Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELAKSANAAN PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI WILAYAH BINAAN PUSKESMAS DTP JAYAGIRI KABUPATEN BANDUNG BARAT Sri Quintina Indriyana; Suci Rayan Sari; Nina Nurfitriany; Thirafi Mitsali Ungari; Intan Maharani; Rifa Azizah Alamsyah; Nur Muhamad Sidik
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.888 KB)

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah salah satu upaya promosi kesehatan di lingkungan sekolah. Sasaran UKS adalah peserta didik beserta masyarakat sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh, dan berkembang secara harmonis serta optimal. Program kerja UKS meliputi pendidikan kesehatan di sekolah, pelayanan kesehatan di sekolah, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat (trias UKS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program UKS di SD, SMP, dan SMA wilayah binaan Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) Jayagiri. Metode penelitian ini menggunakan mix method, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran pelaksanaan program UKS di sekolah-sekolah binaan Puskesmas DTP Jayagiri. Kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara untuk memperoleh informasi sarana dan prasana sekolah. Responden dalam penelitian ini adalah para pembina UKS dan kepala sekolah yang berjumlah 52 responden. Hasil penelitian menunjukkan dari 29 sekolah binaan Puskesmas DTP Jayagiri, sebanyak 25 sekolah sudah menjalankan program UKS. Sebanyak 25 orang (48,1%) responden termasuk kategori baik dalam menjalankan program pendidikan kesehatan. Sebanyak 33 orang (63,5%). termasuk baik dalam melaksanakan program pelayanan kesehatan dan program pembinaan lingkungan sehat. Sekolah yang termasuk kategori kurang baik dalam menjalankan program trias UKS secara keseluruhan, yaitu 68,4% dari seluruh SD, sedangkan sekolah SD, SMP, dan SMA lainnya sudah baik. Berdasarkan hasil observasi terhadap 25 sekolah mengenai kelengkapan sarana dan prasarana, didapatkan 11 sekolah (44%) memiliki sarana dan prasarana yang tergolong baik, sedangkan 14 sekolah (56%) tergolong kurang baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan trias UKS masih kurang baik. DOI : 10.35990/mk.v2n1.p47-58
SUPLEMENTASI ZINK TIGA BULAN BERPENGARUH TERHADAP TINGGI BADAN BALITA STUNTINGDI PUSKESMAS CILONGOK BANYUMAS INDONESIA Jihan Amalia; Sri Quintina Indriyana; Rissa Anggita Putri
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.958 KB)

Abstract

Indonesia menempati peringkat ke-5 dalam daftar negara dengan angka kejadian stunting terbanyak di dunia. Dampak stunting salah satunya menurunnya perkembangan fungsi kognitif, sehingga berpengaruh terhadap kualitas anak Indonesia di masa yang akan datang. Salah satu upaya penanggulangan stunting, yang dilakukanDinas Kesehatan Kabupaten Banyumas adalah dengan pemberian suplementasi zink selama 3 bulan dengan dosis 5mg/hari terhadap balita stunting usia 12-59 bulan. Zink merupakan mikromineral esensial sebagai kofaktor lebih dari 100 metaloenzim. Kekuranganasupan zink berpengaruh terhadap pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian zink selama tiga bulan terhadap perubahan tinggi badan balita stunting di Puskesmas CilongokI dan II Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan kohort prospektif. Sampel penelitian diambil secara simple random sampling dan didapatkan responden sebanyak 38 orang yang memenuhi kriteria inklusidan eksklusi. Berdasarkan wawancara kepada ibu balita stunting, didapatkan hasil kepatuhan pemberian zink adalah sebanyak 68,42%. Berdasarkan Lembar Pemantauan Status Gizi Balita, didapatkan rerataperubahan tinggi badan (TB) yang terjadi setelah 3 bulan adalah 4,76 cm. Hasil ini melebihi nilai reratapenambahan TB yang diharapkan, yaitu 3,75 cm. Hasil analisis Chi square menunjukkan terdapat pengaruh pemberian zink selama 3 bulan terhadap perubahan tinggi badan balita stunting(nilai p <0,05). Pemenuhan asupan zat gizi makro dan mikro, salah satunya zink berpengaruh terhadap perubahan tinggi badan anak. DOI : 10.35990/mk.v4n3.p243-255
Quality of Life of Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy at Hasan Sadikin Hospital Bandung Lukmana Lokarjana; Sri Quintina Indriyana; Shena Solaiha Ismara; Fitriardi Sejati; Sri Yulia Rahayu
Jurnal EduHealth Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal EduHealt, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast cancer, the most common type of cancer diagnosed in women, is characterised by the growth of abnormal cells in the breast tissue. Chemotherapy is one of the main treatment methods for breast cancer, aimed at destroying cancer cells. Although effective, chemotherapy may cause various side effects that affect patients' quality of life. This study aimed to determine the quality of life of breast cancer patients undergoing chemotherapy at Hasan Sadikin Hospital Bandung. The study design was descriptive observational of breast cancer patients undergoing chemotherapy. The sample consisted of 35 individuals who met the inclusion criteria, selected using a consecutive technique. The instrument for measuring quality of life used the standard EORTC QLQC-C30, which measures global health status, functional scales, and symptom scales. The research results show that the quality of life of breast cancer patients undergoing chemotherapy has a global health status in the good category (73.8), functional scale in the good category (78.2), and symptom scale in the low category (28.6). The average quality of life of the patients is in the moderate category with a score of 685.8. Discussion, although global health status and functional scale are considered good, symptoms such as insomnia, vomiting, and decreased appetite remain a challenge. Ini mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan hubungan sosial, yang dapat memperburuk ketidakseimbangan emosional dan psikologis pasien.