Angin laut berpengaruh kuat di daerah perkotaan karena pengaruh vegetasi yang minimal. Jakarta, sebagai kota terbesar di Indonesia berbatasan dengan Teluk Jakarta di sebelah utara yang dipengaruhi oleh sirkulasi angin laut. Peningkatan pemahaman tentang angin laut penting untuk dikembangkan dengan memanfaatkan model Weather Research and Forecasting – Advanced Research (WRF-ARW). Angin laut merupakan salah satu fenomena meteorologi yang disebabkan oleh perbedaan suhu darat-laut. Angin laut memiliki bagian-bagian yang cukup kompleks, salah satu bagian yang secara tidak langsung dapat memicu pertumbuhan awan adalah sea breeze front (SBF). SBF merupakan batas muka dari angin laut yang menuju daratan. SBF memicu aktivitas konvektif saat masa udara dari laut berinteraksi dengan masa udara di daratan dan menyebabkan aliran konvergen Data yang digunakan yaitu data Final Analysis (FNL) NCEP, data satelit Himawari-8 kanal IR, dan data observasi udara atas. Analisis dilakukan terhadap parameter angin zonal, meridional, divergens, persebaran awan, dan labilitas atmosfer,. Hasil penelitian menunjukan bahwa intrusi SBF ke daratan pada musim kamarau terlihat dengan baik dari citra satelite IR dengan baik sebagai daerah gugusan awan yang bergerak dari laut. Onset aliran angin meridional dari Teluk Jakarta memasuki daratan pada 03.00 – 05 .00 UTC, dan berakhir petang sekitar 12.00 - 13.00 UTC. SBF dikarakteristikan sebagai daerah updraft dengan kecepatan vertical 0.1 - 0.15 m/s. Ketinggian vertikal dari sirkulasi angin laut mencapai sekitar 1.2 km. Berdasarkan vector angin terjadi konvergensi aliran angin laut dari Teluk Jakarta dan aliran angin laut dari pesisir selatan Jawa Barat di wilayah pegunungan di selatan Jakarta.