Limbah kulit nanas di Padukuhan Bakung, Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama ini dibuang sebagai sampah organik tanpa pengolahan, padahal kulit nanas mengandung karbohidrat, air, serat kasar, dan enzim bromelin yang berpotensi diolah menjadi minuman fermentasi probiotik tepache. Rendahnya literasi masyarakat mengenai pengolahan limbah pangan menjadi latar belakang kegiatan pengabdian ini. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Ibu-Ibu PKK Padukuhan Bakung dalam mengolah limbah kulit nanas menjadi tepache sebagai produk pangan fungsional. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan pendampingan langsung yang dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 dan diikuti oleh 34 peserta yang dibagi menjadi tiga kelompok praktik. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap lima aspek pengetahuan, uji penerimaan dua varian produk, serta pemantauan keberhasilan fermentasi dua hari setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 1,2% menjadi 95,9%, seluruh kelompok praktik (3 dari 3 kelompok) berhasil membuat tepache tanpa mengalami kegagalan fermentasi, dan varian tepache dengan tambahan jahe dan kayu manis lebih disukai dibandingkan varian tanpa rempah. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi pangan fungsional masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDG 2, SDG 3, SDG 8, dan SDG 12 melalui pemanfaatan limbah pangan rumah tangga menjadi produk bernilai guna.
Copyrights © 2027