Informasi distribusi spasial lalat buah sangat diperlukan dalam program pengendalian populasi lalat buah sebagai dasar untuk melakukan estimasi populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial lalat buah B.carambolae dan B.papayae pada pertanaman cabai merah di Cirebon dan area sekitar pertanaman jeruk di Lembang. Distribusi lalat buah hasil koleksi dari perangkap beratraktan ME di kedua daerah tersebut dianalisis menggunakan indeks dispersi Morisita. Analisis otokorelasi spasial dilakukan untuk melihat hubungan antar titik-titik pemasangan perangkap dengan menginterpretasikan nilai indeks Moran yang dilanjutkan dengan uji signifikansi yang didasarkan pada p-value untuk tingkat keberartian 5%. Nilai indeks Moran pun dipergunakan untuk mengetahui ekspresi suatu pola penyebaran dalam suatu area tertentu.Hasil analisis menggunakan indeks dispersi Morisitamemperlihatkan pola dispersi mengelompok untuk B.papayaedan pola dispersi seragam yang cenderung mengelompok untuk B.carambolaedi daerah Cirebon. Analisis pola dispersi menggunakan indeks dispersi Morisita di Lembang menunjukkan pola dispersi mengelompok baik untuk B.papayae maupun B.carambolae Hasil analisis otokorelasi spasial pola dispersi lalat buah B.carambolae berdasarkan nilai indeks Moran memperlihatkan pola dispersi mengelompok (nilai indeks Moran mendekati +1) sedangkan untuk B.papayae menunjukkan pola dispersi menyebar (nilai indeks Moran mendekati -1) dengan otokorelasi positif signifikan ( I > -0,11, p-value < 0,05) hanya pada titik-titik perangkap yang letaknya berdekatan yakni 0-20 m untuk B.papayae dan 0-20 m serta 30-40 m untuk B.carambolae. Kata kunci : B.carambolae, B.papayae, indeks Moran, indeks dispersi Morisita, otokorelasi spasial, pola dispersi