This Author published in this journals
All Journal Tedc
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN BERBAGAI LEMAK HEWANI UNTUK PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN Cengristitama .; Della Febriyanti
Jurnal TEDC Vol 12 No 3 (2018): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.268 KB)

Abstract

Sebagian masyarakat telah memanfaatkan lemak hewani sebagai penambah rasa gurih pada makanan, namun lemak ini mengandung kolesterol sehingga kurang tepat jika digunakan dalam bahan pangan. Di sisi lain, lemak hewani masih dianggap sebagai limbah pemotongan ternak. Hal tersebut merupakan kendala bagi industri pangan, namun menjadi peluang emas bagi industri sabun agar mendapatkan nilai jual. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi potensi lemak hewani seperti lemak sapi, ayam, kambing, dan ikan sebagai sumber ester trigliserida dalam proses pembuatan sabun transparan. Pada penelitian ini dilakukan preparasi penjumputan minyak dari berbagai lemak hewan (sapi, ayam, kambing, dan ikan). Sabun padat transparan dibuat dari bahan baku lemak hewan melalui proses saponifikasi dengan pemanasan pada temperatur 60 °C. Kemudian dilakukan analisis (nilai FFA, alkali bebas, kadar air, dan nilai pH) untuk menilai kualitas sabun yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian pembuatan sabun padat transparan dari berbagai lemak hewan (sapi, ayam, kambing, dan ikan), maka dapat disimpulkan bahwa keempat jenis sabun tersebut telah memenuhi syarat mutu sabun transparan menurut SNI (06-3532-1994) dan ASTM D 1172-95. Sabun padat transparan yang memiliki hasil uji terbaik didapat dari lemak sapi, dengan nilai FFA 0,0185 %, alkali bebas 0,04 %, kadar air 26 %, dan nilai pH 9. Kata Kunci: alkali bebas, asam lemak bebas, lemak, sabun transparan.
VARIASI PENAMBAHAN KITOSAN DALAM PEMBUATAN BIOPLASTIK DARI LIMBAH SEKAM PADI DAN MINYAK JELANTAH Cengristitama .; Gita Afifah Wulandari
Jurnal TEDC Vol 15 No 1 (2021): JURNAL TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.659 KB)

Abstract

Peningkatan minat penggunaan plastik setiap tahunnya semakin bertambah dan semakin sulit untuk diatasi. Oleh sebab itu, salah satu cara yang dapat dilakukan dengan membuat plastik yang ramah lingkungan dan mudah terurai untuk mengurangi limbah, yaitu bioplastik sebagai pengganti plastik yang terbuat dari bahan alami seperti limbah sekam padi dan minyak jelantah yang juga merupakan limbah yang menjadi masalah di Indonesia setelah plastik. Selulosa dan minyak jelantah digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioplastik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan optimum selulosa dan gliserol dengan penambahan kitosan pada pembuatan bioplastik. Penelitian ini melalui beberapa tahapan seperti ekstraksi selulosa dari sekam padi, pembuatan gliserol dari minyak jelantah dan pembuatan bioplastik dengan variasi penambahan kitosan yaitu 0 gram (tanpa penambahan kitosan); 0,5 gram; 0,8 gram dan 1,1 gram. Karakterisasi yang dilakukan dalam pengujian adalah uji ketebalan dan uji ketahanan air. Hasil penelitian ini menunjukkan penambahan kitosan sangat berpengaruh sebagai perekat pada bioplastik yang telah diuji mendapatkan hasil yang terbaik terdapat pada perbandingan kitosan 0,8 gram, selulosa 1 gram dan gliserol 4 ml dengan nilai ketebalan 0,26 mm dan ketahanan air sebesar 84%. Kata Kunci: bioplastik, minyak jelantah, sekam padi, kitosan
PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI DAN MINYAK JELANTAH UNTUK PEMBUATAN BIOPLASTIK Cengristitama .; Vebrianti Dwi Nur Insan
Jurnal TEDC Vol 14 No 1 (2020): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.517 KB)

Abstract

Abstrak Masalah limbah plastik semakin tahun semakin sulit untuk ditangani. Alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan limbah tersebut yaitu melalui penggantian plastik sintetik dengan bioplastik. Indonesia memiliki potensi limbah sekam padi dan minyak jelantah yang relatif tinggi, limbah tersebut dapat dioptimalkan pemanfaatannya sebagai bahan baku pembuatan bioplastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah selulosa dari sekam padi dan gliserol dari minyak jelantah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioplastik dan untuk mengetahui berapa perbandingan optimum selulosa dan gliserol dalam pembuatan bioplastik, dengan atau tanpa penambahan kitosan. Tahapan penelitian ini adalah ekstraksi selulosa dari sekam padi, pembuatan gliserol dari minyak jelantah dan pembuatan dua variasi bioplastik. Bioplastik pertama dari selulosa dan gliserol dengan perbandingan 1:4; 1,2:4; 1,4:4; 1:6; 1,2:6 dan 1,4:6 (b/v). Bioplastik kedua menggunakan perbandingan selulosa dan gliserol yang sama seperti bioplastik pertama tetapi ditambahkan kitosan sebanyak 30 ml. Parameter yang diukur adalah uji ketahanan terhadap air, sifat organoleptik bioplastik (tekstur, bau dan warna), dan biodegradabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa selulosa dari sekam padi dan gliserol dari minyak jelantah bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioplastik, tetapi hasilnya kurang maksimal apabila tidak ditambahkan kitosan. Perbandingan optimum selulosa dan gliserol dalam pembuatan bioplastik terdapat pada bioplastik yang ditambahkan kitosan dengan perbandingan 1:4 (b/v). Hasil ini berdasarkan rata-rata hasil uji organoleptik yang mempunyai tekstur sedikit kasar, beraroma sedikit berbau dan memiliki warna sedikit bening, juga berdasarkan uji biodegradasi dengan hasil persen kehilangan berat sebesar 80% dan waktu degradasi paling cepat selama 8 hari. Kata Kunci: biodegradasi, bioplastik, minyak jelantah, sekam padi, kitosan
IDENTIFIKASI FORMALIN PADA IKAN LAUT YANG DIJUAL DI PASAR ANTRI CIMAHI Cengristitama .; Yuanita Intan Purnama Sari
Jurnal TEDC Vol 11 No 2 (2017): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.107 KB)

Abstract

Formalin atau formaldehid merupakan bahan tambahan kimia yang efisien, tetapi dilarang ditambahkan pada bahan pangan (makanan), tetapi ada kemungkinan formalin digunakan dalam pengawetan susu, tahu, mie, ikan asin, ikan basah, dan produk pangan lainnya. Formalin sangat berbahaya jika dihirup dan mengenai kulit apalagi tertelan.Jika dikonsumsi dalam jangka panjang maka formalin dapat merusak hati, ginjal, limpa, pankreas, dan organ lainnya di dalam tubuh.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi ada tidaknya kandungan formalin yang terdapat di dalam ikan laut yang dijual di Pasar Antri Kota Cimahi dengan menggunakan uji kualitatif metode asam kromatropat.Penelitian dilakukan dengan menimbang sampel sebanyak 10 gram, kemudian sampel dihaluskan dan dicampurkan dengan aquadest sebanyak 25 ml hingga larut.Setelah itu ditambahkan 1 ml H3PO4 pekat dan didestilasi hingga menghasilkan destilat dari sampel ikan.Hasil destilat diambil 1 ml dan ditambahkan 5 ml larutan pereaksi, kemudian sampel dimasukkan pada penangas air selama 15 menit hingga terbentuk perubahan warna menjadi ungu. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah sembilan sampel ikan laut yang dijual di Pasar Antri Cimahi, sampel tersebut terdiri dari tiga sampel ikan tongkol, tiga sampel ikan kembung, dan tiga sampel ikan bawal. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa semua sampel mengandung formalin yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna sampel menjadi ungu tua. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Teknik Kimia Politeknik TEDC Bandung, maka dapat disimpulkan bahwa ketiga macam sampel yang diteliti yaitu tiga ikan tongkol, tiga ikan bawal, dan tiga ikan kembung yang dijual di pasar Antri Cimahi, hasilnya mengandung formalin.