Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effect of Ethanol Extract Concentration of Rapet Bark (Parameria laevigata (Juss.) Moldenke) in Feminine Hygiene Preparations on Antimicrobial Activity Eka Susanti Hp; Aries Koes Sundoro; Lutfhi Berlian Shandra; Erwin Indriyati; wulan kartika Sari; Ahmad Fuad Masduqi
Media Farmasi Indonesia Vol. 20 No. 2 (2025): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v20i2.349

Abstract

Rapet bark (Parameria laevigata (Juss.) Moldenke) is a natural material containing secondary metabolites that can be utilized as antimicrobial agents. This study aims to determine the effect of ethanol extract concentration of rapet bark in feminine hygiene formulations on the growth of Candida albicans and Staphylococcus aureus. The research employed an experimental method in the preparation of feminine hygiene products using ethanol extract of rapet bark at concentrations of FI (5%), FII (10%), and FIII (15%). The soap evaluation parameters included cycling test, organoleptic test, pH test, foam height test, irritation test, and antimicrobial activity test using the cylinder cup method with pour plate inoculation technique. The feminine hygiene formulations met the soap evaluation requirements, with antimicrobial activity against fungi of 11.53 ± 0.0354 (FII) and 12.55 ± 0.037 (FIII), and against bacteria of 11.29 ± 0.023 (FI), 12.56 ± 0.0444 (FII), and 15.11 ± 0.018 (FIII). Data analysis using one-way ANOVA showed a significance value (p < 0.05), indicating that each extract concentration differed significantly, thereby affecting the inhibition zone against fungi and bacteria.
Implementasi Inovasi Permen Gummy Dalam Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Buah Dan Sayuran Pada Siswa Sd Islam Nu Pungkuran Semarang Melinda Nurani Dewi; Ahmad Nailul Farhan; Anindya Khairunnisa; ⁠Dara Septa Cahyaningtyas; Hamida Safinatus Salama; Kharisma Nur Azizah; Nur Aulia Zayanti; Riesha Christine Stevani; Siti Afifah; Aries Koes Sundoro; Ririn Suharsanti
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi buah dan sayur penduduk Indonesia masih di bawah anjuran terutama pada anak usia sekolah, hal tersebut salah satunya disebabkan karena kurangnya edukasi yang dilakukan. Produk inovasi permen gummy dari buah dan sayur bisa menjadi solusi untuk anak-anak dapat mengkonsumsi buah dan sayur dalam bentuk yang lucu dan rasa yang manis meskipun tidak ditambahkan pemanis buatan dan pengawet. Kegiatan diikuti oleh siswa/i SD Islam NU Pungkuran, Semarang. Kegiatan berupa penyuluhan tentang pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur dan demonstrasi pembuatan permen gummy dari buah dan sayur. Pembuatan permen gummy juga dipraktekkan secara langsung oleh perwakilan peserta menggunakan buah semangka dan stroberi, pemanis menggunakan madu murni, serta bahan gelatin untuk membentuk masa gummy. Evaluasi berupa tanggap rasa meliputi tekstur, aroma, rasa, dan penampilan terhadap permen gummy dilakukan pada sebagian peserta siswa/i. Data yang terkumpul menunjukkan bahwa 95% siswa yang mengikuti penyuluhan menyatakan bahwa rasa permen gummy dari buah-buahan rasanya enak. Sedangkan berdasarkan warna, 100% siswa menyatakan bahwa permen gummy memiliki warna yang menarik. Produk permen gummy ini efektif dalam menarik minat dan perhatian siswa terhadap pentingnya konsumsi buah dan sayur oleh siswa sekolah dasar.  
Edukasi Nyeri dan Pelatihan Pembuatan Gel Bunga Telang pada Masyarakat Jubelan Sumowono Kabupaten Semarang Siti Munisih; Sri Haryanti; Aries Koes Sundoro; Maria Caecilia N. Setiawati; Desy Setiya Ningrum
Jurnal Dimas Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i1.101

Abstract

Rasa nyeri dan kesehatan kulit merupakan hal yang sering dialami oleh masyarakat desa Jubelan yang melakukan banyak aktivitas fisik, seperti bekerja keras dan terpapar matahari. Banyaknya obat penghilang rasa nyeri, sering bisa dibeli tanpa resep oleh masyarakat, padahal termasuk golongan obat keras yang harus hati-hati dalam pemakaiannya. Permasalahan penggunaan obat penghilang rasa nyeri yang berlebihan dan mempunyai efek samping ke pencernaan semakin menjadi masalah yang akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat umum. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberi pengertian yang benar tentang obat penghilang rasa nyeri dan kesehatan kulit serta pelatihan pembuatan gel bunga telang. Pelatihan pembuatan gel bunga telang ditambah bahan penghilang rasa nyeri, sebagai salah satu alternatif obat penghilang rasa nyeri dan bunga telang sebagai antioksidan untuk kulit. Metode pembuatan merupakan teknologi sederhana yang mudah dipahami masyarakat. Bahan baku yang digunakan juga bahan yang mudah didapat di lokasi mitra, yaitu bunga telang dan minyak gondopuro.
Pelatihan Pembuatan Sazyme (Sabun Cair Ecoenzyme) Pada Masyarakat Desa Jubelan, Kabupaten Semarang Aries Koes Sundoro; Maria Caecilia Nanny Setiawati; Siti Munisih; Sri Haryanti
Jurnal Dimas Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v8i2.161

Abstract

Limbah rumah tangga seperti sisa buah-buahan yang tidak terkonsumsi bisa dimanfaatkan menjadi produk yang mempunya nilai ekonomi. Salah satunya adalah ecoenzyme. Ecoenzyme dapat dimanfaatkan untuk mencuci tangan karena bersifat antikuman. Formula sabun cair yang digunakan adalah campuran ecoenzyme dengan bahan-bahan seperti texapon, nipagin, nipasol, gliserin, Na EDTA, pewarna, pewangi, garam dan air. Tujuan dari pengabdian kali ini adalah memberikan edukasi pada masyarakat Desa Jubelan, Kabupaten Semarang tentang ecoenzyme dan pembuatan sabun Sazyme. Tahap awal pengabdian adalah tukar pikiran dengan masyarakat terkait materi yang dibutuhkan saat ini. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pengabdian dan evaluasi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest dan postest. Dimana nilai postest lebih baik dari pretest yaitu dengan nilai 8-10.