Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI SAK EMKM PADA UMKM DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI Teguh Erawati; Susanti Susanti
Jurnal Economica Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Economica, April 2022
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.308 KB) | DOI: 10.46750/economica.v10i1.67

Abstract

Penelitian ini .bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh leverage, profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Kebijakan Deviden, dan Capital Intensity Ratio terhadap agresivitas pajak. Populasi dalam penelitian ini perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2016-2019. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data penelitian diperoleh melalui website resmi bursa efek Indonesia. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu Agresivitas Pajak. Ada 5 variabel independent dalam penelitian ini yaitu leverage profitabilitas ukuran perusahaan kebijakan dividen dan capital intensity ratio. Metode pengambilan sampel pada penelitian dilakukan secara nonprobability dengan menggunakan teknik purposive sampling.Berdasarkan koefisien regresi variabel leverage memiliki nilai t sebesar -0,949 dan signifikansi 0,349. variabel profitabilitas memiliki nilai t sebesar -1,535, dan signifikansi 0,133. variabel ukuran perusahaan memiliki nilai t sebesar 3,043, dan signifikansi 0,004. variabel kebijakan dividen memiliki nilai t sebesar-0,592, dan signifikansi 0,558. variabel kebijakan dividen memiliki nilai t sebesar 2,353, dan signifikansi 0,024.Leverage tidak berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap agresivitas pajak. Profitabilitas tidak berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap agresivitas pajak. Ukuran Perusahaan berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap agresivitas pajak. Kebijakan Deviden tidak berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap agresivitas pajak. Capital Intensity Ratio berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap agresivitas pajak.
Edukasi Pengolahan Limbah Kulit Nanas menjadi Tepache: Upaya Peningkatan Literasi Pangan Fungsional Kelompok Ibu PKK Padukuhan Bakung Susanti Susanti; Syaeful Anam; Alsya Nurnabilla Tasyakuri; Dea Cindy Shonia; Amanda Putri Listia; Afifah Nurjannah; Adisti Danis Wara; Ade Sara Sabila Nasution; Ana Widy Astuti; Depi Aprilianti; Ana Munazirotul
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 1 (2027): September - Januari
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v6i1.9167

Abstract

Limbah kulit nanas di Padukuhan Bakung, Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama ini dibuang sebagai sampah organik tanpa pengolahan, padahal kulit nanas mengandung karbohidrat, air, serat kasar, dan enzim bromelin yang berpotensi diolah menjadi minuman fermentasi probiotik tepache. Rendahnya literasi masyarakat mengenai pengolahan limbah pangan menjadi latar belakang kegiatan pengabdian ini. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Ibu-Ibu PKK Padukuhan Bakung dalam mengolah limbah kulit nanas menjadi tepache sebagai produk pangan fungsional. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan pendampingan langsung yang dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 dan diikuti oleh 34 peserta yang dibagi menjadi tiga kelompok praktik. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap lima aspek pengetahuan, uji penerimaan dua varian produk, serta pemantauan keberhasilan fermentasi dua hari setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 1,2% menjadi 95,9%, seluruh kelompok praktik (3 dari 3 kelompok) berhasil membuat tepache tanpa mengalami kegagalan fermentasi, dan varian tepache dengan tambahan jahe dan kayu manis lebih disukai dibandingkan varian tanpa rempah. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi pangan fungsional masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDG 2, SDG 3, SDG 8, dan SDG 12 melalui pemanfaatan limbah pangan rumah tangga menjadi produk bernilai guna.