Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Tani Dalam Pengembangan Kopi Organik Di Kabupaten Pati (Studi Kasus Kelompok Tani Wanna Lestari Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu) Mariska Prita Hidayati; Agung Wibowo; Widiyanto Widiyanto
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 1 No 2 (2020): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.704 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v1i2.2735

Abstract

Kopi organik merupakan kopi yang bebas dari pengaruh bahan kimia. Kopi dikatakan organik jika sudah memiliki sertifikat resmi organik dari lembaga sertifikasi. Kabupaten Pati memiliki wilayah penghasil kopi organik yaitu di Desa Gunungsari yang mendapatkan pendampingan langsung dari pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran agen perubahan pemberdayaan, dan menemukan faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan dalam pengembangan kopi organik. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dan studi kasus. Pemilihan lokasi secara sengaja (purposive) di Desa Gunungsari Kabupaten Pati dengan pertimbangan kelompok tani Wanna Lestari merupakan satu-satunya kelompok tani yang mendapatkan program desa organik. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling dengan informan kunci. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 informan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dari observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan agen perubahan pemberdayaan menjalankan perannya masing-masing untuk mendampingi keberjalannya pengembangan kopi organik. Faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan masyarakat tani di kelompok tani Wanna Lestari meliputi beberapa aspek yaitu kelembagaan, ketenagaan, sarana dan prasarana, pembiayaan, penyelenggaraan, dan pengawasan. Aspek yang paling menonjol yaitu faktor pembiayaan atau dana yang dimana pemberdayaan akan berhenti setelah program selesai yang diberikan di kelompok tani.
Pola Relasi Gender Keluarga di Pedesaan (Studi Kasus di Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar) Nabela Fona Arfianti; Retno Setyowati; Widiyanto widiyanto
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 4 No 1 (2023): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v4i1.2609

Abstract

Gender adalah pembedaan peran perempuan dan laki-laki yang dikonstruksi secara sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana profil akses dan kontrol, profil kegiatan, faktor-faktor yang mempengaruhi akses dan kontrol , pola hubungan serta pola relasi gender. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi komparatif. Pemilihan lokasi penelitian ditetapkan secara purposive (sengaja) di Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar dengan pertimbangan daerah tersebut memiliki potensi pertanian serta industri pabrik yang melimpah. Penentuan informan dilakukan secara snowball sampling. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan profil akses keluarga petani dan karyawan pabrik cenderung setara, profil kegiatan kegiatan keluarga petani dan karyawan pabrik didominasi oleh laki-laki, faktor yang mempengaruhi kegiatan akses dan kontrol adalah faktor ekonomi, nilai-nilai sosial budaya yang berlaku, pendidikan dan pelatihan serta struktur kelembagaan, pola relasi gender dalam keluarga petani dan karyawan pabrik yakni cenderung setara dengan pola yang companionship.