Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran STAD Berbantuan Software Wingeom 3D Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Bagja Nugraha Suryamiharja; Puji Budilestari; Irmawan
INTERMATHZO Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.134 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan software Wingeom 3D dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional berbantuan alat peraga manual. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XII SMK Bina Warga Bandung tahun ajaran 2017/2018. Adapun sampel penelitiannya adalah 40 siswa kelas XII AP 3 sebagai kelas eksperimen dan 37 siswa kelas XII AP 1 sebagai kelas kontrol. Sampel tersebut dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes tipe uraian soal-soal pemahaman konsep matematis tertulis dan lembar observasi. Lembar observasi digunakan untuk melihat aktivitas proses pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan, ada perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan software Wingeom 3D (kelas eksperimen) dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional berbantuan alat peraga manual (kelas kontrol). Dengan demikian Model pembelajaran STAD berbantuan software Wingeom 3D dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajarannya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis.
Penerapan Metode Improve untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Irma Meilani; Elly Retnaningrum; Irmawan
INTERMATHZO Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.175 KB)

Abstract

Matematika merupakan materi yang diajarkan di jenjang pendidikan Sekolah Dasar, Menengah, Atas maupun perguruan tinggi. Kemampuan komunikasi matematika diperlukan untuk proses berjalannya kegiatan belajar mengajar. Namun kemampuan komunikasi matematis masih rendah. Hal tersebut diakibatkan karena pendidik kurang melatih kemampuan komunikasi matematis siswa serta kurangnya pemberian soal-soal latihan metakognitif yang dapat merangsang siswa untuk memiliki kemampuan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode improve untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP serta untuk mengetahui apakah metode improve lebih baik daripada pembelajaran model konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas VIII SMP Negeri 28 Bandung tahun ajaran 2018-2019. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII E sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan yaitu tertulis dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan menggunakan bantuan SPSS 22 for windows. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang mendapatkan pembelajaran metode improve lebih baik daripada pembelajaran konvensional. Dengan demikian penerapan metode improve dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Agit Giat Gitawati; Elly Retnaningrum; Irma Irmawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.698 KB)

Abstract

Pendidikan menjadi modal utama manusia untuk bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Atas dasar tersebut maka saat ini siswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan intelektual saja, melainkan siswa juga dituntut untuk mengasah potensinya. Dalam proses pembelajaran matematika terdapat beberapa kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa yaitu salah satunya kemampuan komunikasi matematis siswa, sehingga untuk dapat dikatakan suatu pembelajaran berhasil maka kemampuan siswa harus meningkat, tetapi pada kenyataannya kemampuan komunikasi siswa di SMP tergolong rendah hal ini diperkuat oleh hasil wawancara kepada guru matematika di salah satu SMP di kota Bandung dan juga dilihat dari hasil ujian tengah semester pelajaran matematika pada tahun ajaran 2018/2019. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa adalah dengan penggunaan model pembelajaranyang melibatkan peran siswa untuk aktif selama proses pembelajaran. Peneliti menggunakan model pembelajaran Think Pair Share. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang pembelajarannya menggunakan penerapan model pembelajaran Think Pair Share lebih baik dari pada model pembelajaran konvensional.
Penerapan Model PBLl Berbantuan Media Precalculus untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siska Putri Permatasari; Puji Budilestari; Irmawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.484 KB)

Abstract

Pembelajaran adalah kegiatan seseorang mentransferkan ilmu yang dimilikinya atau interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Kemampuan pemecahan masalah matematis sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika disekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA dengan diterapkannya model pembelajaran PBL dengan bantuan media Pre Calculus. Metode ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 11 Bandung tahun ajaran 2018-2019. Adapun sampel penelitiannya adalah siswa kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 4 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel tidak dilakukan secara acak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes tipe uraian berupa soal-soal kemampuan pemecahan masalah matematis tertulis dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t melalui program SPSS 22 for windows yaitu dengan menggunakan Independent Sample t-Tes. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan, terdapat peningkatan dalam hal kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA dengan diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Pre Calculus dimana peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Pre Calculus lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan model
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Melalui Contextual Teaching and Learning (CTL) Verawati Triyani; Reviandari Widyatiningtyas; Irmawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.984 KB)

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis sangatlah diperlukan siswa dalam memecahkan suatu permasalahan matematika. Namun kemampuan dalam pemecahan masalah matematis siswa ternyata masih rendah. Hal tersebut disebabkan karena jarang di latihnya kemampuan pemecahan masalah siswa saat proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP melalui model pembelajan Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan bahwa model CTL dapat Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran CTL lebih baik dari pada model pembelajaran konvensional. Dengan demikian model pembelajan CTL dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajarannya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMK Wandy Hanggara; Reviandari Widyatiningtyas; Irmawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.703 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis sangat penting untuk ditingkatkan. Namun sayangnya fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis masih rendah berdasarkan hasil observasi peneliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMK Jurusan Pemasaran di SMK N 3 Bandung tahun ajaran 2018-2019. Adapun sampel penelitannya adalah siswa kelas X BDP 1 yang berjumlah 32 orang sebagai kelas kontrol dan siswa kelas X BDP 2 yang berjumlah 35 orang sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa soal-soal uraian kemampuan berpikir kritis matematis. Analisis dilakukan dengan menggunakan program SPSS 24 for windows. Berdasarkan analisis data, didapatkan kesimpulan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif meningkat dengan kategori cukup efektif dan kemampuan berpikir kritis siswa yang mendapat model pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif lebih baik daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional.
Pendampingan Pembuatan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Guru-Guru di SDN Rengasdengklok Selatan 3, Kab. Karawang Irmawan Irmawan; Eri Subekti; Hesti Widiastuti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8861

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar telah diperkenalkan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia. Namun perubahan ini juga memerlukan instrumen evaluasi yang sesuai agar dapat mengukur pencapaian kompetensi siswa secara akurat dan memberikan umpan balik yang relevan kepada guru dan siswa. Saat ini, masih terdapat kebutuhan untuk mengembangkan instrumen evaluasi yang dapat mengakomodasi prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka Belajar. Berdasarkan observasi dan wawancara awal yang dilakukan dengan guru dan kepala sekolah SDN Rengasdengklok Selatan 3, Kab. Karawang, kebutuhan akan sosialisasi pembuatan instrumen evaluasi pembelajaran SD berdasarkan kurikulum Medeka Belajar masih sangat besar. Laporan ini bertujuan untuk memaparkan hasil pendampingan dalam pembuatan instrumen evaluasi pembelajaran sesuai dengan Kurikulum Merdeka Belajar yang telah dilaksanakan di SDN Rengasdengklok Selatan 3, Kab. Karawang. Instrumen evaluasi yang tepat diperlukan untuk mengukur pencapaian kompetensi dan kemajuan siswa dalam konteks pendekatan Merdeka Belajar. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu para guru dalam mengembangkan instrumen evaluasi yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka Belajar dan meningkatkan pemahaman para guru SDN Rengasdengklok Selatan 3, Kab. Karawang, tentang prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran yang relevan dengan pendekatan Merdeka Belajar. Pendampingan dilaksanakan dalam bentuk in-house training di lokasi sekolah yang sudah disepakati ditambah dengan pendampingan secara berani menggunakan grup Whatsapp untuk memonitor kegiatan dan kemajuan pembuatan instrumen. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah publikasi jurnal pengabdian dan instrumen evaluasi yang dapat digunakan oleh guru di sekolah terkait.