Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEK PELEMBAB KULIT SEDIAAN SHOOTING GEL KOMBINASI DAUN LIDAH BUAYA DAN BUAH ANGGUR Ririn Suharsanti; Lilies Wahyu Ariyani
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit kering merupakan salah satu masalah kulit yang umum dijumpai pada masyarakat khususnya bagi yang tinggal di iklim tropis seperti Indonesia. Berkurangnya nilai kelembaban kulit dapat diatasi dengan memberikan perawatan terhadap kulit. Perawatan dapat dilakukan dengan sediaan topikal yang mengandung antioksidan salah satunya yaitu shooting gel kombinasi daun lidah buaya dan buah anggur. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perlakuan pemakaian sediaan shooting gel kombinasi daun lidah buaya dan buah anggur terhadap nilai kelembaban kulit manusia. Gel bagian dalam daun lidah buaya dan buah anggur kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan shooting gel dengan variasi konsentrasi yaitu formula I (85%) dan formula II (90%). Sediaan shooting gel dievaluasi dengan parameter kelembaban kulit pada probandus manusia yang telah menggunakan sediaan di tangan selama 14 hari. Nilai kelembaban kulit sukarelawan uji diukur menggunakan digital moisture oil content skin analyzer pada hari ke-0 (pre-test) disebut baseline dan pada hari ke 14 (post-test). Data nilai kelembaban terhadap nilai sebelum dan sesudah penelitian dibandingkan dengan paired t test berpasangan (antara baseline hari ke-0 dan hari ke-14 masing-masing formula). Hasilnya pada Formula I (FI) Nilai t hitung -1.776 dengan sig 0.110. Karena sig > 0.05, maka rata-rata kelembaban kulit sebelum dan sesudah pemakaian shooting gel Formula I (FI) sama. Dapat disimpulkan pemakaian shooting gel FI tidak berpengaruh pada kelembaban kulit. Sedangkan pada FII nilai t hitung -2.680 dengan sig 0.025. Karena sig < 0.05, maka rata-rata kelembaban kulit sebelum dan sesudah pemakaian shooting gel Formula II (FII) berbeda sehingga dapat disimpulkan pemakaian shooting gel FII berpengaruh memperbaiki kelembaban kulit.
OPTIMASI FORMULA KOMBINASI GEL MADU DAN LIDAH BUAYA (Aloe Vera) PADA PENYEMBUHAN LUKA GANGREN DIABETIK Dwi Hadi Setya Palupi; Ririn Suharsanti
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka gangren adalah komplikasi serius pada diabetes mellitus yang berpotensi menimbulkan kematian. Madu dan Lidah buaya (Aloe vera) adalah bahan alam yang masing-masing telah terbukti memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka Riset ini bertujuan untuk mendapatkan formula polyherbal topikal madu dan lidah buaya yang terbaik sebagai sediaan topikal untuk terapi luka gangren diabetik. Formulasi gel kombinasi madu dan lidah buaya menggunakan carbophol 934, propilenglikol dan TEA dalam berbagai perbandingan. Evaluasi sediaan krim yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas fisik, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji viskositas. Pengujian efektivitas sediaan dilakukan terhadap penyembuhan luka gangren diabetik pada mencit jantan galur swiss webster. Penentuan formula optimum gel dengan metode simplex lattice design menggunakan software Design Expert, yang diverifikasi secara statistik dengan uji T berpasangan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan Formula optimum sediaan gel kombinasi lidah buaya 4,8% dan madu 15,2% menghasilkan sediaan yang baik dalam hal karakteristik fisik, dengan efektivitas penyembuhan luka gangren diabetik lebih maksimal.
SIFAT FISIK DAN INDEKS IRITASI SEDIAAN SHOOTING GEL KOMBINASI LIDAH BUAYA DAN BUAH RAMBUTAN Lilies Wahyu Ariani; Ririn Suharsanti
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shooting gel merupakan kosmetika yang sekarang ini menjadi trend di masyarakat untuk perawatan kulit terutama untuk kulit kering.Pada penelitian ini dibuat formulasi sediaan shooting gel dengan kombinasi lidah buaya (Aloe vera) dan buah rambutan (Nephelium lappaceum) dimana merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi masyarakat dan digunakan untuk pengobatan. Tanaman tersebut dapat digunakan sebagai bahan pelembap kulit dan bersifat sebagai antioksidan. Variasi kombinasi konsentrasi formulasi sediaan shooting gel yang digunakan yaitu FI (85%); FII (90%) dan FIII (95%). Pengujian yang dilakukan antara lain : karakteristik fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar dan indeks iritasi pada kulit menggunakan tikus secara in vitro. Data dianalisis dengan SPSS 16,0 dengan Oneway anova dan Uji t berpasangan untuk mengetahui perbedaan yang bermakna pada tiap formula. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sediaan shooting gel dengan kombinasi lidah buaya dan buah rambutan semua sediaan homogen dan pada uji statistik terhadap pengujian daya lekat tidak ada perbedaan yang signifikan (p>0,05) tetapi berbeda signifikan dengan pH, viskositas dan daya sebar (p<0,05). Pada uji daya iritasi menunjukkan pada semua konsentrasi formula sediaan shooting gel tidak menimbulkan iritasi pada kulit tikus.
PELATIHAN DAN PENYULUHAN PEMANFAATAN BUAH PEPAYA SEBAGAI MPASI UNTUK MENCEGAH STUNTING Ma’rifatun Izati; Liberta Isnanida Alkausari; Fenti Aprilia Lailatulsifa; Indra Tama Saputra; Insania Cantika Sari; Intan Agustiana; Lhuzziana Rizky Afriliantiko; Felicia Regina Oktavianti; Lutfhi Berlian Shandra; Mada Cahya Rizki Artianti; Muhammad Anang Maulana; Lilies Wahyu Ariani; Ririn Suharsanti
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that has a negative impact on children's growth and development. Preventing stunting requires optimal nutritional intervention, one of which is through the provision of nutritious complementary foods (MPASI). Papaya fruit (Carica papaya) is known to be rich in vitamin A, vitamin C, fiber, and antioxidants that are beneficial for children's health. This community service activity aims to provide counseling for PKK mothers about the benefits of papaya as a component of MPASI in efforts to prevent stunting in children aged 6-24 months. Community service activities took place on May 19 2024 in the PKK group RT 01 RW 03, Jatisari Village, Mijen District, Semarang City, Central Java. The activity was attended by 30 mothers who accompanied their children to start MPASI. The community service methods used include literature reviews for analysis of the nutritional content of papaya fruit, making MPASI from papaya fruit, counseling about the benefits and how to make MPASI from papaya fruit in the form of pudding and jam, and a trial of providing papaya-based MPASI to the target group. Evaluation in the form of taste responses includes texture, aroma, taste, and appearance. With counseling about the benefits and how to make papaya-based MPASI, the community can make variations of MPASI that are more attractive to children.
Implementasi Inovasi Permen Gummy Dalam Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Buah Dan Sayuran Pada Siswa Sd Islam Nu Pungkuran Semarang Melinda Nurani Dewi; Ahmad Nailul Farhan; Anindya Khairunnisa; ⁠Dara Septa Cahyaningtyas; Hamida Safinatus Salama; Kharisma Nur Azizah; Nur Aulia Zayanti; Riesha Christine Stevani; Siti Afifah; Aries Koes Sundoro; Ririn Suharsanti
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi buah dan sayur penduduk Indonesia masih di bawah anjuran terutama pada anak usia sekolah, hal tersebut salah satunya disebabkan karena kurangnya edukasi yang dilakukan. Produk inovasi permen gummy dari buah dan sayur bisa menjadi solusi untuk anak-anak dapat mengkonsumsi buah dan sayur dalam bentuk yang lucu dan rasa yang manis meskipun tidak ditambahkan pemanis buatan dan pengawet. Kegiatan diikuti oleh siswa/i SD Islam NU Pungkuran, Semarang. Kegiatan berupa penyuluhan tentang pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur dan demonstrasi pembuatan permen gummy dari buah dan sayur. Pembuatan permen gummy juga dipraktekkan secara langsung oleh perwakilan peserta menggunakan buah semangka dan stroberi, pemanis menggunakan madu murni, serta bahan gelatin untuk membentuk masa gummy. Evaluasi berupa tanggap rasa meliputi tekstur, aroma, rasa, dan penampilan terhadap permen gummy dilakukan pada sebagian peserta siswa/i. Data yang terkumpul menunjukkan bahwa 95% siswa yang mengikuti penyuluhan menyatakan bahwa rasa permen gummy dari buah-buahan rasanya enak. Sedangkan berdasarkan warna, 100% siswa menyatakan bahwa permen gummy memiliki warna yang menarik. Produk permen gummy ini efektif dalam menarik minat dan perhatian siswa terhadap pentingnya konsumsi buah dan sayur oleh siswa sekolah dasar.