Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POSTMEMORY: TRANSMISI MEMORI DAN REKONSILIASI DALAM NOVEL NEXT YEAR IN HAVANA KARYA CHANEL CLEETON Aji Royan Nugroho
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.565 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.828.61-72

Abstract

 Peristiwa pada Revolusi Kuba telah membawa penulis Chanel Cleeton menarasikan dalam sebuah karya novel yang berjudul Next Year in Havana. Di mana jika ditilik pada novel ini maka Next Year in Havana termasuk dalam karya postmemory. Pada proses karangan novel ini terdapat transmisi memori dari generasi pertama kemudian ke generasi berikutnya yang dipicu oleh peristiwa traumatis masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur memori traumatis itu terbentuk dan upaya perjalanan kembali untuk membangun memori yang tidak utuh. Selanjutnya untuk menganalis objek material tersebut peneliti menggunakan teori postmemory dari Marriane Hirsch. Hasil dari penelitian ini: 1). Terdapat struktur transmisi memori familial dari sang nenek kemudian juga transmisi afiliatif dari orang luar. 2). Keberpihakan penulis pada novel ini menampilkan tokoh presiden Batista sebagai Hypermazculine dan orang – orang Kuba sebagai Feminized. 3). Upaya napak tilas dilakukan ke pelbagai situs sejarah untuk melihat pada realitas yang lebih dekat dan menjawab asumsi – asumsi atas memori yang belum lengkap.The incident of Cuban Revolution has been bringing Chanel Cleeton to narrate a masterpiece of the Novel with under the name Next Year in Havana. Indeed, this Next Year in Havana novel includes a masterpiece of postmemory. The process of this novel used memory transmission from the first generation to the next generation that is triggered by the past traumatic event. This study aimed to know how the structure of traumatic  memory is formed and how returning journey can reconstruct the uncompleted memory. In doing so, the researcher used postmemory approach by Marriane Hirsch to analyze the object material. Then, the result of this study: 1). There are structure of memories transmission such as familial from the grandmother and affiliative transmission from the strangers. 2). The author takes a side on this novel that President F. Batista as the Hypermazculine and Cuban people as Feminized. 3). The mission of returning the journey has been done to look the reality closer and to answer the assumptions of uncompleted memory. Peristiwa pada Revolusi Kuba telah membawa penulis Chanel Cleeton menarasikan dalam sebuah karya novel yang berjudul Next Year in Havana. Di mana jika ditilik pada novel ini maka Next Year in Havana termasuk dalam karya postmemory. Pada proses karangan novel ini terdapat transmisi memori dari generasi pertama kemudian ke generasi berikutnya yang dipicu oleh peristiwa traumatis masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur memori traumatis itu terbentuk dan upaya perjalanan kembali untuk membangun memori yang tidak utuh. Selanjutnya untuk menganalis objek material tersebut peneliti menggunakan teori postmemory dari Marriane Hirsch. Hasil dari penelitian ini: 1). Terdapat struktur transmisi memori familial dari sang nenek kemudian juga transmisi afiliatif dari orang luar. 2). Keberpihakan penulis pada novel ini menampilkan tokoh presiden Batista sebagai Hypermazculine dan orang – orang Kuba sebagai Feminized. 3). Upaya napak tilas dilakukan ke pelbagai situs sejarah untuk melihat pada realitas yang lebih dekat dan menjawab asumsi – asumsi atas memori yang belum lengkap.
POSTMEMORY: TRANSMISI MEMORI DAN REKONSILIASI DALAM NOVEL NEXT YEAR IN HAVANA KARYA CHANEL CLEETON Aji Royan Nugroho
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.828.61-72

Abstract

 Peristiwa pada Revolusi Kuba telah membawa penulis Chanel Cleeton menarasikan dalam sebuah karya novel yang berjudul Next Year in Havana. Di mana jika ditilik pada novel ini maka Next Year in Havana termasuk dalam karya postmemory. Pada proses karangan novel ini terdapat transmisi memori dari generasi pertama kemudian ke generasi berikutnya yang dipicu oleh peristiwa traumatis masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur memori traumatis itu terbentuk dan upaya perjalanan kembali untuk membangun memori yang tidak utuh. Selanjutnya untuk menganalis objek material tersebut peneliti menggunakan teori postmemory dari Marriane Hirsch. Hasil dari penelitian ini: 1). Terdapat struktur transmisi memori familial dari sang nenek kemudian juga transmisi afiliatif dari orang luar. 2). Keberpihakan penulis pada novel ini menampilkan tokoh presiden Batista sebagai Hypermazculine dan orang – orang Kuba sebagai Feminized. 3). Upaya napak tilas dilakukan ke pelbagai situs sejarah untuk melihat pada realitas yang lebih dekat dan menjawab asumsi – asumsi atas memori yang belum lengkap.The incident of Cuban Revolution has been bringing Chanel Cleeton to narrate a masterpiece of the Novel with under the name Next Year in Havana. Indeed, this Next Year in Havana novel includes a masterpiece of postmemory. The process of this novel used memory transmission from the first generation to the next generation that is triggered by the past traumatic event. This study aimed to know how the structure of traumatic  memory is formed and how returning journey can reconstruct the uncompleted memory. In doing so, the researcher used postmemory approach by Marriane Hirsch to analyze the object material. Then, the result of this study: 1). There are structure of memories transmission such as familial from the grandmother and affiliative transmission from the strangers. 2). The author takes a side on this novel that President F. Batista as the Hypermazculine and Cuban people as Feminized. 3). The mission of returning the journey has been done to look the reality closer and to answer the assumptions of uncompleted memory. Peristiwa pada Revolusi Kuba telah membawa penulis Chanel Cleeton menarasikan dalam sebuah karya novel yang berjudul Next Year in Havana. Di mana jika ditilik pada novel ini maka Next Year in Havana termasuk dalam karya postmemory. Pada proses karangan novel ini terdapat transmisi memori dari generasi pertama kemudian ke generasi berikutnya yang dipicu oleh peristiwa traumatis masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur memori traumatis itu terbentuk dan upaya perjalanan kembali untuk membangun memori yang tidak utuh. Selanjutnya untuk menganalis objek material tersebut peneliti menggunakan teori postmemory dari Marriane Hirsch. Hasil dari penelitian ini: 1). Terdapat struktur transmisi memori familial dari sang nenek kemudian juga transmisi afiliatif dari orang luar. 2). Keberpihakan penulis pada novel ini menampilkan tokoh presiden Batista sebagai Hypermazculine dan orang – orang Kuba sebagai Feminized. 3). Upaya napak tilas dilakukan ke pelbagai situs sejarah untuk melihat pada realitas yang lebih dekat dan menjawab asumsi – asumsi atas memori yang belum lengkap.
POSTMEMORY: TRANSMISI MEMORI DAN REKONSILIASI DALAM NOVEL NEXT YEAR IN HAVANA KARYA CHANEL CLEETON Aji Royan Nugroho
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.828.61-72

Abstract

 Peristiwa pada Revolusi Kuba telah membawa penulis Chanel Cleeton menarasikan dalam sebuah karya novel yang berjudul Next Year in Havana. Di mana jika ditilik pada novel ini maka Next Year in Havana termasuk dalam karya postmemory. Pada proses karangan novel ini terdapat transmisi memori dari generasi pertama kemudian ke generasi berikutnya yang dipicu oleh peristiwa traumatis masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur memori traumatis itu terbentuk dan upaya perjalanan kembali untuk membangun memori yang tidak utuh. Selanjutnya untuk menganalis objek material tersebut peneliti menggunakan teori postmemory dari Marriane Hirsch. Hasil dari penelitian ini: 1). Terdapat struktur transmisi memori familial dari sang nenek kemudian juga transmisi afiliatif dari orang luar. 2). Keberpihakan penulis pada novel ini menampilkan tokoh presiden Batista sebagai Hypermazculine dan orang – orang Kuba sebagai Feminized. 3). Upaya napak tilas dilakukan ke pelbagai situs sejarah untuk melihat pada realitas yang lebih dekat dan menjawab asumsi – asumsi atas memori yang belum lengkap.The incident of Cuban Revolution has been bringing Chanel Cleeton to narrate a masterpiece of the Novel with under the name Next Year in Havana. Indeed, this Next Year in Havana novel includes a masterpiece of postmemory. The process of this novel used memory transmission from the first generation to the next generation that is triggered by the past traumatic event. This study aimed to know how the structure of traumatic  memory is formed and how returning journey can reconstruct the uncompleted memory. In doing so, the researcher used postmemory approach by Marriane Hirsch to analyze the object material. Then, the result of this study: 1). There are structure of memories transmission such as familial from the grandmother and affiliative transmission from the strangers. 2). The author takes a side on this novel that President F. Batista as the Hypermazculine and Cuban people as Feminized. 3). The mission of returning the journey has been done to look the reality closer and to answer the assumptions of uncompleted memory. Peristiwa pada Revolusi Kuba telah membawa penulis Chanel Cleeton menarasikan dalam sebuah karya novel yang berjudul Next Year in Havana. Di mana jika ditilik pada novel ini maka Next Year in Havana termasuk dalam karya postmemory. Pada proses karangan novel ini terdapat transmisi memori dari generasi pertama kemudian ke generasi berikutnya yang dipicu oleh peristiwa traumatis masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur memori traumatis itu terbentuk dan upaya perjalanan kembali untuk membangun memori yang tidak utuh. Selanjutnya untuk menganalis objek material tersebut peneliti menggunakan teori postmemory dari Marriane Hirsch. Hasil dari penelitian ini: 1). Terdapat struktur transmisi memori familial dari sang nenek kemudian juga transmisi afiliatif dari orang luar. 2). Keberpihakan penulis pada novel ini menampilkan tokoh presiden Batista sebagai Hypermazculine dan orang – orang Kuba sebagai Feminized. 3). Upaya napak tilas dilakukan ke pelbagai situs sejarah untuk melihat pada realitas yang lebih dekat dan menjawab asumsi – asumsi atas memori yang belum lengkap.
The Critic of Sovereign State within "Lingkar Tanah Lingkar" Air Novel by Ahmad Tohari Aji Royan Nugroho
Journal of Translation, Linguistics and Literature Vol. 1 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Prodi Sastra Inggris, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/translite.v1i1.300

Abstract

This research of Lingkar Tanah Lingkar Air aimed to investigated the position of state regarding Kafilah Darul Islam/Indonesian Islamic State (DI/TII) a goup that had been reducing towards sovereign power. Darul Islam appearance in that era was officially not avowed by the government, so they were losing their civil rights. Critic of Lingkar Tanah Lingkar Air Novel revealed that problem using Agamben political ideology in the relation between society and state. The research found that sovereign politic which used the state of exception to produce bare life under DI/TII group. Lingkar Tanah Lingkar Air gave a respond to the characters of the story. From the state of execption, they keep their effort with fellows to be able to defend anad raise their ideal life. The role of state should give the whole-secure and fair upon the DI/TII member, but with their sovereign; DI/TTI troop was homo sacred by the government becomes their official part