Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : EDUCARE

PENDIDIKAN DAN KONFLIK SOSIAL Elly Retnaningrum
EDUCARE Vol. 4 No.2, Februari 2007
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.902 KB)

Abstract

Sebagian dari akar permasalahan dari konflik sosial adalah kondisi sosial-ekonomi-politik, tingkat pendidikan, tingkat pendalaman agama, terbentuknya mentalitas dan moralitas yang dilandasi ketidakdewasaan perilaku sosial psikologis, lingkungan yang ada dalam masyarakat itu sendiri kurang kondusif. Kondisi yang digambarkan tersebut menggiring ke arah perlunya mempedulikan persoalan moralitas secara lebih serius. Ini mengimplikasikan perlunya pembenahan yang serius pada wilayah moral. Salah satu aspek yang subtansial adalah pengenalan dan penanaman nilai-nilai kebenaran dan kesalahan atau kebaikan dan keburukan yang terdapat dalam suatu tindakan. Dan ini bisa dilakukan melalui pendidikan, baik di keluarga, sekolah maupun masyarakat.
PENDIDIKAN MORAL: PILAR REFORMASI YANG TERLUPAKAN Elly Retnaningrum
EDUCARE Vol. 5 No. 1, Agustus 2007
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.311 KB)

Abstract

Masalah-masalah moral yang serius dihadapi oleh bangsa Indonesia antara lain menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, keadilan, penyelewengan, adu domba, fitnah, menipu, mengambil hak orang lain, menjilat dan perbuatan- perbuatan maksiat lain. Mengapa pendidikan moral perlu dikedepankan? Adanya panutan nilai, moral, dan norma dalam diri manusia dan kehidupan akan sangat menentukan totalitas diri individu atau jati diri manusia, lingkungan sosial, dan kehidupan individu. Oleh karena itu, pendidikan nilai yang mengarah pada pembentukan moral yang sesuai dengan norma-norma kebenaran menjadi sesuatu yang esensial bagi pengembangan manusia utuh dalam konteks sosialnya. Kata Kunci: moral, nilai, norma 
Pengaruh Penerapan Metode Guided Discovey Learning terhadap Peningkatan Kemampuan Observasi Matematis pada Siswa Pramuditya Rizki Pratama; Marthen Tapilouw; Elly Retnaningrum
EDUCARE Vol. 11 No. 2, Desember 2013
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.762 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menemukan jawaban atas masalah: Apakah terdapat pengaruh penerapan metode Guided Discovery Learning terhadap peningkatan kemampuan observasi matematis pada siswa?. Metode penelitian melalui desain kuasi eksperimen. Populasi adalah SMA Negeri 8 Bandung dengan sampel diambil dua kelas dari kelas parallel pada kelas X. Melalui analisis perbedaan dua rata-rata, kemampuan observasi matematis siswa dengan menggunakan uji-t didapat kesimpunan bahwa terdapat pengaruh penerapan metode Guided Discovery Learning terhadap peningkatan kemampuan observasi matematis pada siswa. Apabila dilihat dari uji gain disimpulkan bahwa kualias peningkatan kemampuan observasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan metode Guided Discovery Learning termasuk kedalam kriteria tinggi.
Pengaruh Penerapan Model Experiential Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Aplikasi Matematis Pada Siswa SMK Agung Muhammad Yunus; Puji Budilestari; Elly Retnaningrum
EDUCARE Vol. 14 No. 2, Desember 2016
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.606 KB)

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya kemampuan aplikasi matematis pada siswa SMK. Pada proses pembelajaran ekspositori siswa cenderung diarahkan untuk menghafal dan menimbun informasi, sehingga peserta didik pintar secara teoritis tetapi miskin aplikasi. Akibatnya kemampuan aplikasi matematis menjadi beku, bahkan menjadi susah untuk dikembangkan. sehingga untuk meningkatkan kemampuan aplikasi matematis dalam penelitian ini menerapkan model Experiential Learning. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X program keahlian Teknik Mesin Pekakas di SMK Negeri 2 Kota Bandung, dengan menggunakan Purposive Sampling yaitu memilih dua kelas yang sudah terbentuk berdasarkan pertimbangan sekolah. Penelitian ini menggunakan disain kelompok kontrol non-ekivalen (The Non-Equivalent Control Group Design). Untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematis siswa digunakan instrument tes. Analisis data dalam penelitian ini mengunakan Uji-t. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut. Terdapat pengaruh penerapan Model Experiential Learning terhadap Peningkatan Kemampuan Aplikasi Matematis pada Siswa SMK, yang dirinci oleh peneliti sebagai berikut (1) Terdapat peningkatan kemampuan aplikasi matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Experiential Learning. (2) peningkatan kemampuan aplikasi matematis dengan model Experiential Learning lebih baik dari pada metode pembelajaran ekspositori.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Instruction Terhadap Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMP Riza Annisa Muthmainnah; Elly Retnaningrum; Puji Budilestari
EDUCARE Vol. 14 No. 2, Desember 2016
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.65 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan koneksi matematis yang perlu ditingkatkan, oleh karena itu dilakukan suatu kajian tentang penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction pada pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuasi-eksperimen karena sampel yang digunakan diambil secara tidak acak. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung, sedangkan sampel diambil dua kelas yaitu kelas VII-6 sebagai kelas kontrol yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelas VII- 8 sebagai kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan koneksi matematis untuk memperoleh data kuantitatif dan lembar observasi untuk memperoleh data kualitatif. Analisis data kauntitatif dilakukan dengan Uji-t yang diperoleh dari skor gain yang ternormalisasi, sedangkan data kualitatif diperoleh dari lembar observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa terdapat peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction dan peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Intruction lebih baik dari siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individually (TAI) Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA Dewi Nurrizki; Reviandari Widyatiningtyas; Elly Retnaningrum
EDUCARE Vol. 14 No. 2, Desember 2016
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.708 KB)

Abstract

This study aims to obtain empirical evidence about the effect of the TAI learning model on improving the mathematical problem solving abilities of high school students. This study used a quasi-experimental method with a non-equivalent control group research design. The instrument used for this study was a test of students' mathematical problem solving abilities to obtain quantitative data and observation sheets for the implementation of learning in the experimental class. Quantitative data analysis in this study used the normality test, variance homogeneity test, and average difference test. While the results of the observation sheet to describe the implementation of learning in class. The results of the study were obtained as follows. (1) There is an increase in mathematical problem solving abilities of high school students using the TAI learning model. (2) Improvement of mathematical problem solving abilities of high school students who use the TAI learning model is better than high school students who use conventional learning models.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis pada Siswa SMP Kurniasih Eka Sakti; Elly Retnaningrum; Irmawan
EDUCARE Vol. 15 No. 2, Desember 2017
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.901 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis pada siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri dan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dengan siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri lebih baik dari pada siswa menggunakan model pembelajaran ekspositori. Design penelitian ini adalah kuasi kontrol non ekivalen. Instrumen penelitian yang dilakukan yaitu dengan membuat desain RPP sebanyak empat kali pertemuan untuk masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data yang dilakukan adalah dengan cara tes uraian yaitu test pretes dan postes. Data hasil pretes dan postes yang diberikan setiap kali pertemuan. Data hasil pretes dan postes siswa kemudian dianalisis dengan software SPSS dan Microsoft excel untuk melihat peningkatan model pembelajaran. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri lebih baik dari pada model pembelajaran ekspositori secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis pada siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri. (2) Kemampuan berpikir kritis dengan siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran ekspositori.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Sekolah Dasar Kharismawati; Elly Retnaningrum; Sri Rohartati
EDUCARE Vol. 17 No. 1, Juni 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.487 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik sekolah dasar, hal ini terjadi karena kekurangan dari berbagai pihak termasuk dalam pembelajarannya belum menggunakan model pembelajaran yang bervariasi. Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis dapat meningkat melalui pembelajaran kooperatif tipe TPS. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen yang dilakukan pada peserta didik kelas V di SDN Taman Kopo Indah Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung tahun ajaran 2018/2019. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 peserta didik kelas V B yang bertindak sebagai kelas eksperimen dan 32 peserta didik kelas V A yang bertindak sebagai kelas kontrol. Adapun tipe tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe soal subjektif, karena tipe tes ini memungkinkan peneliti dapat melihat proses peserta didik dalam berpikir dan menjawab soal yang diberikan juga dalam jawaban uraian dapat terlihat kesalahan serta kesulitan peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan, sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis dapat meningkat melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS.