Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Reflektika

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI PENYEDIAAN TEMPAT TINGGAL BAGI ISTRI DI MADURA Abdul Aziz
Reflektika Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.987 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v13i1.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi penyediaan tempat tinggal pada masyarakat Madura serta tinjauan hukum Islam terhadap tradisi tersebut. Dengan menggunakan metode kualitaif dengan pendekatan fenomenologi, didapat hasil sebagai berikut. Penyediaan nafkah tempat tinggal yang dianut oleh masyarakat Madura adalah Matrilokal-uksorilokalhal ini disebab oleh beberapa faktor yaitu pertamakarena kehawatiran orang tua perempuan dimasa tuanya nanti, Kedua untuk menjaga harga diri. Ketiga adalah bahwa para orang tua di Madura masih beranggapan bahwa walau anak perempuannya sudah menikah ia masih berada dibawah tanggung jawab seorang ayah untuk selalu melindunginya serta menddik dan mengayominya. Keempat adalah bahwa pekerjaan suaminya sebelum menikah beraada di sekitar rumah istrinya.Kelima adanya falsafah hidup orang Madura yang berbunyi kore’ noro’ pa’lopa’. Kewajiban memberikan nafkah prespektif hukum Islam merupakan kewajiban suami, nafkah tersebut meliputi sandang, pangan, dan papan. menurut madzhab Syafi’i, ukuran nafkah pangan dan sandang sesuai dengan kemampuan suami, sedangkan nafkan papan (Tempat Tinggal) harus disesuaikan dengan kebiasaan istri.
PARTISIPASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN NURULHUDA PAKANDANGAN SUMENEP Abdul Azis
Reflektika Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.44 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v13i1.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Partisipasi Dalam Pengambilan Keputusan Pendidikan Di Pondok Pesantren Nurulhuda Pakandangan Sumenep. Menggunakan metode kualitatif dengan Hasil penelitian bahwa Pengambilan keputusan pendidikan di pondok pesantren Nurulhuda pakandangan dilakukan dalam forum MPH merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan yang beranggotakan 9 orang terdiri dari 3 kiyai dan enam orang asatidz. Keanggotaan MPH ditunjuk langsung oleh majlis kiyai dengan pertimbangan senioritas dan kredibelitas serta loyalitas terhadap pesantren,  Pangambilan keputusan dilakukan dengan musyawarah mufakat. IHSAN dan IHWAN merupakan lembaga yang dibentuk sebagai forum silaturrahmi juga sebagai mediator antara pesantren dengan masyarakat yang lebih luas