Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Efektifitas Media Pembelajaran Pkn Terhadap Gaya Belajar Kelas III SD Agung Wibowo; Aulia Rahman; Muh. Ishaq; Anita Yus; Aman Simaremare
Journal of Educational Analytics Vol. 1 No. 1 (2022): May, 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.242 KB) | DOI: 10.55927/jeda.v1i1.417

Abstract

Keefektifan pembelajaran PKn terletak pada guru menyajikan materi dengan baik. Media yang digunakan harus sesuai dengan gaya belajar siswa. Penelitian ini mengkaji efektifitas media terhadap gaya belajar siswa SD. Metode kajian kepustakaan (library research) terkait hasil ujimedia dalam meningkatkan pembelajaran siswa. Namun hal tersebut berbeda pada keefektifan media pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di SDN 250 Sinar Gading II, SDN 101927 lubuk Pakam dan di SD 056587 Pantai Sampah pada kelas III memiliki ke efektifan berbeda. Media di SDN 250 Sinar Gading II belum efektif guru mengajar dengan metode konvensional. SDN 101927 Kecamatan Lubuk Pakam lebih efektif guru telah menggunakan proyektor dalam presentasi pembelajaran PKn. SDN 056587 Pantai Sampah sangat efektif guru berinovatif mampu menggunakan media dengan baik dalam pembelajaran PKn.
Analisis Pengelolaan Kelas Yang Heterogen Saat Pembelajaran Olahraga di SMAS Al-ulum M. Fauzan Ritonga; Aulia Rahman; Aldi Sirait; Zaky Perdamenta Ginting
JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Vol 20, No 1 (2022): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jkss.v20i1.59349

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pengelolaan kelas yang heterogen di SMAS Al-ulum Terpadu Medan. Dan mencari tahu strategi apa yang harus di lakukan di kelas agar memaksimalkan potensi yang dimiliki setiap siswa, dengan cara menyesuaikan karakteristik siswa dengan pembelajaran dan penilaian yang tidak hanya menggunakan satu strategi melainkan menggabungkan beberapa strategi, Pada penelitian ini mengunakan metode kualitatif melalui metode deskriptif. Tekhnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi wawancara. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian maka diperlukan variasi metode pembelajaran, penyusunan pengelolahan kelas heterogen pada sekolah tersebut, Melalui perbaikan tersebut dapat menjadi lebih efektif dan efisien ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru seperti Menentukan tujuan pembelajaran, Memetakan kebutuhan belajar murid (kesiapan belajar, minat, profil belajar), Menentukan kegiatan pembelajaran (konten, proses, produk).
Persepsi Pelatih dan Atlet terhadap Penggunaan Teknologi dalam Kepelatihan Olahraga: Studi Kualitatif melalui Observasi dan Wawancara Bardan Diansyah Hafiz Tanjung; Aulia Rahman; Ghozi Indra Waskita
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i1.1471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam persepsi pelatih dan atlet terhadap integrasi teknologi monitoring dalam proses pelatihan olahraga. Kebaruan penelitian ini terletak pada pergeseran fokus dari efisiensi alat teknis menuju eksplorasi aspek psikososial serta resistensi psikologis atlet yang seringkali terabaikan dalam studi sport science konvensional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling yang berlokasi di GOR Dispora Pancing, Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan melibatkan seorang pelatih (Bapak Aulia Habib) dan tiga orang atlet (Sukri Simatupang, Surya Ferdiansyah, dan Emelio Kenzo). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di lapangan dan wawancara mendalam, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatih memandang teknologi sebagai instrumen validasi yang memiliki kegunaan tinggi (perceived kegunaannya). Namun, pada sisi atlet, ditemukan dikotomi persepsi di mana transparansi data digital mampu meningkatkan motivasi intrinsik bagi sebagian individu, sementara atlet lainnya justru merasakan kecemasan kinerja (performance anxiety) akibat pengawasan digital yang konstan. Kesimpulannya, penerapan teknologi di lapangan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan perangkat, tetapi sangat bergantung pada harmonisasi komunikasi antara pelatih dan atlet. Implikasi praktis dari temuan ini menekankan pentingnya pelatihan literasi digital bagi pelatih lokal agar pemantauan data dapat diposisikan sebagai media pengembangan prestasi yang humanis, bukan sekadar alat pengawasan administratif. This study aims to analyze in depth the perceptions of coaches and athletes regarding the integration of monitoring technology in the sports coaching process. The novelty of this research lies in the shift of focus from technical efficiency to the exploration of psychosocial aspects and athletes' psychological resistance, which are often neglected in conventional sport science studies. The method used is descriptive qualitative with a case study approach. Informant selection was carried out through a purposive sampling technique located at GOR Dispora Pancing, Deli Serdang, North Sumatra, involving a coach (Mr. Aulia Habib) and three athletes (Sukri Simatupang, Surya Ferdiansyah, and Emelio Kenzo). Data were collected through participatory field observations and in-depth interviews, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the coach perceived technology as an instinct validation instrument with high perceived usefulness. However, on the athlete's side, a dichotomy of perception was found where digital data transparency could increase intrinsic motivation for some individuals, while other athletes actually felt performance anxiety due to constant digital surveillance. In conclusion, the success of technology adoption in the field is not only determined by the sophistication of the device but highly depends on the harmonization of communication between coaches and athletes. The practical implications of these findings emphasize the importance of digital literacy training for local coaches so that monitoring data can be positioned as a humanistic achievement development medium, rather than just an administrative surveillance tool.
KONDISI FISIK OLAHRAGA BULUTANGKIS Amalia Zahro Siregar; Mawardi Nur; Aulia Rahman; Michael Situmorang
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15733

Abstract

Badminton is a sport that requires technical, tactical, mental, and physical skills to achieve maximum performance. Physical fitness is a crucial factor because badminton is fast-paced and requires dynamic movements throughout the match. This study aims to determine the importance of physical fitness in badminton, the components of physical fitness required by athletes, and the effect of physical fitness on performance. The research method used was a literature review, collecting data from various books, scientific journals, articles, and reference sources related to physical fitness in badminton. The results indicate that physical fitness significantly influences an athlete's playing ability. Components of physical fitness, such as endurance, strength, speed, agility, flexibility, coordination, and balance, are essential to support athlete performance during competition. Athletes in good physical condition are able to move faster, maintain stamina for longer, produce powerful and accurate shots, and reduce the risk of injury. Furthermore, regular, programmed, and continuous physical fitness training can improve athletes' physical abilities and help them achieve optimal performance. Thus, physical conditioning development should be a major part of a badminton training program.