Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEKTIFITAS TERAPI ANTI PROGRAMMED DEATH-1 LIGAND (PD-L1) PADA MENINGIOMA Raudatul Janah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.4 KB)

Abstract

Meningioma adalah tumor intrakranial jinak yang paling banyak ditemukan yaitu terhitung sebanyak 13-26% dari semua tumor intrakranial primer. Pada meningioma yang agresif, ukurannya besar dan tidak dapat dijangkau dengan reseksi bedah, radiasi dan kemoterapi maka dipikirkan terapi alternative lain yaitu dengan menggunakan anti PD-L1. Programmed death-1 ligand (PD-L1) diekspresikan pada tumor dengan derajat yang lebih tinggi berkaitan secara signifikan dengan peran biologi meningioma yang agresif. Imunoterapi menggunakan anti PD-L1 sedang dikembangkan pada pasien-pasien meningioma. Penggunaan imunoterapi (anti PD-1/anti PD-L1) ini dapat menurunkan ukuran tumor pada meningioma. Artikel ini menengulas literature dari WHO, Pubmed, PMC/NCBI, Springer/BMC, Imedpub, Frontier yang berhubungan dari tahun 2001 hingga tahun 2018. Pengobatan meningioma dengan imunoterapi anti PD-L1 (Nivolumab) menunjukkan hasil yang signifikan yaitu menurunkan ukuran tumor. Pada masa depan terapi kombinasi harus dipilih selaras dengan keadaan pasien berkaitan dengan keadaan klinis yang saat ini belum terpenuhi. DOI : 10.35990/mk.v4n1.p11-22
KARAKTERISTIK HISTOPATOLOGI TUMO KARAKTERISTIK HISTOPATOLOGI TUMOR ORBITA DI RS MATA CICENDO BANDUNG TAHUN 2017-2018 Tirta Wardana; Raudatul Janah
Mandala Of Health Vol 14 No 1 (2021): Mandala Of Health
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.946 KB) | DOI: 10.20884/1.mandala.2021.14.1.4743

Abstract

Tumor orbita adalah tumor dalam rongga orbita yang terdiri atas primer, sekunder penyebaran dari struktur sekitar/metastasis Pemeriksaan histopatologi merupakan pemeriksaan goldstandar pada tumor orbita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai karakteristik histopatologi tumor orbita di RS mata Cicendo bandung tahun 2017-2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 760 Data dikumpulkan berdasarkan catatan medis berupa umur, jenis kelamin, mata yang terlibat, lokasi tumor, tindakan, diagnosis klinis, hasil pemeriksaan patologi tumor. Penelitian ini didapatkan hasil umur pasien >45 tahun (43,4%), Mayoritas Laki-laki sebesar 55,4%, mata yang terlibat di mata kiri 51,1%, dengan lokasi terbanyak pada palpebral 36%. Dilakukan tindakan operasi sebanyak (24%). Hasil diagnosis klinis lesi tumor jinak sebesar 68,3% dan lesi tumor ganas sebesar 31,7% dimana limfoma maligna yang paling sering ditemukan. Hasil histopatologis berupa lesi tumor jinak sebesar 71,4% dan lesi tumor ganas sebesar 28,6% dimana squamous cell carcinoma menduduki angka tertinggi sebanyak 50%. Karakteristik histopatologi tumor orbita di RS mata cicendo Bandung didominasi oleh laki-laki, usia >45 tahun pada mata kiri dan terletak di palpebral dengan hasil diagnosis klinis dan histopatologis tersering adalah lesi /tumor jinak.
Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT Pancaran Indonesia Kabupaten Tangerang Raudatul Janah; Fahmi Susanti
Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini Vol. 3 No. 2 (2026): April: Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jumbidter.v3i2.1317

Abstract

This study aims to determine the effect of the physical work environment and work motivation on the performance of employees of PT Pancaran Indonesia Kabupaten Tangerang, Depok City, both partially and simultaneously. The method used is a quantitative method with a causal associative approach and probability sampling technique with a sample of 82 and processed using SPSS 25. Data analysis using validity test, reliability test, classic assumption test, regression analysis, correlation coefficient analysis, coefficient of determination analysis, and hypothesis testing. The results of the study show that the physical work environment has a value of tcount > ttable or (3,714 > 1.994). Work motivation has a tcount > ttable or (11,852 > 1.994). The physical work environment and work motivation have Fcount > Ftable or (72, 865 > 2,737). This is also reinforced by the ρ value < Sig.0.05 or (0.000 <0.05). there is a significant effect simultaneously between the physical work environment (X1) and work motivation (X2) on employee performance (Y) with a contribution of 67,9% while the remaining 32,1% is influenced by other factors outside this study. The multiple linear regression equation Y = 5,949 + 0,067X1 + 0,985X2 + e.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MENGENAI PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI PMB LIA NURMALA KOTA JAMBI TAHUN 2025 Silvia Mariana; Raudatul Janah; Rosa Riya; rahmah rahmah
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 10 No 2 (2025): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v10i2.430

Abstract

ABSTRAK Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir merupakan salah satu aspek penting dalam mencegah infeksi neonatal. Sikap dan usia ibu memiliki peran besar dalam menentukan kualitas perawatan tersebut. Namun, kurangnya edukasi sering kali menjadi kendala dalam meningkatkan pemahaman dan sikap ibu terhadap perawatan tali pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap Pengetahuan dan Sikap ibu mengenai perawatan tali pusat pada bayi baru lahir di PMB Lia Nurmala tahun 2025.Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan desain one group pretest- posttest. Sampel berjumlah 15 ibu nifas yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner sikap dan usia yang dianalisis menggunakan uji statistik T.Test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap ibu setelah diberikan edukasi. Sebelum edukasi, sebagian besar ibu memiliki pengetahuan kurang (93,3%) dan sikap negatif (33,3%). Setelah edukasi, seluruh responden (100%) menunjukkan sikap positif, dan mayoritas memiliki pengetahuan baik (93,3%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,05 untuk kedua variabel, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara edukasi dengan peningkatan pengetahuan dan sikap ibu. Dapat disimpulkan bahwa Edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu mengenai perawatan tali pusat pada bayi baru lahir. Intervensi edukatif sebaiknya dilaksanakan secara berkala guna mencegah infeksi neonatal. ABSTRACT Umbilical cord care in newborns is an important aspect in preventing neonatal infections. The mother's attitude and age play a major role in determining the quality of such care. However, lack of education often becomes an obstacle in improving mothers' understanding and attitudes towards umbilical cord care. This study aims to determine the effect of education on mothers' knowledge and attitudes regarding umbilical cord care in newborns at PMB Lia Nurmala in 2025. This type of research is pre-experimental with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 15 postpartum mothers selected by purposive sampling. The instrument used was an attitude and age questionnaire analyzed using the T-Test statistical test. The results showed a significant increase in mothers' knowledge and attitudes after being given education. Before education, most mothers had poor knowledge (93.3%) and negative attitudes (33.3%). After education, all respondents (100%) showed positive attitudes, and the majority had good knowledge (93.3%). The results of the statistical test showed a p-value <0.05 for both variables, which means there is a significant effect between education and increasing mothers' knowledge and attitudes. It can be concluded that education is effective in improving mothers' knowledge and attitudes regarding umbilical cord care in newborns. Educational interventions should be implemented regularly to prevent neonatal infections.