Abdul Aziz
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Lembaga Pendidikan Islam Berbasis Kewirausahaan Abdul Aziz; Astuti Darmiyanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.736 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6406

Abstract

Lembaga pendidikan Islam dengan pendekatan bisnis juga harus memiliki sistem dan infrastruktur yang dijiwai oleh budaya perusahaan yang unggul (great corporate culture). Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan kegaitan usahanya. Pendidikan kewirausahaan, juga memungkinkan individu bekerja dan berkarya di bidang yang diminati, karena mereka berusaha menciptakan pekerjaan mereka sendiri. Implikasinya, tentu akan meningkatkan etos dan durabilitas kinerja. Hal ini akan menghindari jumlah karyawan yang bekerja dengan perasaan terpaksa dan cenderung berprinsip ABS (asal bapak senang), sehingga membuat perahu perusahaan berat untuk berlayar karena banyak pekerjaan tambalan yang harus dilakukan.Pendidikan yang berwawasan kewirausahaan, adalah pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dan metodologi ke arah pembentukan kecakapan hidup (life skill) pada peserta didiknya melalui kurikululm yamg dikembangkan di lembaga pendidikan Islam. Kerangka pengembangan kewirausahaan dikalangan tenaga pendidik dirasakan sangat penting, karena pendidik adalah agen of change yang diharapkan mampu menanamkan ciri-ciri, sifat dan watak serta jiwa kewirausahaan atau jiwa entrepreneur bagi peserta didiknya. Di samping itu, jiwa entrepreneur juga sangat diperlukan bagi seorang pendidik, karena melalui jiwa ini, para pendidik akan memiliki orientasi kerja yang lebih efisien, kreatif, inofatif, produktif, dan mandiri.
Non-test evaluation instrument on Islamic religious education subjects in the value of monotheism zulfa telian ristamala; abdul mustofa; Ahmad Mashuda; akil; abdul aziz
EduGrows: Education and Learning Review Vol. 1 No. 2 (2025): Contextual and Innovative Approaches in Education: Local Wisdom, Curriculum Dev
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/edugrows.v1i2.73

Abstract

This study aims to examine the application and development of non-test evaluation instruments in Islamic Religious Education (PAI), particularly in assessing the values of tawhid (monotheism). Using a qualitative approach through literature review, this research analyzes relevant scientific literature to understand the effectiveness, forms, and challenges in the implementation of non-test evaluations. The findings reveal that instruments such as observation, reflective journals, self-assessment, and religious portfolios can provide a more comprehensive picture of the internalization of tawhid values compared to written tests. However, the implementation of non-test evaluations still faces challenges such as subjective assessment, time constraints, and lack of teacher training. Therefore, strengthening teacher capacity, developing valid and reliable instruments, and institutional support are necessary for the optimal implementation of non-test evaluation in Islamic Religious Education.