Tukiman
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peranan Kader dalam Menemukan Kasus TB di Kabupaten Deli Serdang Tukiman Tukiman; Surya Utama; Abdul Jalil
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.247 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40631

Abstract

Indonesia menempati posisi kedua jumlah kasus TB terbesar di dunia dengan insiden dan  prevalensi, angka kematian serta TB dan co/infeksinya cukup mengkhawatirkan. Meskipun sudah banyak program yang dijalankan namun kasus tetap tinggi karena permasalahannya TB sangat kompleks. Penelitian pada negara-negara  berkembang menunjukkan bahwa peer support merupakan faktor penopang keberlanjutan program berbasis masyarakat. Untuk itu penelitian ini : 1). Diperoleh pengetahuan kader tentang TBC  paru 2). Diperolehnya sikap kader mengenai TB Paru 3) Penemuan kasus TBC Paru dan 4) Peranan kader dalam penanggulangan TB Paru. Rancangan penelitian ini cross sectional studi dengan pendekatan kuantitatif  di 3 lokasi kabupaten Deli Serdang yakni kecamatan Percut Sei Tuan, kecamatan Tanjung Morawa dan Kecamatan Pancur Batu dipilih secara Purpossive yang mewakili kasus TB Paru tertinggi, sedang dan rendah.Jumlah sampel sebanyak 45 kader TBC Paru. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader tentang TBC paru sudah cukup baik (84,4%). Kader masih banyak belum tahu tugas PMOyang berkaitan dengan mendampingi,  periksa dahak dan memberikan penyuluhan tentang TB kepada keluarganya. Pada umumnya sikap kader kategori baik (86,7%). Kader tidak setuju kalau penyakit TBC paru  penyakit keturunan (95,6%),tidak setuju pencegahan TBC paru hanya tanggung jawab puskesmas (84,4%). Untuk penemuan kasus dalam kategori kurang (64,4%), belum menemukan dan merujuk ke fasilitas kesehatan (93,3%).Peran kader dalam penanggulangan TBC paru kategori kurang (71,1%) kader belum aktif  memberikan penyuluhan tentang TBC paru(73,3%). Kader menganjurkan  ke pelayanan kesehatan jika sudah batuk lebih  2 minggu (84,4%) , menganjurkan penderita dicurigai TBC  paru berobat ke puskesmas sampai sembuh (82,2%).  Diperlukan upaya edukasi kader tentang tugas PMO, mendorong kader memberikan penyuluhan tentang TBC paru,  mencari orang yang dicurigai sakit TBC  paru.