Abstract Pembelajaran daring yang berkembang pesat selama pandemi COVID-19 telah meninggalkan dampak jangka panjang dalam dunia pendidikan, termasuk pada ranah pendidikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi calon guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) terhadap keberlanjutan pembelajaran daring di masa pasca-pandemi. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari wawancara dan kuesioner terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di salah satu perguruan tinggi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar calon guru memandang pembelajaran daring sebagai solusi alternatif yang efisien, meskipun tidak dapat sepenuhnya menggantikan pembelajaran tatap muka. Tantangan seperti keterbatasan interaksi, kendala jaringan, dan motivasi belajar masih menjadi hambatan utama. Namun, mereka juga menyadari pentingnya literasi digital dan blended learning sebagai pendekatan masa depan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat kurikulum PGMI dengan kompetensi teknologi pendidikan dan pedagogi digital. Kata kunci: calon guru, madrasah ibtidaiyah, pembelajaran daring, pasca-pandemi, persepsi mahasiswa
Copyrights © 2025