Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Pengendalian Kualitas Menggunakan Metode Gugus Kendali Mutu Untuk Mengurangi Produk Cacat Di PT Gaya Teknik Logam Zulfah zulfah; Saufik Luthfianto; M. Cipto Sugiono; Siswiyanti Siswiyanti; Tofik Hidayat; M. Fajar Nurwildani
JURNAL ENGINEERING Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jureng.v15i1.10

Abstract

PT Gaya Teknik Logam merupakan industri kecil menengah (IKM) yang bergerak dibidang manufaktur logam dengan produk yang dihasilkan yaitu berupa komponen otomotif. Salah satu jenis produk yang dihasilkan yaitu komponen standar tengah sepeda motor. Demi menjaga kepercayaan konsumen untuk menghasilkan produk yang berkualitas, perusahaan telah menerapkan manajemen mutu yang baik dan sesuai dengan pedoman standar mutu yang berlaku. Dalam kegiatan produksinya, perusahaan selalu berupaya agar menghasilkan produk yang baik dan menekan kerusakan produk, akan tetapi, kenyataan dilapangan seperti yang terjadi pada proses stamping banyak ditemukan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas menggunakan metode Gugus Kendali Mutu (GKM) dalam upaya mengendalikan tingkat kerusakan produk di perusahaan. Permasalahan yang ada diselesaikan menggunakan seven tools yaitu check sheet, diagram pareto, p- chart, diagram sebab-akibat. Terdapat empat jenis cacat yang ditemukan pada proses stamping yaitu profil tidak sempurna, hasil piercing tidak centre, dakon dan scratch. Cacat profil tidak sempurna memiliki kontribusi terbesar dalam cacat produk yang terjadi pada komponen standar tengah sepeda motor yaitu mencapai 56,1%. Beberapa faktor penyebab produk cacat pada proses stamping yaitu faktor manusia, metode, mesin dan lingkungan. Jumlah cacat sebelum dilakukan perbaikan mencapai 3.073 pcs dari total produksi 259.622 pcs. Sedangkan setelah perbaikan mengalami penurunan dari total produksi sebesar 272.892 pcs mengalami kecacatan sebesar 451 pcs. Setelah dilakukan perbaikan terhadap faktor-faktor penyebab masalah, kerusakan produk pada proses stamping mengalami penurunan sebesar 85,3%.
IMPLEMENTATION OF THE CIRCULAR ECONOMY THROUGH COMMUNITY EMPOWERMENT: TRANSFORMING SPENT COFFEE GROUNDS INTO AROMATHERAPY CANDLES AND ROOM FRESHENERS IN JINGKANG VILLAGE Saufik Luthfianto; M. Fajar Nurwildani; Tofik Hidayat; Siswiyanti Siswiyanti; Rusman Kosasih; Yoma Duta Wijaya; Karisma Lela Noviana
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 3 (2026): Vol. 03 No. 3 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i3.2876

Abstract

Spent coffee grounds are one of the organic wastes that remain underutilized despite their significant potential to be transformed into value-added products. This community service program aimed to enhance the knowledge and practical skills of the residents of Jingkang Village in converting spent coffee grounds into aromatherapy candles and air fresheners based on the principles of the circular economy. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach consisting of problem identification, program planning, training implementation, monitoring and evaluation, and reflection. The activity involved 15 participants, including community members, micro-enterprise actors, and women's community groups. Program effectiveness was evaluated using pre-test and post-test assessments and analysed through a Paired Sample t-test. The results demonstrated that the average participant score increased from 46.70 to 86.00, representing an 84.15% improvement. Statistical analysis confirmed a significant difference between pre-test and post-test scores (p < 0.001). Furthermore, all program success indicators were achieved, including a 100% attendance rate, 100% participant competency in producing the products, a participant satisfaction level of 93.30%, and all products meeting usability standards. The novelty of this program lies in integrating the Participatory Action Research (PAR) approach, circular economy principles, and quantitative statistical evaluation into a community empowerment model utilizing spent coffee grounds as value-added products. This model has strong potential to be replicated in other coffee-producing communities to promote sustainable waste management and local economic development.