Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Urban Heat Island Kota Padang Menggunakan Teknik Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Fajrin; Dwi Marsiska Driptufany
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.901 KB) | DOI: 10.21063/jts.2019.V601.01-7

Abstract

Urban Heat Island (UHI) adalah sebuah fenomena lingkungan di mana suhu (misalnya bangunan, beton, aspal dan aktivitas industri) di daerah perkotaan secara signifikan lebih tinggi daripada di daerah pedesaan di dekatnya. Banyak bukti telah membuktikan bahwa itu dapat menyebabkan beberapa efek buruk bagi masyarakat, seperti peningkatan konsumsi energi. Suhu permukaan tanah (LST) diambil dari tiga perekaman data Landsat multitemporal untuk menganalisis pola spasial termal dan intensitas permukaan. UHI tidak dapat diketahui hanya melalui pemrosesan citra tanpa mengidentifikasinya dan analisa spasial melalui Sistem Informasi Geografis (SIG), proses penelitian ini ditandai dengan mengkonversi digital number pada citra satelit Landsat 7ETM+ dan Landsat 8 OLI/TIRS pada Band Thermal untuk menghasilkan LST, proses selanjutnya dilakukan di lingkungan perangkat lunak SIG untuk memperoleh sebaran UHI. Hasil analisa sebaran suhu permukaan daratan (LST) menunjukkan bahwa suhu maksimum kota padang tahun 2007 hingga 2013, terjadi kenaikan nilai suhu maksimum daratan kota padang sebesar 3.840C. Sedangkan untuk tahun 2013 hingga 2017 terjadi kenaikan suhu permukaan daratan 1.570C. Sementara itu untuk sebaran UHI kota padang pada periode pengamatan mengalami peningkatan yang signifikan, terdistribusi hampir keseluruh wilayah pinggiran kota dengan luas awal tahun 2007 yakni 31, 37 Ha menjadi 8.754,60 Ha pada tahun 2017.
Pemetaan Deformasi Gunung Api Menggunakan Metode Diffrential Interferometry Syntetic Aperature Radar (DInSAR): (Studi Kasus: Gunung Marapi, Sumatera Barat) Ulfah Umniyyah; Dwi Arini; Fajrin; Dwi Marsiska Driptufany
Jurnal Sains dan Ilmu Terapan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Ilmu Terapan
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/jsit.v9i1.1362

Abstract

Mount Marapi is one of the most active volcanoes in West Sumatra with frequent eruptions and significant volcanic activity in recent years. Monitoring surface deformation is essential to understand subsurface magma dynamics and support volcanic hazard mitigation. This study aims to analyze surface deformation of Mount Marapi using the Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR) method based on Sentinel-1 satellite imagery. The data used in this study cover the period from January 2023 to March 2025. Processing was carried out using SNAP software to generate interferograms and deformation maps. The results indicate spatial variations of deformation in the form of uplift and subsidence around the volcanic edifice. Uplift is interpreted as magma pressure or fluid movement beneath the surface, while subsidence may indicate deflation or material compaction after eruptions. These findings demonstrate that DInSAR is effective for monitoring volcanic deformation and can support early warning systems for volcanic hazards.