Articles
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMA Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, And Transferring
Nadhirah Nur Afifah;
Puji Budilestari;
Iwan Gunawan
EDUCARE Vol. 15 No. 2, Desember 2017
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.535 KB)
Mathematics is one of the main subjects taught at every level of education. Mathematical communication skills are needed by students in understanding mathematics. But students' mathematical communication skills were still low. This is because teachers rarely train students' communication skills during the learning process. The purpose of this study was to determine the increase in mathematical communication skills of high school students through the implementation of REACT learning strategies. The method of this research is quasi-experimental research. Based on the results of data analysis, it was concluded that there was a better increase in students' mathematical communication skills both in writing and verbally which obtained REACT learning strategies than students who received conventional learning models. Thus REACT learning strategies can be used as an alternative for teachers in implementing their learning to improve students' mathematical communication skills.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMA Melalui Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition
Mira Yunita Maharani;
Puji Budilestari;
Mochamad Rasyid Ridha
INTERMATHZO Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.365 KB)
Harapan dalam dunia pendidikan matematika tingkat SMA adalah siswa harus memiliki beberapa kemampuan matematis sebagai penunjang dalam pembelajaran matematika. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa adalah kemampuan komunikasi matematis. Namun kesenjangan yang terjadi dilapangan adalah kemampuan komunikasi matematis siswa masih belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeroleh gambaran peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa SMA melalui penerapan model pembelajaran CIRC. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 11 Bandung tahun ajaran 2017/2018 dan sampelnya adalah siswa kelas X MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 5 sebagai kelas kontrol, sampel tersebut dipilih dengan teknik purposive sampling. Data yang telah didapat lalu diolah menggunakan uji-t dengan bantuan software SPSS 22.0 for Windows yaitu menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh hasil peningkatan kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa pada pokok bahasan aturan sinus, aturan cosinus dan luas segitiga yang mendapat perlakuan dengan model pembelajaran CIRC lebih baik dari kelas yang mendapat perlakuan dengan pembelajaran konvensional (discovey learning). Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CIRC dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa pada pokok bahasan aturan sinus, aturan cosinus dan luas segitiga.
Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share Terhadap Peningkatan Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis Siswa SMK
Desti Karlina;
Puji Budilestari;
Irmawan
INTERMATHZO Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (152.216 KB)
Matematika merupakan mata pelajaran yang diajarkan disetiap jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SLTA bahkan Perguruan Tinggi. Matematika sangat penting, baik dalam pendidikan formal maupun nonformal. Kemampuan berpikir kreatif matematis masih sangat diperlukan siswa dalam memahami matematika. Namun kemampuan berpikir kreatif matematis siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMK melalui model pembelajaran Think Pair Share. Instrumen pembelajaran yang digunakan yaitu silabus yang telah ditentukan oleh permendikbud, membuat desain RPP sendiri yang disesuaikan dengan model pembelajaran sebanyak 3 kali pertemuan untuk masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data yang dikumpulkan berupa data hasil pretes dan postes. Data hasil pretes dan postes tersebut dianalisis dengan software SPSS untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis.Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMK yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Think Pair Share lebih baik dari pada pembelajaran konvesional.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran STAD Berbantuan Software Wingeom 3D Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Matematis Siswa
Bagja Nugraha Suryamiharja;
Puji Budilestari;
Irmawan
INTERMATHZO Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.134 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan software Wingeom 3D dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional berbantuan alat peraga manual. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XII SMK Bina Warga Bandung tahun ajaran 2017/2018. Adapun sampel penelitiannya adalah 40 siswa kelas XII AP 3 sebagai kelas eksperimen dan 37 siswa kelas XII AP 1 sebagai kelas kontrol. Sampel tersebut dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes tipe uraian soal-soal pemahaman konsep matematis tertulis dan lembar observasi. Lembar observasi digunakan untuk melihat aktivitas proses pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan, ada perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan software Wingeom 3D (kelas eksperimen) dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional berbantuan alat peraga manual (kelas kontrol). Dengan demikian Model pembelajaran STAD berbantuan software Wingeom 3D dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajarannya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis.
Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA Melalui Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending)
Ami Nur Dwiutami;
Puji Budilestari
INTERMATHZO Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.228 KB)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu penerapan model pembelajaran CORE terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa serta untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa SMA yang memperoleh pembelajaran dengan model CORE dan pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan dalam pada penelitian ini yaitu metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian kelompok kontrol non-ekuivalen. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 8 Bandung dengan sampel kelas XI MIPA 9 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 7 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan koneksi matematis dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji t yaitu Paired Sample t test untuk data pretes dan postes kelas eksperimen, serta Independent Sample t test untuk data indeks gain dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data dari hasil observasi menggunakan perhitungan persentase. Berdasarkan analisis terseut, diperoleh hasil terdapat peningkatan kemampuan koneksi matematis pada siswa SMA seteah diterapkan model pembelajaran CORE serta terdapat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa SMA yang memperoleh pembelajaran model CORE dengan pembelajaran konvensional.
Penerapan Metode Personalized System Of Instruction untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
Mutiara Lestari;
Puji Budilestari;
Mochamad Rasyid Ridha
INTERMATHZO Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.281 KB)
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMA meningkat dengan menggunakan metode Personalized System of Instruction (PSI). Metode penelitian adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian The Nonequivalent Pretest- Posttest. Hasil penelitian adalah menunjukkan bahwa meningkatnya kemampuan pemahaman konsep matematis dengan penerapan metode Personalized System of Instruction. Dan terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis pada siswa SMA yang memperoleh metode pembelajaran Personalized System of Instruction (PSI) berbeda dengan yang memperoleh model pembelajaran Direct Learning (DL).
Implementasi Model Pembelajaran Generatif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Matematis Siswa SMP
Resma Devi Nurhayat;
Puji Budilestari;
Mochamad Rasyid Ridha
INTERMATHZO Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (282.363 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis matematis melalui model pembelajaran generatif dalam pembelajaran matematika, berdasarkan masalah yang ditemukan saat observasi bahwa kemampuan berpikir logis rendah. Kemampuan berpikir logis sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah matematika. Namun kemampuan berpikir logis ini masih rendah, hal ini dikarenakan kurangnya dilatih kemampuan berpikir logis siswa saat proses pembelajaran. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Bandung tahun ajaran 2018-2019. Adapun sampel penelitiannya adalah siswa kelas VIII B yang terdiri dari 31 siswa, sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D yang terdiri dari 32 siswa, sebagai kelas kontrol. Sampel tersebut dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes tipe uraian berupa soal-soal kemampuan berpikir logis matematis. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan, bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir logis matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran generatif dan terdapat peningkatan kemampuan berpikir logis matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran generatif daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian model pembelajan generatif dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajarannya untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis matematis siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Berbantuan Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMK.
Syifa Rohmatul Kamilah;
Puji Budilestari;
Iwan Gunawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.949 KB)
Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan menuangkan, menyatakan, menerjemahkan, mengungkapkan, atau membuat model dari ide-ide atau konsep matematika, diantaranya ke dalam bentuk matematis baru yang beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis menggunakan model PBL dengan berbantuan Geogebra. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X (sepuluh) di SMK Bina Warga tahun ajaran 2018-2019. Adapun sampel penelitian ini adalah siswa kelas X PM 1 sebagai kelas kontrol dan X PM 2 sebagai kelas eksperimen. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tipe uraian dan lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa; 1) terdapat peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang dalam pembelajarannya menggunakan pembelajaran Problem Based Learning dengan berbantuan Geogebra; serta 2) peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran Problem Based Learning dengan berbantuan Geogebra lebih baik daripada pembelajaran konvensional.
Penerapan Model PBLl Berbantuan Media Precalculus untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
Siska Putri Permatasari;
Puji Budilestari;
Irmawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640.484 KB)
Pembelajaran adalah kegiatan seseorang mentransferkan ilmu yang dimilikinya atau interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Kemampuan pemecahan masalah matematis sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika disekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA dengan diterapkannya model pembelajaran PBL dengan bantuan media Pre Calculus. Metode ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 11 Bandung tahun ajaran 2018-2019. Adapun sampel penelitiannya adalah siswa kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 4 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel tidak dilakukan secara acak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes tipe uraian berupa soal-soal kemampuan pemecahan masalah matematis tertulis dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t melalui program SPSS 22 for windows yaitu dengan menggunakan Independent Sample t-Tes. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan, terdapat peningkatan dalam hal kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA dengan diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Pre Calculus dimana peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Pre Calculus lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan model
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN PERAPAN STRATEGI LEARNING WITH QUIS TEAM
Agung Cahya Gumilar;
Lia Yuliantika;
Puji Budilestari
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 8 No 2 (2022): JUMLAHKU VOL.8 NO.2 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33222/jumlahku.v8i2.2401
Penelitian ini berjudul “Meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan penerapan strategi learning with quiz team”. Kemampuan komunikasi matematis siswa merupakan salah satu dari keampuan siswa yang harus dikembangkan dan sesudah proses pembelajaran. Hal ini karena melalui kemempuan komunikasi matematis siswa dapat mengorganisasikan berpikir matematis siswa secara lisan maupun tulisan. Salah satu untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan penerapan strategi learning with quiz team. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan penerapan strategi learning with quiz team lebih baik dari siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan sifat penelitian kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 3 Purwadadi dan sampel dari penelitian ini diambil dua kelas yaitu kelas VII F dan VII C. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan tes kemampuan komunikasi matematis siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan strategi learning with quiz team. Berdasarkan analisis data hasil penelitian menggunakan SPSS V.23 for windows, bahwa 1) Proses pembelajaran strategi learning quiz team dapat terlaksana dengan sangat baik. 2) Terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa setelah diterapkan strategi learrning with quiz team. 3) Terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis lisan siswa setelah diterapkan strategi learrning with quiz team. 4) Kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa yang pembelajarannya menggunakan strategi learning with quiz team lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional.5) Kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa yang pembelajarannya menggunakan strategi learning with quiz team lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis lisan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional.