit kanker. Karena fokus pikiran penjaja makanan hanyalah keuntungan, dan fokus pembeli hanyalah kenikmatan mulut dan perut. Namun sebagai dosen yang berkewajiban melaksanakan tridharma perguruan tinggi, akan selalu berusaha memberikan kontribusi melalui penerapan penelitian berbasis sumber daya alam Papua. Tim pelaksana pengabdian menerapkan penelitian dengan tujuan sumber daya alam dapat digunakan sebagai bahan adsorben penjernih waste oil. Implementasi kegiatan ini, diharapkan pikiran masyarakat lebih terbuka pada resiko kesehatan akibat limbah minyak bekas.
Pelatihan konstruksi bahan ajar kimia konteks kimia bahan galian berbasis berpikir penelitian kepada calon guru kimia Irwandi Yogo Suaka; Florida Doloksaribu
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 1 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i1.36464

Abstract

Bahan ajar sebagai pegangan guru kimia secara khusus di Papua, merupakan kebutuhan untuk membantu siswa dan guru melaksanakan kegiatan PBM yang lebih efektif. Guru harus fokus melihat inti pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Azas ini disebut dengan konstruksi bahan ajar berbasis kebutuhan PBM secara signifikan. Guru harus selalu peka dalam pengembangan metode agar materi PBM agar dapat tersampaikan dengan baik. Pada pengabdian ini, tim pelaksana melakukan pelatihan bahan ajar kimia konteks posfat dan kuarsa pada calon guru kimia, dan pemilihan materi disesuaikan dengan kondisi kebutuhan PBM. Pelatihan diperlukan agar calon guru kimia mempunyai modal pengetahuan bila bekerja di lapangan pendidikan. Konstruksi bahan ajar menekankan konteks materi terintegrasi berpikir penelitian. Pelatihan ini telah memberikan kontribusi sangat baik kepada peserta, karena mampu membuat bahan ajar berbasis MER. Tanggapan peserta pada pelatihan sangat positif.
Peningkatan kemampuan literasi sains melalui penerapan pembelajaran praktikum kimia pada siswa SMAN 4 Jayapura Florida Doloksaribu; Irwandi Yogo Suaka
Jurnal Abmas Vol. 21 No. 2 (2021): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v21i2.38832

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi secara ilmiah kepada dunia pendidikan untuk meningkatkan literasi sains di bidang kimia melalui praktikum kimia pada siswa SMAN 4 Jayapura. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 31 orang siswa dengan 4 percobaan praktikum yaitu indikator asam basa, teori asam basa, kecepatan reaksi dan pembuatan larutan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan yang diamati, siswa melaksanakan dengan sangat serius dan antusias. Setelah pelaksanaan praktikum diberikan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan materi yang diberikan, hasil menunjukkan siswa mengalami peningkatan ilmiah yang sangat baik. Demikian juga tanggapan siswa dan guru terhadap pelaksanaan kegiatan ini sangat positif.
FASILITASI PRAKTIKUM KIMIA DALAM RANGKA PERSIAPAN UJIAN PRAKTEK SEKOLAH DI SMA YPK SENTANI Irwandi Yogo Suaka; Dolfina Costansah Koirewoa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40373

Abstract

Aktivitas belajar kimia di SMA YPK Sentani lebih dominan dilakukan secara teori dikelas dibanding melalui aktivitas praktikum di laboratorium. Dominasi pembelajaran secara teori disebabkan fasilitas pendukung laboratorium yang tidak memadai seperti alat yang rusak, bahan kimia yang kadaluarsa, tidak adanya penuntun praktikum dan LKPD serta tidak ada alat ukur keberhasilan praktikum. Fasilitas laboratorium yang tidak memadai memberi dampak pada kemampuan peserta didik kelas XII IPA dalam menghadapi ujian praktek kimia. Persoalan tersebut menjadi dasar bagi tim pengabdi untuk berupaya mengadakan dan menyediakan fasilitas praktikum bagi guru kimia dan peserta didik. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Salah satu fasilitas pengabdian yang dilakukan yaitu pelaksanaan kegiatan praktikum mendapat antusiasme dari 19 orang peserta didik dalam mengamati reaksi kimia/membaca skala, mengenal alat dan bahan kimia, mengikuti prosedur kerja dengan benar, bahkan mampu mengkomunikasikan informasih (data/pengetahuan) Hasil dari setiap fasilitas praktikum kimia yang dilakukan memberikan respon positif dari pihak SMA YPK Sentani (peserta didik dan guru). Aktivitas belajar kimia di laboratorium membutuhkan fasilitas pendukung seperti alat dan bahan yang tersedia, penuntun praktikum dan LKPD yang sesuai serta alat ukur atau instrumen penilaian yang tepat.
SOSIALISASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN KIMIA (FASE E & F) KURIKULUM MERDEKA Dolfina Costansah Koirewoa; Irwandi Yogo Suaka; Edoward Krisson Raunsay
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.55794

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, sekaligus membantu guru dalam mengenali karakteristik serta kemampuan belajar peserta didiknya. Kegiatan dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan platform Zoom Meeting, mengingat peserta merupakan guru-guru kimia yang tersebar di SMA seluruh Tanah Papua. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan pakar pendidikan yang memiliki keahlian dalam pembelajaran berdiferensiasi, khususnya dalam bidang pembelajaran kimia.Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berhasil meningkatkan pemahaman guru-guru kimia se-Tanah Papua mengenai konsep dasar dan prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi, yang mencakup diferensiasi konten, proses, dan produk. Pemaparan materi yang diberikan narasumber diperkaya dengan sesi pendampingan langsung, di mana para guru didampingi dalam menyusun perangkat pembelajaran seperti modul ajar kimia berbasis diferensiasi pada berbagai topik. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan, baik dalam sesi pemaparan maupun pendampingan, dengan partisipasi aktif melalui diskusi, penyampaian persoalan yang dihadapi, serta konfirmasi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan di kelas. Bahkan, ada guru yang dengan jujur mengungkapkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi merupakan hal baru yang baru pertama kali diketahui, sehingga kegiatan pengabdian ini memberi pengalaman dan wawasan yang sangat berharga
Analisis Kualitas Air pada Mata Air Gudang Garam di Distrik Skanto Kabupaten Keerom Irwandi Yogo Suaka; Nofira Widyaningsih; Irja Sepriyanto Jenmau; Marsia Isa Bwefar
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i5.7792

Abstract

Distribusi air bersih di Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh penduduk meskipun terdapat sumber mata air alami yaitu Mata Air Gudang Garam. Pertumbuhan penduduk, kerusakan infrastruktur distribusi, serta tidak adanya pemantauan berkala terhadap kualitas air menimbulkan kekhawatiran terhadap kelayakan air sebagai sumber air minum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis status mutu air Mata Air Gudang Garam berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, serta mengevaluasi kesesuaian air tersebut dengan baku mutu kelas I sesuai PP No. 82 Tahun 2001. Data diperoleh dari hasil uji laboratorium pada tahun 2010 dan 2019 dan dianalisis menggunakan metode STORET dari US-EPA. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kedua tahun tersebut, nilai skor STORET adalah 0 yang mengindikasikan bahwa air tergolong dalam kualitas kelas A (baik sekali) dan memenuhi syarat sebagai air baku air minum. Temuan ini menunjukkan bahwa sumber air masih dalam kondisi layak pakai, namun diperlukan pemantauan berkelanjutan dan perlindungan terhadap aktivitas manusia yang dapat mencemari sumber air. Implikasi dari penelitian ini penting bagi pengambil kebijakan dan masyarakat dalam mengelola serta melestarikan sumber daya air secara berkelanjutan.
Analisis penguasaan konsep kecepatan reaksi pada Peserta didik kelas xi ipa 3 SMA YPPK teruna bakti Jayapura Ulfah F. K. Samay; Lusia Narsia Amsad; Irwandi Yogo Suaka
Research In Action For Chemistry Education Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to analyze students' mastery of concepts and the factors that influence it. This research was conducted at SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura class XI IPA 3 with a total study population of 33 students. Data collection was carried out by giving test questions as many as 30 questions. The results of the analysis obtained that the mastery of the concept of reaction speed in class XI IPA 3 SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura is grouped into 4 categories, namely: a) High category with a percentage between 63.64% - 75.76%; b) Medium category with a percentage between 45.45% - 48.48%; c) Low category with a percentage between 21.21% - 39.39%; and d) Very low category with a percentage between 3.03% - 18.18%. The average of students’ mastery concept 39.19% in the low category. It can be stated that almost half of the students in class XI IPA 3 at SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura have mastered the concept of speed of reaction. Factors that influence students' mastery concepts of speed reaction in class XI IPA 3 SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura, include students' desire to learn, incomplete textbooks, teacher teaching methods, students apply a memorization system rather than mastering concepts and students do not understand simple concepts well.
Reconstruction of chemistry module in the class XI high school context of equilibrium based on environment discovery learning Paskalina Maharani; Florida Doloksaribu; Catur F. Djarwo; Irwandi Yogo Suaka
Research In Action For Chemistry Education Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini, adalah untuk merekonstruksi modul kimia konteks kesetimbangan kimia berbasis Environtment Discovery Learning (EDL) dengan mengunakan tahapan Modul Educational Reconstruction (MER) . Hasil observasi menunjukkan, peserta didik kelas XI IPA SMA 3 Jayapura memiliki nilai kimia yang cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan lagi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan modul kimia konteks kesetimbangan kimia berbasis (EDL) yang diuji cobakan dengan skala terbatas pada 15 peserta didik untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu angket, tes dan dokumentasi. Angket yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket validasi ahli, tanggapan guru serta tanggapan peserta didik. Angket validasi ahli dan angket tanggapan yang digunakan diadaptasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Angket validasi ahli terbagi menjadi validasi konten materi dengan nilai validasi expert judgment sebesar 80,56%, validasi konten media sebesar 89,89% dan konten bahsa sebesar 77,27%. Angket tanggapan guru dan peserta didik meggunakan angket positif. Rata-rata persentasi tanggapan guru sebesar 91,67% sedangkan tanggapan peserta didik dengan nilai rata-rata sebesar 86,56% menunjukkan tanggapan guru dan peserta didik pada modul sangat positif. Tes yang dilakukan kepada peserta didik menggunakan 30 butir soal pilihan ganda pre tes dan pos tes dengan hasil N-gain pada 15 peserta didik sebesar 0,6 termasuk pada kategori sedang. Keseluruhan hasil angket dan tes menunjukkan modul kimia konteks kesetimbangan kimia berbasis EDL sangat layak digunakan dengan nilai Validasi expert judgement sebesar 82,24%.