Ari Handayani
Program Studi Gizi Universitas Binawan, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR MAKANAN DAN LINGKUNGAN DENGAN SISA MAKANAN LUNAK PASIEN DEWASA KELAS 2 DAN 3 RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT GRHA PERMATA IBU KOTA DEPOK Ari Handayani; Mia Srimiati
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.648 KB) | DOI: 10.24114/jgpkm.v1i1.24921

Abstract

Sisa makanan lunak masih banyak terjadi pada Rumah Sakit di Indonesia yaitu >20%. Sisa makanan lunak timbul karena pasien meninggalkan makanannya, menyebabkan asupan makan yang tidak adekuat sehingga berdampak pada lama hari rawat, tingginya biaya perawatan serta hilangnya biaya makan yang merugikan pasien dan rumah sakit. Sisa makanan bisa disebabkan dari faktor makanan (penampilan makanan dan rasa makanan) dan faktor lingkungan (ketepatan waktu makan dan keramahan petugas penyaji makanan). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor makanan dan faktor lingkungan dengan sisa makanan lunak pada pasien dewasa kelas 2 dan 3 ruang rawat inap di Rumah Sakit Grha Permata Ibu Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 50 orang pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Dilakukan pada pasien dewasa yang mendapatkan diet lunak di Rumah Sakit Grha Permata Ibu Kota Depok. Pengumpulan data meliputi penimbangan sisa makan lunak pasien dan wawancara dengan mengisi kuesioner. Analisis data dengan menggunakan Uji Chi Square dengan menggunakan Uji Kenormalan Kolmogorov Smirnov-Z. Rata-rata sisa makanan lunak di Rumah sakit Grha Permata Ibu sebesar 17,14% sudah memenuhi standar minimal rumah sakit. Makanan pokok dan sayur merupakan sisa makanan terbanyak berdasarkan jenisnya yaitu sebanyak 25,9% dan 21,9%. Waktu makan pagi merupakan waktu yang paling sedikit menyisakan makanan dibandingkan waktu makan siang dan sore. Diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna faktor makanan dengan sisa makanan lunak sebesar p=0,005 (p<0,05) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna faktor lingkungan dengan sisa makanan lunak p=0,721 (p>0,05).