Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pendekatan Student- Centre Learning Dan Contructivist Dalam Belajar Dan Pembelajaran: Dampak Psikososial Budaya Dalam Belajar Afina Wastyanti
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2021): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.445 KB)

Abstract

AbstrakBelajar adalah proses menggali suatu ilmu, pengalaman, ataupun pengetahuan yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Dalam belajar, seseorang diharapkan selalu merasakan haus ilmu. Artinya orang yang belajar hendaknya tidak mudah puas dengan apa yang didapatnya, sehingga ia akan terus berusaha mencari, mengetahui dan melakukan sesuatu yang awalnya belum diketahui.Pendekatan adalah sudut pandang seseorang dalam melakukan sesuatu perbuatan yang akan dilakukan. Dengan adanya pendekatan sebelum melakukan sesuatu atau menjalankan sesuatu, diharapkan dapat memudahkan seseorang tersebut mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Pendekatan yang berpusat pada seorang guru adalah pendekatan yang memposisikan guru sebagai pusat utama pemberi materi pelajaran dan siswa tidak dituntut untuk mengolahnya sendiri karena kewajiban mereka hanya menguasai materi yang telah diberikan guru tersebut secara penuh. Sedangkan pendekatan yang berpusat pada siswa adalah pendekatan yang menitikberatkan pada keaktifan siswa untuk menemukan dan mengolah bahan pelajaran atau materi, sehingga tugas guru lebih banyak sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswanya. Pendekatan dalam pembelajaran ini sering dikenal dengan istilah Student Centre Learning.Kontruktivis adalah gagasan bahwa pelajar masing-masing harus menemukan dan mengubah informasi yang rumit kalau mereka ingin menjadikannya milik sendiri. Teori ini mengajak siswa untuk terus menerus memeriksa informasi baru terhadap aturan-aturan lama kemudian mengubah aturan apabila hal itu tidak lagi berguna atau tidak dapat digunakan.Faktor sosial dan budaya memiliki peranan sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang berlandaskan pendekatan kontruktivis ini. Siswa yang memilki mental sosial yang rendah akan sulit untuk berinteraksi dengan teman yang lainnya, begitupula dengan budaya yang telah berlaku dalam sistem sosial yang ada.Kata Kunci: Pendekatan Student-Centre Learning dan Contructivist, Belajar Dan Pembelajaran, Dampak Psikososial Budaya dalam Belajar.
PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MENGUATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MI Afina Wastyanti
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 10 No 02 (2023): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merdeka belajar merupakan kurikulum yang membuat peserta didik lebih fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi. Kurikulum merdeka mempunyai ciri khas yaitu pembelajaran yang berprojek penguatan profil pelajar pancasila yang mengasah pada soft skills pesera didik seperti kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kepemimpinan, berfikir kritis dan manajemen waktu.Penerapan projek penguatan profil pelajar pancasila sangatlah berpengaruh pada pembentukan karakter untuk peserta didik. Era-globalisasi ini peserta didik tidak hanya membutuhkan pendidikan umum saja, melaikan juga harus mendapatkan pendidikan karakter. Salah satunya upaya kegiatan madrasah melalui projek penguatan profil pelajar pancasila dalam menguatkan karakter peserta didik.Projek penguatan profil pelajar pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaanbesar, yakni peserta didik dengan profil kompetensi seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Dalam konteks tersebut, projek penguatan profil pelajar pancasila memiliki rumusan kompetensi yang melengkapi fokus didalam pencapaian standar kompetensi lulsan disetiap junjang satuan pendidikan dalam hal penerapan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEMAMPUAN ADAPTASI SOSIAL PADA REMAJA SMP Afina Wastyanti
Bahasa Indonesia Vol 12 No 02 (2025): AT-TAHDZIB Jurnal Pendidikan dan pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan adaptasi sosial pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi, sedangkan kemampuan adaptasi sosial mengacu pada kemampuan individu untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial mereka. Sampel penelitian terdiri dari 200 siswa SMP yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kecerdasan emosional dan kemampuan adaptasi sosial. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kemampuan adaptasi sosial pada remaja SMP. Implikasi temuan ini dibahas dalam konteks pembangunan pendidikan dan kesejahteraan remaja. Kata Kunci: Kecerdasan emosional, Kemampuan adaptasi sosial, Remaja SMP, Hubungan.
Persepsi Calon Guru Madrasah Ibtidaiyah terhadap Pembelajaran Daring di Masa Pasca-Pandemi Afina Wastyanti
Bahasa Indonesia Vol 12 No 3 (2025): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Pembelajaran daring yang berkembang pesat selama pandemi COVID-19 telah meninggalkan dampak jangka panjang dalam dunia pendidikan, termasuk pada ranah pendidikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi calon guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) terhadap keberlanjutan pembelajaran daring di masa pasca-pandemi. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari wawancara dan kuesioner terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di salah satu perguruan tinggi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar calon guru memandang pembelajaran daring sebagai solusi alternatif yang efisien, meskipun tidak dapat sepenuhnya menggantikan pembelajaran tatap muka. Tantangan seperti keterbatasan interaksi, kendala jaringan, dan motivasi belajar masih menjadi hambatan utama. Namun, mereka juga menyadari pentingnya literasi digital dan blended learning sebagai pendekatan masa depan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat kurikulum PGMI dengan kompetensi teknologi pendidikan dan pedagogi digital. Kata kunci: calon guru, madrasah ibtidaiyah, pembelajaran daring, pasca-pandemi, persepsi mahasiswa
PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MENGUATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MI Afina Wastyanti
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 10 No. 01 (2023): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/innovative.v10i02.1121

Abstract

Kurikulum merdeka belajar merupakan kurikulum yang membuat peserta didik lebih fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi. Kurikulum merdeka mempunyai ciri khas yaitu pembelajaran yang berprojek penguatan profil pelajar pancasila yang mengasah pada soft skills pesera didik seperti kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kepemimpinan, berfikir kritis dan manajemen waktu.Penerapan projek penguatan profil pelajar pancasila sangatlah berpengaruh pada pembentukan karakter untuk peserta didik. Era-globalisasi ini peserta didik tidak hanya membutuhkan pendidikan umum saja, melaikan juga harus mendapatkan pendidikan karakter. Salah satunya upaya kegiatan madrasah melalui projek penguatan profil pelajar pancasila dalam menguatkan karakter peserta didik.Projek penguatan profil pelajar pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaanbesar, yakni peserta didik dengan profil kompetensi seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Dalam konteks tersebut, projek penguatan profil pelajar pancasila memiliki rumusan kompetensi yang melengkapi fokus didalam pencapaian standar kompetensi lulsan disetiap junjang satuan pendidikan dalam hal penerapan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
PERAN ORANG TUA DALAM POLA ASUH ANAK YANG BAIK AFINA WASTYANTI
Bahasa Indonesia Vol 11 No 01 (2025): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua dalam pola asuh anak sangat penting dalam mendidik dan membimbing anak,baik lahir dan batinnya sejak dini hingga dewasa.tujuanya adalah agar anak tumbuh secara benar menurut agama dan etika masyarakat.peran orang tua memberikan bimbingan dan arahan dengan pola asuh tertentu.orang tua juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan,dalam pengasuhan anak,yaitu peran ibu dan ayah.pola asuh harus di pahami oleh kedua orang tua dengan baik agar kelak anak bisa meraih kesuksesan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEMAMPUAN ADAPTASI SOSIAL PADA REMAJA SMP Afina Wastyanti
Bahasa Indonesia Vol 12 No 02 (2025): AT-TAHDZIB Jurnal Pendidikan dan pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan adaptasi sosial pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi, sedangkan kemampuan adaptasi sosial mengacu pada kemampuan individu untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial mereka. Sampel penelitian terdiri dari 200 siswa SMP yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kecerdasan emosional dan kemampuan adaptasi sosial. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kemampuan adaptasi sosial pada remaja SMP. Implikasi temuan ini dibahas dalam konteks pembangunan pendidikan dan kesejahteraan remaja. Kata Kunci: Kecerdasan emosional, Kemampuan adaptasi sosial, Remaja SMP, Hubungan.