Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Ekologi : Hubungan Antara Prevalensi Diabetes Melitus dengan Asma di Indonesia Afiona Aswinda Hou; F.L. Fredrik G. Langi; Grace D. Kandou
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/5s5rqp91

Abstract

Penyakit pernafasan kronis adalah penyakit yang menyerang paru-paru dan struktur yang ada di dalamnya dan jenis penyakit yang paling umum dari penyakit pernafasan kronis salah satunya adalah asma. Diabetes melitus adalah faktor risiko asma yang masih jarang diketahui dan diteliti. Diabetes melitus menyumbang sekiar 6% total kematian di Indonesia pada tahun 2016 dengan angka prevalensi penyakitnya sebesar 1,5% pada tahun 2018. Prevalensi Asma pada tahun 2018 sebesar 2,4% dan masuk dalam 3 besar penyakit tidak menular di Indonesia. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi hubungan antara prevalensi diabetes melitus dengan prevalensi asma di Indonesia. Metode penelitian menggunakan desain studi ekologi dengan menggunakan data laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini yaitu data agregat provinsi di Indonesia yang berjumlah 34 data. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 68 data agregat yang diperoleh dari prevalensi diabetes melitus dan prevalensi asma pada penduduk semua umur menurut provinsi di Indonesia. Analisi data yang digunakan adalah analisis multivariatt dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian ini yakni terdapat hubungan yang positif antara prevalensi diabetes melitus dengan prevalesi asma. Hasil uji statistik menunjukkan prevalensi diabetes melitus mempunyai pengaruh terhadap prevalensi asma dengan prevalensi asma memiliki nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,495 dengan nilai signifikansi 0,003 (p value <0,05).
Hubungan Antara Sikap Kerja dan Beban Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Petani Kelapa di Desa Essa Kabupaten Talaud Evelin Entjaurau; Rahayu Akili; F.L. Fredrik G. Langi
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/fsc7wa26

Abstract

Tujuan penelitian ini mengidentifikasi hubungan antara beban kerja, sikap kerja, dan keluhan muskuloskeletal pada petani kelapa di Essang, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Metode: Studi potong-lintang menggunakan kuesioner Rapid Entire Body Assessment (REBA), Nordic Body Map (NBM), dan pedoman penilaian beban kerja Standard Nasional Indonesia (SNI). Pengumpulan data berlangsung antara 1 April dan 31 Mei 2021. Variabel dependen adalah skor keluhan muskuloskeletal menurut NBM, sedangkan variabel independen mencakup beban kerja bedasarkan penilaian menggunakan SNI, dan sikap kerja sesuai skor REBA. Hubungan variabel dependen dan independen ditentukan melalui analisis korelasi Spearman. Hasil: Sampel berjumlah 57 petani pria dengan median umur 46 (IQR 28-56) tahun. Keluhan muskuloskeletal terutama mengenai punggung atas dan ekstremitas bawah. Skor sikap kerja umumnya berada pada risiko sedang (skor 4-7; 42%) ataupun sangat tinggi (skor 11-15; 28%). Median skor beban kerja 348 (IQR 250-505). Korelasi beban kerja dan sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal masing-masing bersifat sedang (r=0,33; p<0,05) dan kuat (r=0,76; p<0,01). Kesimpulan: Keluhan muskuloskeletal memiliki hubungan positif dengan beban kerja dan sikap kerja. Pencegahan beban kerja berlebihan dan sikap kerja berisiko penting dipertimbangkan untuk perbaikan keluhan muskuloskeletal.
Gambaran Faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Jantung Cardio Vascular and Brain Center Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tirsa Sheron Santi; Jeini Ester Nelwan; F.L. Fredrik G. Langi
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/a6maa684

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) disebabkan oleh multifaktorial seperti usia, jenis kelamin, tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran faktor risiko kejadian Penyakit Jantung Koroner di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dilaksanakan di Poliklinik Jantung Cardio Vascular and Brain Center Rumah Sakit Umum Prof. dr. R. D. Kandou Manado pada Desember 2021 sampai Januari 2022. Responden penelitian ini yaitu pasien PJK berjumlah 100 orang. Variabel dalam penelitian ini yaitu umur, jenis kelamin, tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol. Data diperoleh dari data rekam medis pasien. Analisis data yang dilakukan secara univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden terdistribusi pada kelompok umur ≥40 tahun paling banyak yaitu 99 orang (99%), dan jenis kelamin laki-laki berjumlah 73 orang (73%). Responden yang tidak menderita hipertensi lebih banyak yaitu sebanyak 56 orang (56%) dibandingkan dengan yang menderita hipertensi yaitu sebanyak 44 orang (44%). Responden dengan GDP >126 mg/dL lebih banyak yaitu 57 orang (57%) dibandingkan dengan yang GDP < sama dengan 126 mg/dL yaitu 43 orang (43%). Responden yang kadar kolesterol total <sama dengan 240 mg/dL lebih banyak yaitu sebanyak 60 orang (60%) dibandingkan dengan pasien yang kadar kolesterol >240 mg/dL yaitu sebanyak 40 orang (40%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu faktor risiko kejadian PJK di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia yaitu berumur ≥40 tahun, berjenis kelamin laki-laki, lebih banyak pasien dengan tekanan darah <140/90 mmHg, lebih banyak pasien dengan GDP >126 mg/dL dan lebih banyak pasien dengan kadar kolesterol total < 240 mg/dL.