Dita Selvianti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BAIK DENGAN KEJADIAN PUTING SUSU LECET DI BPM WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Dita Selvianti; Rismayani Rismayani
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 7 No 1 (2022): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.373 KB) | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v7i1.113

Abstract

Teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ASI dimana bila teknik menyusui tidak benar, dapat menyebabkan puting susu lecet dan menjadikan ibu enggan menyusui sehingga bayi tersebut jarang menyusu. Enggan menyusu akan berakibat kurang baik, karena hisapan bayi sangat berpengaruh pada rangsangan produksi ASI selanjutnya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan laktasi, yaitu faktor ibu (39,7%), faktor bayi (36,7%), teknik menyusui (22,1%), faktor anatomis payudara (1,5%). Pada dasarnya gangguan laktasi tersebut dapat dicegah dan diatasi sehingga tidak menimbulkan kesukaran. Tujuan penelitian ini adalah agar semakin banyak banyak pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang baik dan benar sehingga tidak ada lagi ibu yang mengalami puting susu lecet. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu post partum yang menyusui, sampel sebanyak 38 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi di BPM wilayah kerja puskesmas sawah lebar. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik Consecutive sampling penelitian ini menggunakan data primer sekunder yang diolah secara univariat an bivariat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2021 di BPM wilayah kerja puskesmas sawah lebar kota bengkulu tahun 2021. Hasil analisa bivariat didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang teknik menyusui yang baik dan benar dengan kejadian puting susu lecet, dengan nilai p=0,004 (nilai p < 0,005). Diharapkan agar tenaga kesehatan di wilayah puskesmas sawah lebar tetap aktif dalam memberikan informasi tentang kesehatan.
BUDAYA PANTANGAN MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI PMB “M” KOTA BENGKULU DITA SELVIANTI; SARI WIDYANINGSIH
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v11i1.4207

Abstract

Pendahuluan Masa nifas menyumbang 50% penyebab Kematian Ibu. Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Pada masa nifas terjadi proses penyembuhan luka perenium dan proses involusi uterus. Status gizi yang baik pada ibu nifas diperlukan dalam proses penyembuhan luka perenium dan involusi uterus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran budaya terhadap penyembuhan luka perineum ibu nifas di PMB “M” Kota Bengkulu. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas hari ke 7 dengan luka jahitan perineum yang kontrol di PMB “M” periode Januari – Maret 2023 sebanyak 20 orang. Alat ukur untuk variabel budaya dan keyakinan (pantang makan) adalah kuesioner, sedangkan proses penyembuhan luka episiotomi adalah lembar observasi Reeda scale ceklist. Analisa data menggunakan uji chi square dengan menggunakan level of significance (α : alpha) sebesar 5% (0,05). Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian pada 20 orang ibu nifas hari ke 7, didapatkan ibu nifas yang melakukan pantang mayoritas luka perineum tidak sembuh yaitu sebanyak 8 orang (66,7%). Kesimpulan: bahwa penyembuhan luka perineum dapat dipengaruhi oleh budaya pantangan. Oleh karena itu, pemberian informasi yamg baik dan benar oleh petugas kesehatan tentang perawatan luka perineum akan mempengaruhi keberhasilan proses penyembuhan luka perineum.