Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ECODRAINAGE SYSTEM EVALUATION AND CONTROL OF FLOODS IN JOMBANG DISTRICT, EAST JAVA Sri Rahmawati; Anita Rahmawati; Azizah Rachmawati
Journal Innovation of Civil Engineering (JICE) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jice.v1i2.10996

Abstract

Jombang sub-district is the most densely populated sub-district because it is located in the middle of Jombang district and is also the center of government. Because it is a densely populated area, resulting in many changes in land use, green land for absorption has turned into a watertight area. The results of the analysis from this aspect indicate that several channels in Jombang District are not able to accommodate the design flood discharge. The calculation of the height of rain design in this study used the Log Person type III method with a return period of 5 years, which resulted in the design rainfall of 157 mm. The results of the analysis show that there are 8 channels out of 74 that are unable to accommodate the design flood discharge. After planning the infiltration wells, a different number was obtained for each road. For Jalan Sentot Prawirodirjo, there are 8 infiltration wells with a reduction power of 51.62%.
Aplikasi SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk Evaluasi Sistem Jaringan Drainase di Sub DAS Lowokwaru Kota Malang Azizah Rachmawati
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.159 KB)

Abstract

Sub Basin Lowokwaru has 5.40 km2 with 6.39 km of main river length. It remains part of BasinBango in Malang City. Drainage system in Sub Basin Lowokwaru takes benefit from carrier channelsourcing from Bendung Sengkaling and constitutes a secondary irrigation channel. Flood or inundationcases at Sub Basin Lowokwaru remain due to incapability of drainage system capacity to accommodaterainwater overflow. This evaluation of drainage system in this area requires rainfall data collected fromRain Fall Station of Lowokwaru, Dau and Pendem. Meanwhile, primary data involve direct rainmeasurement at research site by using alat ukur hujan biasa (AUHB). The gauge has been used to measurewater surface elevation in outlet. Channel geometric data seem observed from map and direct measurementat research site. Research method used considered flood debit analysis grouped into two parts, Rational Method and Observation Way. The application of Geographic Information System (GIS) may be useful toacknowledge topographic condition, overflow coefficient, land use order, macro drainage system, and toanalyze planned flood debit in this area.Results of analysis drainage capacity at Sub Basin Lowokwaru, not available at all drainagechannel that able to receive 5 years shuttle period flood debit, there are 14 channels from 40 to that cannotovercome that. Therefore, it need channel dimension change. Observation debit received from observationpoint at SLWK. A channel is 1.5611 m3/s, and calculation result by Rational Method, it is 1.338 m3/s. Forrain level data (R24) at Sub Basin Lowokwaru is 94,590 mm (2 years), 123.1076 mm (5 years), 137.2918 mm(10 years). 
STUDI PERENCANAAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG Bastyo Tafano; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.96 KB)

Abstract

Kecamatan Ngunut merupakan salah satu kecamatan yang ada di sebelah barat Kabupaten Tulungagung dengan luas wilayah adalah 37,70 Km2. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut penduduk Kecamatan Ngunut tidak dapat mengandalkan air dari sumber air langsung seperti air permukaan dan hujan karena kedua sumber air yang mudah dijangkau tersebut sebagian besar telah tercemar baik langsung maupun tidak langsung Kajian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan air sumber sampai dengan tahun 2029 dan kondisi hidrolis yang ada. Simulasi WaterCAD v8 XM Edition. Besarnya kebutuhan air disesuaikan dengan permintaan daerah yang dilayani. Diketahui debit yang tersedia di Desa Pulotondo sebesar 50 liter/detik. Berdasarkan analisa hasil perhitungan diketahui bahwa besar total debit untuk bisa melayani 100% kebutuhan penduduk sebesar 13,423% detik untuk daerah pelayanan Desa Pulotondo. Perhitungan dilakukan dengan simulasi kondisi tidak permanen dengan kebutuhan air berubah sesuai dengan kebutuhan tiap jamnya. Berdasarkan hasil akhir simulasi dengan menggunakan program WaterCAD v8 XM Edition, bahwa sistem jaringan pipa dapat berjalan dengan baik. Hal ini berdasarkan kondisi tekanan, kecepatan dan headloss yang sudah sesuai dengan syarat perencanaan dan volume tandon yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih di daerah studi.
STUDI PENGENDALIAN BANJIR DI SUNGAI PENGULURAAN KAB.MALANG MENGGUNAKAN METODE HEC-RAS Diana Septian Hartati; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1766.38 KB)

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia. Banyaknya sumber air yang dimiliki seperti sungai, danau dan waduk meningkatkan resiko terjadinya banjir, terutama pada daerah sekitar sumber air. Salah satu daerah yang memiliki resiko terjadinya banjir adalah Daerah Aliran Sungai Penguluran di Kabupaten Malang. Curah hujan yang tinggi pada musim hujan dan daerah sekitar sungai yang memiliki rintangan topografi pegunungan menyebabkan resiko banjir lebih besar.Salah satu upaya pengendalian banjir adalah dengan melakukan perencanaan galian dan Timbunan pada sungai. Cara ini adalah suatu bagian yang sangat penting dalam usaha untuk pencegahan banjir. Di dalam perhitungan debit banjir rancangan dari data hujan 10 tahun yaitu Stasiun Sitiarjo, Stasiun Turen, dan Stasiun Dampit dengan menggunakan Metode HSS Nakayasu dengan kala ulang 10 tahun adalah sebesar 178,863 m3/det. Berdasarkan  perolehan dari debit banjir maka  Sungai Penguluran perlu dilakukan perencanaan galian dan timbunan  dengan total hasil galian sebesar 9.677,1 m3 dan timbunan sebesar 5.857,6 m3.Dalam penelitian ini akan membahas mengenai upaya pengendalian banjir di Sungai Penguluran, selain merencanakan galian dan timbunan juga akan menggunakan aplikasi HEC-RAS. Penggunaan aplikasi ini dilakukan dengan menganalisa curah hujan rata-rata, menghitung curah hujan rencana, menghitung kapasitas sungai, dan memasukkan data-data terkait dalam program HEC-RAS. Sehingga dengan peningkatan efisiensi galian dan timbunan sungai diharapkan dapat memberikan solusi dalam permasalahan di Sungai Peguluran agar tidak terjadi luapan banjir di setiap tahunnya.
Studi Perencanaan Dinding Penahan Tanah Pada Tebing Sungai Brantas Di Area Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kota Malang Arif Gunawan Wibisono; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.231 KB)

Abstract

Sungai brantas yang terletak di Propinsi Jawa Timurmerupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa, pada 110°30' BT sampai 112°55' BT dan 7°01' LS sampai 8°15' LS. Sungai Brantas mempunyai panjang ± 320 km dan memiliki luas wilayah sungai ± 14.103 km yang mencakup ± 25% luas Propinsi Jawa Timur atau  ± 9% luas Pulau Jawa.. Bencana yang ditimbulkan oleh sungai diantaranya adalah banjir dan erosi tebing sungai. Berdasarkan uraian di atas, perlu dilakukan perencanaan tebing pada sungai, dengan menggunakan DPT (Dinding Penahan Tanah) agar kerusakan yang terjadi akibat pergerakan tanah pada tebing sungai dapat di minimalisir. Digunakan metode Log Person Type III untuk mendapatkan curah hujan rencana. Analisa perhitungan debit banjir rencana dengan metode rasional didapatkan Q=14.562 m3/det. Bentuk penampang sungai rencana berbentuk trapezium tunggal. tinggi bangunan 15 m dan lebar kaki perkuatan 7.5 m, dan material yang digunakan adalah batu kali. Dari desain perkuatan tebing yang ada maka didapatkan hasil sebagai berikut : stabilitas terhadap guling 3.71 1.5 (aman), geser 4.04 1.5 (aman) dan eksentrisitas 0.23 < 1(aman). Stabilitas longsor tebing menggunakan Metode Fellinius hingga didapatkan hasil F=1.40 > 1.25 (relatif stabil).Kata Kunci : Dinding Penahan, Sungai Brantas
Model Penataan Ruang Kawasan DAS Berbasis KonservasI (Studi Kasus Sub DAS Bango Kota Malang) Warsito Warsito; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.777 KB)

Abstract

Ekosistem DAS merupakan bagian yang penting karena mempunyai fungsi perlindungan terhadap DAS. Aktivitas dalam DAS yang menyebabkan perubahan ekosistem, misalnya perubahan tataguna lahan, khususnya di daerah hulu, dapat memberikan dampak pada daerah hilir berupa perubahan fluktuasi debit air dan kandungan sedimen serta material terlarut lainnya. Adanya keterkaitan antara masukan dan keluaran pada suatu DAS ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk menganalisis dampak suatu tindakan atau aktivitas pembangunan di dalam DAS terhadap lingkungan, khususnya hidrologi.Daerah yang kitaKajiadalah Sub DAS Bango.Berdasarkan data tahun 2008  luas Sub DAS bango  sebesar 23.251 Ha yang terdiri dari semak 178,051 Ha, tegalan 8.014,7213 Ha, hutan 2.859,5174 Ha, sawah 4.912,3561 Ha, pemukiman 4.370,6896 Ha, dan kebun campuran 159,2594 Ha, DAS Bango kerap sekali menjadi tempat kembalinya air yang dibuang dari berbagai lahan pertanian, pemukiman, dari daerah disekitarnya.Penelitian yang akandilaksanakanbertujuankhususuntuk   1).Membuat Model PenataanRuangBerbasisKonservasisehingga di perolehrencanatataruang yang berbasiskanhidrogeologi yang mampumengatasipermasalahandalamPengelolaansumberdaya Air. 2).Menerapkan model tersebutdalam Wilayah Sub DAS BangosehinggadapatmemberimasukankepadaPemerintah Daerah SetempatkhususnyadanPemerintah Daerah lain padaumumnya.Variabel model dan Penataan ruang berbasis Konservasi terdiri dari variabel tata ruang dan variabel hidrogeologi. Yang termasuk dalam variabel tata ruang yakni sebaran tata guna lahan,  sedangkan variabel hidrogeologi yakni variabel DAS, debit banjir, variabel jenis tanah, nilai Curve Number dan HRU ( Hydrologic Responsif Unit ). Dalam pembuatan model setiap variabel di buat unit spasial (layer) menggunakan AVSWAT 20004 (Arc View Soil and Water Assessment Tool) adalahsebuahsoftware yang berbasisSistemInformasiGeografis (SIG)
Studi Perencanaan Perluasan Struktur Dermaga PT Berlian Manyar Sejahtera Gresik Eka Tsamrotul Fikriyyah; Warsito Warsito; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.662 KB)

Abstract

PT Berlian Manyar Sejahtera Gresik adalah perusahaan joint venture antara PT Pelindo III melalui anak usahanya yaitu PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) sebagai salah satu penyedia fasilitas jasa bongkar muat terbesar di Jawa Timur yang juga memiliki peran mengurai kongesti di Tanjung Perak maupun daerah Manyar Gresik agar  perekonomian di Jawa Timur tetap stabil. Namun sejak beroperasi pada tahun 2016, produktiftas logistik pada demaga PT Berlian Manyar Sejahtera Gresik semakin meningkat sehingga perlu dilakukan pengembangan demaga berupa perluasan dermaga untuk kapal maksimum 100000 DWT.Pada dermaga tersebut memiliki tipe dermaga terbuka dengan struktur atas berupa plat dan balok cor in-situ dan tiang pancang sebagai struktur bawah. Perancanaan struktur dermaga dimulai dengan perhitungan layout perairan dan daratan dermaga  kemudian analisis beban - beban yang terjadi pada dermaga. Setiap beban akan memengaruhi perhitungan struktur dermaga yaitu plat, balok, dan tiang pancang yang di analisis menggunakan aplikasi SAP 2000.Dari perhitungan ini, diperoleh penambahan panjang dermaga adalah 307 m dengan kedalaman dermaga -17mLWS. Beban bentur kapal yang terjadi  pada dermaga adalah beban berthing 1123.8 kN dengan fender SCN 1200 F1.5dan beban mooring 50 ton dengan bollard kapasistas 50 ton. Sedangkan pada perencanaan struktur diperoleh dimensi plat t=400 mm, dimensi balok crane memanjang dan melintang = 1100 x 1200 mm, balok tepi = 900x1000mm. Untuk struktur bawah dermaga menggunakan tiang pancang Steel Pile Pipe (SPP) dengan diameter tiang pancang SPP adalah 1800 mm (tipe tiang tegak) serta direncanakan diameter concrete filler (kolom virtual) adalah 1750 mm dengan panjang 2.5m. Kata Kunci : Struktur dermaga,in-situ, SAP 2000 
Studi Evaluasi Saluran Pembuang Pada Daerah Irigasi Kebonagung Kabupaten Sumenep Riska Riska; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.716 KB)

Abstract

Daerah Irigasi kebonagung adalah salah satu Daerah Irigasi di kabupaten Sumenep yang memiliki luas baku sawah 767 Ha. Daerah Irigasi Kebonagung meliputi 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Kota Sumenep, Kecamatan Saronggi dan Kecamatan Batuan.Salah satu Kecamatan yang memiliki permasalahan pengaturan salran pembuang di areal persawahan yaitu kecamatan Batuan, tepatnya di desa Patean.Areal persawahan di desa Patean selalu terjadi banjir apabila intensitas hujan tinggi. Evaluasi saluran pembuang di areal persawahan ini perlu dilakukan dengan harapan permasalahan banjir saat ini dapat segera diatasi.Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi Kebonagung, mengetahui besar debit buangan dari lahan dengan kala ulang 5 tahun, menganalisa kondisi saluran pembuang eksisting pada Daerah Irigasi Kebonagung di desa Patean,mengetahui dimensi saluran pembuang rencana pada Daerah Irigasi Kebonagung di desa Patean. Debit rencana diperoleh dari Hasil perhitungan modulus pembuang dan data topografi Daerah Irigasi Kebonagung. Debit rencana digunakan untuk merencanakan saluran pembuang. Pembuang 1 tidak mampu memuat dan mengalirkan debit air yang akan dibuang sehingga diperlukan perencanaan ulang karena debit saluran pembuang 1 eksisting sebesar 0,202 m3/dtsedangkan debit rencana sebesar 1,353 m3/dt. Debit saluran pembuang 2 eksisting sebesar 4,418 m3/dtsedangkan debit rencana sebesar 2,631 m3/dt, dengan demikian dimensi saluran eksisting mampu memuat dan mengalirkan debit air yang akan dibuang sehingga tidak diperlukan perencanaan ulang.Debit saluran pembuang 3 eksisting sebesar 1,924 m3/det sedangkan debit rencana sebesar 2,631 m3/det, dengan demikian dimensi saluran eksisting tidak mampu memuat dan mengalirkan debit air yang akan dibuang.Kata Kunci :Daerah Irigasi Kebonagung, Saluran Pembuang, Modulus Pembuang
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN TEROWONGAN PENGELAK PADA BENDUNGAN TIU SUNTUK KABUPATEN SUMBAWA BARAT Mega Dwi Putri; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terowongan Pengelak merupakan bangunan Pengelak pada Bendungan Tiu Suntuk. Diperlukannya konstruksi pembangunan bendungan perlu memperhatikan area pembebasan. Maka diperlukan bangunan pengelak. Terowongan pengelak dibangun sebelum pembangunan Bendungan Utama yang bertujuan untuk mengelakan aliran air sungai dari hulu ke bagian hilir bendungan untuk melindungi daerah pelaksanaan bendungan dari pengaruh aliran air agar tidak terganggu. Dari perencanaan bangunan pengelak yang sudah ada di desain berbentuk conduit, maka dicoba menganalisis perencanaan baru dengan alternatif berbentuk lingkaran. Pada studi ini. Hasil dari studi perencanaan terowongan pengelak ini yaitu Terowongan berbentuk lingkaran dengan dimensi 4 m. Beban yang bekerja dalam terowongan merupakan Tekanan Batuan Vertikal yaitu : 7,89 t/m, Berat Sendiri yaitu: 1,68 t/m, Tekanan Air Vertikal yaitu : 4m, Tekanan Air Horizontal yaitu : 4m, Tekanan Air Dalam Terowongan dengan hasil : 9,6 t/m2, Tekanan Batuan Horizontal (kondisi normal) yaitu : 3,95 t/m, Tekanan Batuan Horizontal (kondisi gempa) yaitu : 0,59 t/m, Tekanan Uplift yaitu : 9,4 t/m2. Stabilitas terowongan pada batuan keras yaitu : 2,3 kg/cm2. Kata Kunci: Studi Alternatif, Debit Rancangan, Terowongan Pengelak.
Analisa Kerusakan Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) Pada Ruas Jalan Pacing-Pacet kabupaten Mojokerto Dengan Metode 1 Pavement Condition Index (PCI) Ery Dharmawan; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 6 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.22 KB)

Abstract

Analysis the damage flexible pavement by method pavement condition index (PCI) on the Pacing-Pacet road section, road pavement damage assessment system thatrefers to the type, dimensions, and level of damage that occurred, and can be oneof the references to determine the type of maintenance of road pavement damage.The Pacing-Pacet road section has become one of the main accesses, resulting inmany vehicles crossing the Pacing-Pacet road section, so that the burden receivedby the road becomes greater which will result in damage to the pavement. Thisstudy aims to determine the pavement conditions on the Pacing-Pacet road usingthe pavement condition index (PCI) method with a section length of 21 km dividedinto 42 segments where each segment has a size of 500 x 9 m. Analysis of eachsegment is done visually in the field by measuring the dimensions of the damage,identification of the type of damage, and the level of damage to determine the valueof the pavement condition index (PCI). The results of visual surveys in the fieldfound types of damage such as fillings, holes, sinks, wear, obesity, crocodile skincracks, longitudinal and transverse cracks, groove cracks, and without damage.The PCI value on the Pacing-Pacet road segment is 26, which means that thepavement conditions on the Pacing-Pacet road segment are bad, so the type ofmaintenance used is periodic maintenance so that the damage that occurs on thePacing-Pacet road section is not getting worse.Keywords: road damage analysis, type of road damage, PCI.