Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pendekatan Student- Centre Learning Dan Contructivist Dalam Belajar Dan Pembelajaran: Dampak Psikososial Budaya Dalam Belajar Afina Wastyanti
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2021): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.445 KB)

Abstract

AbstrakBelajar adalah proses menggali suatu ilmu, pengalaman, ataupun pengetahuan yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Dalam belajar, seseorang diharapkan selalu merasakan haus ilmu. Artinya orang yang belajar hendaknya tidak mudah puas dengan apa yang didapatnya, sehingga ia akan terus berusaha mencari, mengetahui dan melakukan sesuatu yang awalnya belum diketahui.Pendekatan adalah sudut pandang seseorang dalam melakukan sesuatu perbuatan yang akan dilakukan. Dengan adanya pendekatan sebelum melakukan sesuatu atau menjalankan sesuatu, diharapkan dapat memudahkan seseorang tersebut mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Pendekatan yang berpusat pada seorang guru adalah pendekatan yang memposisikan guru sebagai pusat utama pemberi materi pelajaran dan siswa tidak dituntut untuk mengolahnya sendiri karena kewajiban mereka hanya menguasai materi yang telah diberikan guru tersebut secara penuh. Sedangkan pendekatan yang berpusat pada siswa adalah pendekatan yang menitikberatkan pada keaktifan siswa untuk menemukan dan mengolah bahan pelajaran atau materi, sehingga tugas guru lebih banyak sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswanya. Pendekatan dalam pembelajaran ini sering dikenal dengan istilah Student Centre Learning.Kontruktivis adalah gagasan bahwa pelajar masing-masing harus menemukan dan mengubah informasi yang rumit kalau mereka ingin menjadikannya milik sendiri. Teori ini mengajak siswa untuk terus menerus memeriksa informasi baru terhadap aturan-aturan lama kemudian mengubah aturan apabila hal itu tidak lagi berguna atau tidak dapat digunakan.Faktor sosial dan budaya memiliki peranan sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang berlandaskan pendekatan kontruktivis ini. Siswa yang memilki mental sosial yang rendah akan sulit untuk berinteraksi dengan teman yang lainnya, begitupula dengan budaya yang telah berlaku dalam sistem sosial yang ada.Kata Kunci: Pendekatan Student-Centre Learning dan Contructivist, Belajar Dan Pembelajaran, Dampak Psikososial Budaya dalam Belajar.
PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MENGUATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MI Afina Wastyanti
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 10 No 02 (2023): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merdeka belajar merupakan kurikulum yang membuat peserta didik lebih fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi. Kurikulum merdeka mempunyai ciri khas yaitu pembelajaran yang berprojek penguatan profil pelajar pancasila yang mengasah pada soft skills pesera didik seperti kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kepemimpinan, berfikir kritis dan manajemen waktu.Penerapan projek penguatan profil pelajar pancasila sangatlah berpengaruh pada pembentukan karakter untuk peserta didik. Era-globalisasi ini peserta didik tidak hanya membutuhkan pendidikan umum saja, melaikan juga harus mendapatkan pendidikan karakter. Salah satunya upaya kegiatan madrasah melalui projek penguatan profil pelajar pancasila dalam menguatkan karakter peserta didik.Projek penguatan profil pelajar pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaanbesar, yakni peserta didik dengan profil kompetensi seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Dalam konteks tersebut, projek penguatan profil pelajar pancasila memiliki rumusan kompetensi yang melengkapi fokus didalam pencapaian standar kompetensi lulsan disetiap junjang satuan pendidikan dalam hal penerapan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEMAMPUAN ADAPTASI SOSIAL PADA REMAJA SMP Afina Wastyanti
Bahasa Indonesia Vol 12 No 02 (2025): AT-TAHDZIB Jurnal Pendidikan dan pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan adaptasi sosial pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi, sedangkan kemampuan adaptasi sosial mengacu pada kemampuan individu untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial mereka. Sampel penelitian terdiri dari 200 siswa SMP yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kecerdasan emosional dan kemampuan adaptasi sosial. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kemampuan adaptasi sosial pada remaja SMP. Implikasi temuan ini dibahas dalam konteks pembangunan pendidikan dan kesejahteraan remaja. Kata Kunci: Kecerdasan emosional, Kemampuan adaptasi sosial, Remaja SMP, Hubungan.
Persepsi Calon Guru Madrasah Ibtidaiyah terhadap Pembelajaran Daring di Masa Pasca-Pandemi Afina Wastyanti
Bahasa Indonesia Vol 12 No 3 (2025): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Pembelajaran daring yang berkembang pesat selama pandemi COVID-19 telah meninggalkan dampak jangka panjang dalam dunia pendidikan, termasuk pada ranah pendidikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi calon guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) terhadap keberlanjutan pembelajaran daring di masa pasca-pandemi. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari wawancara dan kuesioner terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di salah satu perguruan tinggi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar calon guru memandang pembelajaran daring sebagai solusi alternatif yang efisien, meskipun tidak dapat sepenuhnya menggantikan pembelajaran tatap muka. Tantangan seperti keterbatasan interaksi, kendala jaringan, dan motivasi belajar masih menjadi hambatan utama. Namun, mereka juga menyadari pentingnya literasi digital dan blended learning sebagai pendekatan masa depan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat kurikulum PGMI dengan kompetensi teknologi pendidikan dan pedagogi digital. Kata kunci: calon guru, madrasah ibtidaiyah, pembelajaran daring, pasca-pandemi, persepsi mahasiswa
PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MENGUATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MI Afina Wastyanti
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 10 No. 01 (2023): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/innovative.v10i02.1121

Abstract

Kurikulum merdeka belajar merupakan kurikulum yang membuat peserta didik lebih fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi. Kurikulum merdeka mempunyai ciri khas yaitu pembelajaran yang berprojek penguatan profil pelajar pancasila yang mengasah pada soft skills pesera didik seperti kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kepemimpinan, berfikir kritis dan manajemen waktu.Penerapan projek penguatan profil pelajar pancasila sangatlah berpengaruh pada pembentukan karakter untuk peserta didik. Era-globalisasi ini peserta didik tidak hanya membutuhkan pendidikan umum saja, melaikan juga harus mendapatkan pendidikan karakter. Salah satunya upaya kegiatan madrasah melalui projek penguatan profil pelajar pancasila dalam menguatkan karakter peserta didik.Projek penguatan profil pelajar pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaanbesar, yakni peserta didik dengan profil kompetensi seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Dalam konteks tersebut, projek penguatan profil pelajar pancasila memiliki rumusan kompetensi yang melengkapi fokus didalam pencapaian standar kompetensi lulsan disetiap junjang satuan pendidikan dalam hal penerapan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
PERAN ORANG TUA DALAM POLA ASUH ANAK YANG BAIK AFINA WASTYANTI
Bahasa Indonesia Vol 11 No 01 (2025): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua dalam pola asuh anak sangat penting dalam mendidik dan membimbing anak,baik lahir dan batinnya sejak dini hingga dewasa.tujuanya adalah agar anak tumbuh secara benar menurut agama dan etika masyarakat.peran orang tua memberikan bimbingan dan arahan dengan pola asuh tertentu.orang tua juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan,dalam pengasuhan anak,yaitu peran ibu dan ayah.pola asuh harus di pahami oleh kedua orang tua dengan baik agar kelak anak bisa meraih kesuksesan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEMAMPUAN ADAPTASI SOSIAL PADA REMAJA SMP Afina Wastyanti
Bahasa Indonesia Vol 12 No 02 (2025): AT-TAHDZIB Jurnal Pendidikan dan pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan adaptasi sosial pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi, sedangkan kemampuan adaptasi sosial mengacu pada kemampuan individu untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial mereka. Sampel penelitian terdiri dari 200 siswa SMP yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kecerdasan emosional dan kemampuan adaptasi sosial. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kemampuan adaptasi sosial pada remaja SMP. Implikasi temuan ini dibahas dalam konteks pembangunan pendidikan dan kesejahteraan remaja. Kata Kunci: Kecerdasan emosional, Kemampuan adaptasi sosial, Remaja SMP, Hubungan.
Integrasi Nilai-Nilai Keislaman dalam Kurikulum Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Afina Wastyanti
Bahasa Indonesia Vol 13 No 01 (2026): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai keislaman dalam kurikulum Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai keislaman dilakukan melalui penguatan visi keilmuan, integrasi materi keislaman dalam mata kuliah kependidikan, serta keteladanan dosen. Integrasi ini berkontribusi pada pembentukan karakter religius dan profesional calon guru madrasah ibtidaiyah. Namun, masih ditemukan tantangan dalam penyelarasan antara capaian pembelajaran dan implementasi nilai keislaman secara konsisten. Penelitian ini menegaskan pentingnya desain kurikulum PGMI yang holistik dan berbasis nilai.
Pemetaan Faktor Penyebab Kenakalan Siswa pada Jenjang Madrasah Ibtidaiyah di MI Babussalam Kecamatan Pasongsongan Afina Wastyanti
Bahasa Indonesia Vol 13 No 2 (2026): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT : Student bad behavior refers to behavior or actions that can cause problems, harm individuals or other people, and violate ethical and social standards. The purpose of this research is to determine the causes of naughty behavior in class IV Mi Babussalam students, and the types of mischief committed by class IV Mi Babussalam students. This research is qualitative in nature and involves the use of a case study model. This research was conducted at Mi Babussalam Pasongsongan Sumenep. This research focuses on student bad behavior (delinquency). Information collection includes interview notes, observation sheets, and documents. Data analysis is based on the Miles and Huberman model, with data collection as the main methodology for collecting information, presenting it as output, analyzing state-of-the-art data using quantitative methods, and drawing conclusions. The validity of the data was verified through source triangulation techniques. Research shows that student misbehavior includes behaviors such as fighting, teasing, and ignoring school policies. These bad actions are not only caused by the students themselves but can also be the result of the influence of their families or the surrounding environment, such as a poor environment, lack of attention from parents, and disharmony within the family. A common form of student bad behavior is causing the classroom environment to become chaotic or disorganized by using dirty words to manipulate their friends so that fights occur. To deal with student bad behavior, teachers and schools can use actions such as warnings, sanctions, and letters of agreement to students not to repeat this again. This is done with the aim of creating a deterrent effect that prevents bad behavior from occurring in the future. Preventing student misbehavior requires joint efforts between educators and families, as well as a review of school programs. Key Words: Delinquency, students, elementary school