Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perilaku Petani terhadap Pertanian Buah Naga secara Organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri Riesta Adyanti Purnama; Retno Setyowati; Agung Wibowo
AGRIBEST Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v5i1.4120

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji perilaku petani dalam melaksanakan pertanian buah naga secara organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri; mengkaji faktor-faktor pembentuk perilaku petani dalam melaksanakan pertanian buah naga secara organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri; dan mengkaji hubungan antara faktor-faktor pembentuk perilaku dengan perilaku petani dalam melaksanakan pertanian buah naga secara organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri. Metode dasar yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive atau sengaja. Lokasi penelitian di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri yaitu Gapoktan Beji Makmur dan Kelompok Wanita Tani Pelangi. Sampel ditentukan dengan metode proportional random sampling, sebanyak 50 responden. Analisis data yang digunakan adalah Rank Spearman IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Perilaku petani dalan pertanian buah naga secara organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri termasuk dalam kategori baik (2) Faktor pembentuk perilaku petani dalam pertanian buah naga secara organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri yaitu penyuluhan berada pada kategori sangat baik, pengetahuan berada pada kategori tinggi, motivasi berada pada kategori tinggi, sikap berada pada kategori baik, dan pendampingan berada pada kategori baik (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pengetahuan, motivasi, dan pendampingan dengan perilaku petani terhadap pertanian buah naga secara organik, sedangkan faktor penyuluhan dan sikap tidak berhubungan signifikan dengan perilaku petani terhadap pertanian buah naga secara organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri.
Pemberdayaan Masyarakat Tani Dalam Pengembangan Kopi Organik Di Kabupaten Pati (Studi Kasus Kelompok Tani Wanna Lestari Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu) Mariska Prita Hidayati; Agung Wibowo; Widiyanto Widiyanto
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 1 No 2 (2020): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.704 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v1i2.2735

Abstract

Kopi organik merupakan kopi yang bebas dari pengaruh bahan kimia. Kopi dikatakan organik jika sudah memiliki sertifikat resmi organik dari lembaga sertifikasi. Kabupaten Pati memiliki wilayah penghasil kopi organik yaitu di Desa Gunungsari yang mendapatkan pendampingan langsung dari pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran agen perubahan pemberdayaan, dan menemukan faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan dalam pengembangan kopi organik. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dan studi kasus. Pemilihan lokasi secara sengaja (purposive) di Desa Gunungsari Kabupaten Pati dengan pertimbangan kelompok tani Wanna Lestari merupakan satu-satunya kelompok tani yang mendapatkan program desa organik. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling dengan informan kunci. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 informan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dari observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan agen perubahan pemberdayaan menjalankan perannya masing-masing untuk mendampingi keberjalannya pengembangan kopi organik. Faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan masyarakat tani di kelompok tani Wanna Lestari meliputi beberapa aspek yaitu kelembagaan, ketenagaan, sarana dan prasarana, pembiayaan, penyelenggaraan, dan pengawasan. Aspek yang paling menonjol yaitu faktor pembiayaan atau dana yang dimana pemberdayaan akan berhenti setelah program selesai yang diberikan di kelompok tani.
Model dan Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro Moch. Samsul Anwar; Agung Wibowo; Drajat Tri Kartono
DEDIKASI PKM Vol. 4 No. 3 (2023): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v4i3.32778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggagas suatu model pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro yang komprehensif. Model tersebut diharapkan bisa membagikan panduan instan untuk pemerintah desa, pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat lokal dalam meningkatkan desa wisata yang berkelanjuatan serta berdaya saing. Penelian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal dalam semua tahap penelitian. Pada tahap awal, penelitian ini melakukan studi literatur dan analisis situasi untuk memahami tantangan dan peluang yang dihadapi oleh desa wisata pilanggede. Selanjutnya, dilaksanakan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, seperti masyarakat lokal, pemerintah desa, dan pelaku usaha pariwisata. Data yang terkumpul dianalisis dengan menerapkan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola, temuan, dan rekomendasi yang muncul dari penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat lokal memiliki peran penting dalam pengembangan desa wisata. Melalui partisipasi aktif mereka dalam pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, promosi dan pemasaran, pengembangan usaha wisata, serta pendidikan dan pelatihan, desa wisata dapat tumbuh menjadi destinasi yang berkelanjutan dan membagikan khasiat ekonomi dan sosial yang menyeluruh untuk masyarakat lokal. Model pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal yang diusulkan dalam penelitian ini menekankan pada pemberdayaan masyarakat, kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat lokal, serta pendekatan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Model tersebut memberikan panduan praktis yang dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi dan karakteristik setiap desa wisata.