Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH METODE KOOPERATIF MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) DAN TGT (TEAM GAME TURNAMENT) PADA MATA PELAJARAN IPA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEAKTIVAN SISWA KELAS V DI MADRASAH IBTIDAIYAH MA’ARIF BEGO Dewi Susilo Reni
Kurikula : Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2019): Kurikula : Jurnal Pendidikan
Publisher : Kurikula : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.367 KB) | DOI: 10.5281/kurikulajurnalpendidikan.v1i1.371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Untuk mengetahui seperti apa prosedur pembelajaran dengan menggunakan metode STAD dan TGT. 2. Untuk mengetahui seperti apa hasil belajar siswa dengan diterapkannya metode STAD san TGT dan sebelum diterapkannya metode  STAD san TGT. 3. Adakah berbedaan hasil belajar siswa dan metode yang signifikan dalam mempengaruhi hasil belajar ketika menggunakan metode TGT dan STAD.Penelitian dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Bego dengan sampel sebanyak 20 rang yang diambil dari kelas V A dan VB. Pengamblan sampel dilakukan dengan cara random. Variabel independen yang ada dalam penelitian ini adalah Metode Kooperatif dengan menggukan STAD dan TGT. sedangkan variabel dependennya yaitu hasil belajar siswa dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA. Metode analisa yang digunakan penelitian ini adalah Untuk menjawab ketiga permasalahan tersebut, pertama menjawab pada rumusan masalah yang pertama yaitu secara deskriptif untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan 2 metode yaitu metode metode STAD dan TGT. Untuk menjawab rumusan masalah yang ke dua dengan analisis compare means yang dilanjutkan dengan analisa uji T untuk mengetahui ada atau tidaknya nilai yang signifikan. Dan untuk menjawab rumusan masalah yang ke tiga, mengetahui adakah perbedaan hasil belajar sebelum menggunakan metode STAD dan TGT dan yang sudah menggunakan metode STAD dan TGT dengan menggunakan regresi.Dan yang ketiga untuk mengetahui metode mana yang yang paling signifikan dalam mempengaruhi hasil belajar. Hasil analisis compare mean untuk rata-rata hasil belajar IPA ketika menggunakn Metode TGT sebesar 59,73% dan yang menggunakan STAD sebesar 86,33%, dan rata-rata evaluasi berdasarkan cenderung kearah metode STAD. Dengan adanya metode TGT dan STAD dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada bab pembentukan tanah pada mata pelajaran IPA akan lebih tinggi sebesar 86,33% dengan menggunakan STAD dan hasil belajar siswa cenderung rendah dengan TGT sebesar 59,73%.
SELF CONFIDENCE BERBASIS EKSTRAKURIKULER PRAMUKA Rizki Windi Rahayu; Hanifah Hikmawati; Dewi Susilo Reni
Abtadi : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1 No 2 (2023): Volume 1 Nomor 2 Juni 2023 : Jurnal PGMI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Self Confidence berbasis ekstrakurikuler pramuka di MI Islamiyah Dawu ini sangat penting bagi siswa dalam melatih rasa percaya dirinya. Pembiasaan penerapan sikap self confidence membuat anak menjadi semakin berani, aktif, lebih percaya diri saat tampil di tempat forum bahkan diluar forum seperti di dalam lingkungan sekolah bahkan di masyarakat. Jurnal ini membahas tentang self confidence berbasis ekstrakurikuler pramuka di MI Islamiyah dawu yang memiliki rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana ekstrakurikuler pramuka di MI Islamiyah Dawu? (2) Bagaimana self confidence MI Islamiyah Dawu? (3) Bagaimana self confidence berbasis ekstrakurikuler pramuka di MI Islamiyah Dawu?. Jurnal ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kegiatan pramuka yang berjalan dengan lancar di sekolahan MI Islamiyah Dawu, dengan sebuah dukungan dari orang tua, komitmen Pembina pramukaPerbedaan sikap percaya diri anak yang sebelumnya belum mengikuti ekstrakurikuler pramuka dengan siswa yang telah mengikuti ekstrapramuka sangat terlihat dan sudah terbukti dari beberapa siswa yang dulunya masih malu-malu dalam mengikuti sebuah kegiatan perlombaan dan sekarang sudah merasa percaya diri. Kata Kunci: Self Confidence, Ekstrakurikuler Pramuka, MI Islamiyah Dawu
Deep Learning and the Love-Based Curriculum in Madrasah Ibtidaiyah: Implications for the Implementation of the Merdeka Curriculum Mohamad Azhar Annawa UBM; Dewi Susilo Reni; Wulan Feronika Maharani
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/misool.v8i1.2781

Abstract

The emergence of the Deep Learning approach and the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC) amid the implementation of the Merdeka Curriculum has raised fundamental questions among madrasah educators regarding whether these approaches function as replacements for, or complements to, the existing curriculum. This study aims to examine the conceptual role and interrelationship among Deep Learning, the Love-Based Curriculum, and the Merdeka Curriculum in the context of Madrasah Ibtidaiyah education. The study employs a qualitative library research method through a systematic review of literature retrieved from the Google Scholar database, including national and international journal articles and relevant educational policy documents published between 2021 and 2026. The findings indicate that Deep Learning and the Love-Based Curriculum are not substitutes for the Merdeka Curriculum; rather, the three form a synergistic layered curriculum model. The Merdeka Curriculum functions as the national policy foundation that determines educational direction and learning outcomes, Deep Learning serves as an operational pedagogical approach that promotes reflective, meaningful, and engaging learning processes, while the Love-Based Curriculum functions as a value framework and distinctive ethos of madrasah education that cultivates the concept of Panca Cinta, encompassing spiritual, intellectual, social, ecological, and national dimensions. These findings suggest that teachers in Madrasah Ibtidaiyah should integrate all three approaches into a holistic learning ecosystem rather than treating them as separate or alternative options.
Pemberdayaan Perempuan Desa Bayem Taman Melalui Produksi Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak jelantah Dewi Susilo Reni; Nur Ifan Syah; Farihatun Nuraisyah; Dewi Safitri; Yuni Dwi Lestari; Siti Miftah Mustofiyah; Annisa Sholihatun Nastiti; Yuliang Angga Pratama; Muhammad Jalaludin; Ahmad Nur Kholis; Fikri Almer Zada; Muhammad Iqbal Maulana; Irma Noviani
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fsj98t55

Abstract

Permasalahan limbah minyak jelantah yang mencemari lingkungan menjadi isu penting di Desa Bayem Taman. Di sisi lain, rendahnya partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif masih menjadi tantangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan desa melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif peserta sejak tahap identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK yang dilatih secara langsung dalam proses produksi lilin mulai dari pengolahan minyak bekas hingga pencetakan produk akhir. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai jual. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kesadaran lingkungan dan potensi ekonomi kreatif berbasis rumah tangga. Lilin aromaterapi yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai pengharum ruangan alami, tetapi juga sebagai simbol inovasi lokal yang ramah lingkungan. Kegiatan ini penting karena mampu memberikan solusi ganda terhadap isu lingkungan dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Dengan dukungan berkelanjutan, inovasi ini berpotensi menjadi usaha mandiri yang berkelanjutan di tingkat desa.
Operationalizing Ecotheology through Embodied Ecological Practice: A Community Empowerment Approach Dewi Susilo Reni; Eko Prasetiyo
Abdimas IAI Ngawi Vol 4 No 1 (2026): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v4i1.2951

Abstract

Environmental degradation has emerged as one of the most pressing global challenges of the contemporary era, manifested in ecological imbalance, excessive exploitation of natural resources, and declining environmental quality. These conditions suggest that environmental crises cannot be addressed solely through technical or economic solutions, but must also be understood as moral and spiritual challenges rooted in human–nature relationships. This study explores how ecotheological values can be operationalized through embodied ecological practice to support sustainable community empowerment. Employing a qualitative, participatory, and practice-based approach, the study integrates ecotheological reflection with eco-friendly creative practices, using ecoprint as an illustrative form of embodied ecological praxis. Community engagement is accompanied by reflective dialogue on environmental ethics and stewardship, enabling participants to connect practical activities with moral and spiritual values. The findings indicate enhanced ecological awareness, strengthened ethical orientation toward environmental care, and the emergence of sustainable livelihood perspectives aligned with ecological responsibility. This study demonstrates that ecoprint can function not only as an environmentally friendly production technique, but also as a mediating practice for translating ecotheological ethics into lived community experience. By bridging ethical values, embodied practice, and reflective engagement, the study contributes to interdisciplinary discussions on value-based sustainability and community empowerment.
Pendidikan Dasar Inklusif di Indonesia: Peran Kompetensi Guru, Dukungan Sekolah, dan Partisipasi Anak Berkebutuhan Khusus Wulan Feronika Maharani; Mohamad Azhar Annawa UBM; Dewi Susilo Reni
Madrasah Ibtidaiyah Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/maraja.v4i2.6197

Abstract

Pendidikan dasar inklusif di Indonesia telah didukung oleh kebijakan yang kuat, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kesenjangan. Penelitian ini bertujuan menyintesis bukti empiris mengenai kompetensi guru, dukungan sekolah, dan partisipasi anak berkebutuhan khusus (ABK), serta menganalisis keterkaitan ketiganya dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di SD/MI. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Penelusuran artikel pada Google Scholar, SINTA, dan DOAJ periode 2020–2025 menghasilkan 203 artikel, dengan 32 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi guru masih terkendala oleh terbatasnya pelatihan pembelajaran inklusif, sedangkan dukungan sekolah bervariasi, terutama pada ketersediaan guru pendamping khusus (GPK) dan adaptasi kurikulum. Partisipasi ABK dipengaruhi oleh pembelajaran berdiferensiasi dan iklim sekolah yang inklusif. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan secara sistemik. Penelitian ini menawarkan kerangka integratif yang menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru, dukungan sekolah, dan partisipasi ABK merupakan prasyarat utama keberhasilan pendidikan dasar inklusif di Indonesia.
Integrasi Hierarkis Komponen Pembelajaran dalam Sistem Pendidikan Dasar (SD/MI) Mohamad Azhar Annawa UBM; Dewi Susilo Reni; Wulan Feronika Maharani
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 4 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekaburan konseptual dan ketidaksinkronan antar unsur perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran di pendidikan dasar SD/MI yang berdampak pada desain pembelajaran yang parsial dan kurang koheren, khususnya dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan merumuskan struktur hierarkis dan integratif komponen pembelajaran dalam sistem pendidikan dasar. Menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan analisis konseptual tematik terhadap literatur pada basis data Google Scholar tahun 2015 sampai 2025, kajian ini mensintesis hubungan fungsional antara pendekatan, strategi, model, metode, teknik, taktik, media, sumber belajar, lingkungan, dan asesmen dalam kerangka General Systems Theory yang mencakup input, proses, output, dan feedback. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran efektif harus disusun secara hierarkis, di mana pendekatan mengarahkan strategi, strategi membingkai model, model dioperasionalkan melalui metode dan teknik, serta taktik berfungsi sebagai adaptasi situasional yang tetap konsisten dengan desain awal. Asesmen dan refleksi menjadi mekanisme umpan balik untuk menjaga koherensi sistem. Implikasinya, guru perlu merancang pembelajaran berbasis keselarasan antar level komponen. Keterbatasan penelitian ini bersifat konseptual sehingga belum teruji secara empiris, sehingga penelitian selanjutnya perlu melakukan validasi implementatif untuk mengukur efektivitas kerangka terhadap peningkatan mutu hasil belajar.