Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Stress Kerja dan Perasaan Kelelahan Kerja dengan Produktifitas Kerja pada Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Talaud Noviantika Manein; Woodford B.S. Joseph; Grace D. Kandou
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres dan kelelahan yang berlangsung secara berkepanjangan akan mengganggu efektivitas kerja dan menurunkan produktivitas kerja. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada beberapa perawat di ruang rawat inap RSUD Talaud, terdapat keluhan stres dan kelelahan kerja pada perawat. Banyak pasien yang dirawat akibat pandemi menyebabkan beban kerja meningkat.Tuntutan pekerjaan yang banyak mempengaruhi produktivitas kerja perawat. Penelitianiini menggunakanimetode surveiianalitik denganirancanganistudiipotongilintang (cross sectional study). Populasi dari penelitian ini sebanyak 115 orang perawat. Jumlah sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus slovin yaitu 53 orang perawat. Analisis hubungan menggunakan uji spearman rank.Hasil uji antara stress kerja dengan produktivitas kerja diketahui nilai p sebesar 0,039 dengan nilair sebesar -0,284. Hasil uji antara kelelahan kerja dengan produktivitas kerja diketahui nilai p sebesar 0,001 dengannilai r sebesar -0,431. Dengan demikian, terdapathubungan dengan kekuatan korelasi lemah antara stres kerja dengan produktivitas kerja pada perawat di RSUD Talaud yaitu semakin tinggi stres kerja maka semakin berkurang produktivitas kerja. Terdapat hubungan dengan kekuatan korelasi sedang antara kelelahan kerja dengan produktivitas kerjapada perawat di RSUD Talaud yaitu semakin tinggi kelelahan kerja maka semakin brkurang produktivitas kerja.
Studi Ekologi : Hubungan Antara Prevalensi Diabetes Melitus dengan Asma di Indonesia Afiona Aswinda Hou; F.L. Fredrik G. Langi; Grace D. Kandou
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/5s5rqp91

Abstract

Penyakit pernafasan kronis adalah penyakit yang menyerang paru-paru dan struktur yang ada di dalamnya dan jenis penyakit yang paling umum dari penyakit pernafasan kronis salah satunya adalah asma. Diabetes melitus adalah faktor risiko asma yang masih jarang diketahui dan diteliti. Diabetes melitus menyumbang sekiar 6% total kematian di Indonesia pada tahun 2016 dengan angka prevalensi penyakitnya sebesar 1,5% pada tahun 2018. Prevalensi Asma pada tahun 2018 sebesar 2,4% dan masuk dalam 3 besar penyakit tidak menular di Indonesia. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi hubungan antara prevalensi diabetes melitus dengan prevalensi asma di Indonesia. Metode penelitian menggunakan desain studi ekologi dengan menggunakan data laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini yaitu data agregat provinsi di Indonesia yang berjumlah 34 data. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 68 data agregat yang diperoleh dari prevalensi diabetes melitus dan prevalensi asma pada penduduk semua umur menurut provinsi di Indonesia. Analisi data yang digunakan adalah analisis multivariatt dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian ini yakni terdapat hubungan yang positif antara prevalensi diabetes melitus dengan prevalesi asma. Hasil uji statistik menunjukkan prevalensi diabetes melitus mempunyai pengaruh terhadap prevalensi asma dengan prevalensi asma memiliki nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,495 dengan nilai signifikansi 0,003 (p value <0,05).