This Author published in this journals
All Journal JURNAL FISIKA
Devi Fatmasari
Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Simulasi Sea Breeze Front Pada Tanggal 6 Februari 2016 dan 14 September 2016 Menggunakan Model Numerik Skala Meso WRF-ARW di Jakarta Devi Fatmasari; Desak Made Pera Rosita Dewi; Paulus Agus Winarso
Jurnal Fisika Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v7i2.13368

Abstract

Angin laut berpengaruh kuat di daerah perkotaan karena pengaruh vegetasi yang minimal. Jakarta, sebagai kota terbesar di Indonesia berbatasan dengan Teluk Jakarta di sebelah utara yang dipengaruhi oleh sirkulasi angin laut. Peningkatan pemahaman tentang angin laut penting untuk dikembangkan dengan memanfaatkan model Weather Research and Forecasting – Advanced Research (WRF-ARW). Angin laut merupakan salah satu fenomena meteorologi yang disebabkan oleh perbedaan suhu darat-laut.  Angin laut memiliki bagian-bagian yang cukup kompleks, salah satu bagian yang secara tidak langsung dapat memicu pertumbuhan awan adalah sea breeze front (SBF). SBF merupakan batas muka dari angin laut yang menuju daratan. SBF memicu aktivitas konvektif saat masa udara dari laut berinteraksi dengan masa udara di daratan dan menyebabkan aliran konvergen Data yang digunakan yaitu data Final Analysis (FNL) NCEP, data satelit Himawari-8 kanal IR, dan data observasi udara atas. Analisis dilakukan terhadap parameter angin zonal, meridional, divergens, persebaran awan, dan labilitas atmosfer,.  Hasil penelitian menunjukan bahwa intrusi SBF ke daratan pada musim kamarau terlihat dengan baik dari citra satelite IR dengan baik sebagai daerah gugusan awan yang bergerak dari laut. Onset aliran angin meridional dari Teluk Jakarta memasuki daratan pada 03.00 – 05 .00 UTC, dan berakhir petang sekitar 12.00 - 13.00 UTC. SBF dikarakteristikan sebagai daerah updraft dengan kecepatan vertical 0.1 - 0.15 m/s. Ketinggian vertikal dari sirkulasi angin laut mencapai  sekitar  1.2 km.  Berdasarkan vector angin terjadi konvergensi aliran angin laut dari Teluk Jakarta dan aliran angin laut dari pesisir selatan Jawa Barat di wilayah pegunungan di selatan Jakarta.