Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Improvement of Laboratory Capacity in SMK Manangga Pratama Tasikmalaya Rizki Muliawan; Markus Markus; A S Margana; Cecep Sunardi; Nur Khakim; E Erham
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.711 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1664

Abstract

SMK Manangga Pratama consists of several majors including Motorcycle Business Engineering (TBSM), Automotive Light Vehicle Engineering (TKRO), and Sofware Engineering (RPL). In major Automotive Light Vehicle Engineering (TKRO), some subjects discuss the Air Conditioning system (automotive AC and split room AC). The problem is the lack of equipment for vacuuming, and charging refrigerants for automotive AC units to be used and empowered as a learning resource. The main cause is the lack of affordable equipment for service, unit maintenance. This of course will be a problem when the students have graduated and need direct application to the Automotive AC system and the room. There are about 110 students from the Automotive Light Vehicle Engineering (TKRO) Department in each batch, with such a large number, it would be better if they were given an additional briefing on these skills. This PkM program has been equipped and provided with equipment and service equipment to be used by students as a training unit in improving their skills. The manufacture of tables and assembly of training units for automotive AC service completeness (charging, pumping, and other tools) will be carried out on the Polban Bandung campus. Instructor trainers in this PkM training program are several teaching staff in the Refrigeration and Air Conditioning Engineering Department, while the unit is a complete unit for automotive air conditioning units and rooms, namely (charging, pumping, and other tools). The implementation of community service activities majoring in refrigeration and air conditioning engineering POLBAN as a form of higher education tri dharma has been completed on October 28-29 at SMK Manangga Pratama. The activity consisted of making practicum tools for strengthening school laboratories, accompanied by providing training for the service and maintenance of air conditioning machines (AC).
Pengaruh Posisi Supply-Return Udara Terhadap Distribusi Temperatur Ruang Penyimpanan Sayur Kol Menggunakan Computational Fluid Dynamics Muhammad Rakha Pradana; Apip Badarudin; Nur Khakim
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.286 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2016

Abstract

Sayur kol merupakan salah satu jenis sayuran yang mudah rusak. Agar sayur kol terjaga keawetannya dengan baik, dibutuhkan sebuah ruang penyimpanan. Ruang penyimpanan harus memperhatikan beberapa aspek salah satunya pola aliran udara. Ruang penyimpanan pada simulasi ini memiliki ukuran 6m x 6m x 3m dengan posisi supply-return udara berbeda yaitu 180°, 90°, dan 360° yang menyebabkan adanya variasi pola aliran udara pada ruang penyimpanan. Datakecepatan dan temperatur menggunakan perhitungan dengan acuan spesifikasi dan standar-standar ASHRAE. Untuk mengetahui pendistribusian temperatur pada ruang penyimpanan dilakukan simulasi menggunakan CFD (computational fluid dynamics). Simulasi dilakukan dengan mengambil data di lima titik pengukuran pada tiap kontur ruangan, kemudian didapat temperatur rata-rata ruangan pada masing-masing posisi supply-return udara. Hasil simulasimenunjukkan temperatur ruangan rata-rata pada saaat posisi supply-return udara 180° adalah sebesar -1,344°C, pola 90° sebesar -1,328°C, dan pola 360° sebesar -1,68°C. Dari hasil tersebut diketahui temperatur ruangan rata-rata pada saat posisi supply-return udara 360° lebih tinggi dibandingkan posisi 90° dan 180°.
PENGEMBANGAN GENSET BERBAHAN-BAKAR BIOGAS Haryadi Mukmin; Nur Khakim; Tedy Saputra; Priyan Aras Sandi
Jurnal TEDC Vol 10 No 3 (2016): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.222 KB)

Abstract

Pencemaran lingkungan banyak dihasilkan dari kotoran makhluk hidup, khususnya kotoran hewan ternak. Di daerah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, jumlah peternakan sapi menjadi semakin banyak, yang akibatnya jumlah kotoran hewan ternakpun nantinya akan ikut meningkat. Biogas yang dibuat dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak, mengandung lebih dari 50% metana, dapat menggantikan peran LPG dan bensin sebagai bahan bakar terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Biogas dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar kompor gas ataupun bahan bakar genset. Penelitian ini akan mempelajari penggunaan biogas sebagai bahan bakar geset. Genset yang digunakan adalah genset bensin berkapasitas 2,5 kW yang telah dimodifikasi. Biogas yang akan digunakan sebagai bahan bakar genset, yang berasal dari reaktor dilewatkan melalui filter untuk memperbaiki kualitasnya sebelum digunakan untuk bahan bakar genset. Dari data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa filter dalam pengolahan biogas mampu meningkatkan kualitas biogas, dimana kandungan CH4 biogas mengalami kenaikan 10%. Secara umum efisiensi genset dengan bahan bakar bensin lebih tinggi dibanding dengan efisiensi genset dengan bahan bakar biogas. Konsumsi bahan bakar paling irit diperoleh pada putaran 2000 rpm, genset bensin masih menghasilkan torsi lebih besar dibandingkan genset biogas. Emisi CO menggunakan bensin lebih tinggi dibandingkan dengan biogas karena semakin tinggi angka oktan semakin kecil emisi CO. Emisi HC menggunakan biogas lebih tinggi dibandingkan dengan bensin karena bahan bakar biogas lebih tidak sempurna dibanding bensin. Hal ini pula yang menyebabkan efisiensi genset lebih rendah ketika menggunakan bahan bakar biogas. Pengoperasian alat secara rutin hendaknya dilakukan guna meminimalkan potensi kegagalan operasi pada mesin. Kata kunci: biogas, genset, konverter, dehumudifier, filter
Pengembangan Mesin Potong Jerami Terfermentasi Sebagai Pakan Ternak Sapi Haryadi .; Nur Khakim
Jurnal TEDC Vol 11 No 1 (2017): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.569 KB)

Abstract

Jerami padi merupakan produk samping tanaman padi yang tersedia dalam jumlah yang relatif lebih banyakdibandingkan dengan produk samping pertanian lainnya dan terdapat hampir di setiap daerah di Indonesia.Ketersediaan jerami padi dalam jumlah yang cukup melimpah ini merupakan peluang besar untukdimanfaatkan sebagai pakan dan sumber energi bagi ternak ruminansia. Untuk dapat digunakan sebagaipakan sapi, jerami harus difermentasi. Agar mudah dikonsumsi oleh hewan ternak, jerami yang sudahdifermentasi selanjutnya harus dipotong-potong. Sudah banyak petani dan peternak yang memiliki mesinpencacah, tetapi model pemotong yang digunakan bukannya memotong atau menggunting, tetapi denganproses memukul, sehingga bahan yang akan dicacah tidak menjadi potongan atau butiran kecil-kecil, tetapimenjadi memar dan ada yang seratnya masih panjang. Susunan mata pisau dari mesin pencacah yang lamaberbentuk radial berputar. Potongan yang dihasilkan masih terlalu besar. Desain pisau mesin pencacahdiadaptasi dari mata pisau mesin gergaji kayu berbentuk cakram sebanyak 21 buah, yang disusun dalam 2batang poros. Dilihat dari hasil pencacahan mesin yang dibuat menunjukkan hasil seperti yang diharapkan.Hasil pencacahan jerami adalah berupa potongan-potongan dengan panjang antara 1 – 5 cm. Kapasitasmesin pencacah yang barui adalah kurang lebih 200 kg/jam, dengan daya motor 2x1 hp. Sementara mesinlama berkapasitas 300 kg/jam dengan daya motor sekitar 10 hp. Dengan demikian, terjadi peningkatanefisiensi secara signifikan.Kata kunci: mesin potong, jerami, pisau, pakan ternak