Jembatan Sriwedari dibangun karena belum adanya jalan penghubung antara Desa Sriwedari Kecamatan Karanganyar dan Desa Sambirejo Kecamatan Mantingan. Lokasi jembatan ini di Desa Sriwedari yang nantinya didukung dengan akses jalan baru dan pemilihan lokasi ini didasari beberapa pertimbangan riil di lapangan.Jembatan tersebut di bangun di atas sungai Bengawansolo yang mempunyai lebar dari tebing kiri tebing kanan ± 110 m, yang nantinya berfungsi sebagai jalur perlintasan berbagai kendaraan bermotor dan juga tidak bermotor dengan 2 lajur 2 arah dengan panjang ± 120 m dan lebar 8 m. Rencana jembatan existing ini berupa jembatan rangka baja dengan pembagian bentang menjadi 2, yaitu bentang I : 60 m, dan bentang II 60 m dan munggunakan dimensi rangka baja WF 400 x 400 x 21 x 21. Kemudian direncanakan alternatif jembatan dengan bentang yang berbeda. Bentang dibagi menjadi 3, yaitu bentang I : 40 m, bentang II : 40 m dan bentang III : 40 m. Dimana pembagian bentang ini diharapkan dapat menjadikan alternatif dalam pemilihan struktur jembatan yang lebih baik dan lebih efisien. Hasil dari perbandingan tersebut adalah penulangan plat lantai kendaraan dipakai tulangan tarik D19-150 mm dan tulangan tekan D19-300 mm. Untuk trotoar dipakai tulangan tarik D19-150 mm dan tulangan tekan D19-300 mm. Digunakan rangka baja mutu tinggi BJ-50 dengan fy 290 MPa. Pada gelagar memanjang digunakan profil WF 400 x 200 x 8 x 13, gelagar melintang menggunakan profil WF 900 x 300 x 16 x 28 dan gelagar induk digunakan profil WF 400 x 300 x 10 x 16. Untuk sambungan gelagar memanjang dengan gelagar melintang digunakan baut mutu tinggi dengan A 325 ∅ 5/8” dan digunakan A 325 ∅ 3/4” untuk sambungan gelagar melintang dengan gelagar induk.Kata kunci :Jembatan, rangka baja