Pencemaran lingkungan banyak dihasilkan dari kotoran makhluk hidup, khususnya kotoran hewan ternak. Di daerah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, jumlah peternakan sapi menjadi semakin banyak, yang akibatnya jumlah kotoran hewan ternakpun nantinya akan ikut meningkat. Biogas yang dibuat dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak, mengandung lebih dari 50% metana, dapat menggantikan peran LPG dan bensin sebagai bahan bakar terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Biogas dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar kompor gas ataupun bahan bakar genset. Penelitian ini akan mempelajari penggunaan biogas sebagai bahan bakar geset. Genset yang digunakan adalah genset bensin berkapasitas 2,5 kW yang telah dimodifikasi. Biogas yang akan digunakan sebagai bahan bakar genset, yang berasal dari reaktor dilewatkan melalui filter untuk memperbaiki kualitasnya sebelum digunakan untuk bahan bakar genset. Dari data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa filter dalam pengolahan biogas mampu meningkatkan kualitas biogas, dimana kandungan CH4 biogas mengalami kenaikan 10%. Secara umum efisiensi genset dengan bahan bakar bensin lebih tinggi dibanding dengan efisiensi genset dengan bahan bakar biogas. Konsumsi bahan bakar paling irit diperoleh pada putaran 2000 rpm, genset bensin masih menghasilkan torsi lebih besar dibandingkan genset biogas. Emisi CO menggunakan bensin lebih tinggi dibandingkan dengan biogas karena semakin tinggi angka oktan semakin kecil emisi CO. Emisi HC menggunakan biogas lebih tinggi dibandingkan dengan bensin karena bahan bakar biogas lebih tidak sempurna dibanding bensin. Hal ini pula yang menyebabkan efisiensi genset lebih rendah ketika menggunakan bahan bakar biogas. Pengoperasian alat secara rutin hendaknya dilakukan guna meminimalkan potensi kegagalan operasi pada mesin. Kata kunci: biogas, genset, konverter, dehumudifier, filter