p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Arrabona
Noh Ruku
Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PRINSIP PENGUTUSAN GEREJA ANTIOKHIA MENURUT KISAH PARA RASUL Noh Ruku
Jurnal Arrabona Vol. 1 No. 1 (2018): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.62 KB) | DOI: 10.57058/juar.v1i1.2

Abstract

This research describes the principles of sending done by the church of Antioch in Acts and their relevance to the church nowadays The principles of sending executed by the church of Antioch in Acts can be traced in eight principles as follow: (1) HS as the Initiator, (2) solid leadership, (3) dynamic spirituality, (4) awareness of the guidance of the HS, (5) giving the best workers, (6) sending by regeneration of spiritual leaders, (7) partnership, (8) responsibility As writer, I recommend sending-church, missionaries and the support partners to use these principles for the continuity of sending missionaries until parousia.
ISU KONTEMPORER: GEREJA DAN PEKERJAAN BAIK Noh Ruku
Jurnal Arrabona Vol. 2 No. 1 (2019): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.98 KB) | DOI: 10.57058/juar.v2i1.20

Abstract

The church as a fellowship of people who believe in Jesus Christ as Lord and Savior in the midst of this world, can be an example of good deeds so that they can have a positive impact in accordance with God's Word.
MODEL EVALUASI RESPONSIF: PROGRAM PEMBINAAN JEMAAT DI GEREJA POUK ICHTHUS BUMI DIRGANTARA PERMAI Noh Ruku; Anre Rasi
Jurnal Arrabona Vol. 3 No. 1 (2020): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.026 KB) | DOI: 10.57058/juar.v3i1.38

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil riset melalui evaluasi responsif dalam program pembinaan jemaat di Gereja POUK Ichthus Bumi Dirgantara Permai sebagai tanggung jawab gereja membina iman Jemaat.
MEMPERTAHANKAN DAN MEMPERTANGGUNGJAWABKAN DOKTRIN TRINITAS DALAM KONTEKS ASIA Noh Ruku
Jurnal Arrabona Vol. 3 No. 2 (2021): Februari
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.347 KB) | DOI: 10.57058/juar.v3i2.41

Abstract

Penulisan yang memaparkan pandangan beberapa agama yang ada di Asia tentang Trinitas dan bagaimana gereja mempertahankan dan mempertanggungjawabkan doktrin tersebut dalam konteks Asia. Allah adalah “Satu dalam hakekat,dibedakan dalam tiga persona” (Mia ousia, tres hypostates). Doktrin Tritunggal sangat vital bagi teologi dan juga bagi pengalaman dan hidup Kristen. Allah Tritunggal adalah keutuhan dan kepenuhan hidup, berada dalam hubungan yg kekal, dan dalam persekutuan yg tak pernah putus atau berhenti. Hal ini membuat penyataan dan pengungkapan diri Allah dapat dimengerti. Persekutuan yang mengikat Trinitas, menjadi dasar bagi persekutuan lingkungan umat manusia, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan secara istimewa dalam lingkungan gereja, karena di situ Roh Kudus menjadi Pengantara persekutuan itu. Rekomendasi dari penulis adalah untuk gereja dan jemaatnya agar mempertahankan dan mempertanggungjawabkan doktrin Trinitas dalam konteks Asia, khususnya dalam konteks masyarakat yang ada di sekitarnya.
KREDIBILITAS UTUSAN LINTAS BUDAYA Noh Ruku
Jurnal Arrabona Vol. 1 No. 2 (2019): Februari
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.353 KB) | DOI: 10.57058/juar.v1i2.51

Abstract

Kredibilitas Utusan Lintas Budaya merupakan sebuah studi biblika dan praktika (misiologi), dengan pendekatan induktif yang akan mempelajari ketahanan seorang utusan lintas budaya dalam menghadapi berbagai situasi di ladang misi, memahami dan menegaskan tentang pentingnya unsur pengetahuan (teologi) dan pengalaman (pelayanan) untuk mempersiapkan dan mengutus utusan lintas budaya yang memiliki kredibilitas tinggi. Rasul Paulus menjadi role model seorang utusan lintas budaya yang memiliki kredibilitas tinggi. Prinsip-prinsip Alkitabiah diletakan sebagai dasar kredibilitas utusan lintas budaya dan bagaimana menerapkannya masa kini. Para utusan lintas budaya memiliki kredibilitas karena mengalami pertobatan yang sejati, menangkap panggilan Tuhan secara jelas, bersedia diperlengkapi dengan belajar Firman Tuhan dan diutus untuk memenuhi panggilan misi di ladang lintas budaya. Kredibilitas Utusan Lintas Budaya menjadi teruji ketika berada di ladang, karena ia mampu mengidentifikasikan masalah baik dari segi pengajaran maupun pelayanan, memikirkan solusi alkitabiah dan bahkan menjadi efektif karena kehadirannya berdampak, melalui orang-orang lokal yang bertobat dan bertumbuh melalui pemuridan, melayani dan mengambil bagian dalam pelayanan misi. Kesuksesan utusan lintas budaya dalam pelayanan di ladang dapat dinilai melalui kredibilitasnya sampai akhir hidup/masa tugasnya. Rekomendasi dari peneliti adalah untuk gereja atau lembaga pengutus dalam mepersiapkan tenaga utusannya di ladang pelayanan lintas budaya, untuk para utusan agar mempersiapkan diri menjadi tenaga utusan yang kredibel, serta para mitra pendukung agar menjadi mitra yang baik demi efektivitas pelayanan misi lintas budaya.
Multiplikasi Murid Kristus Berdasarkan 2 Timotius 2:2 Di Gereja POUK Ichthus Bumi Dirgantara Permai Di Bekasi Noh Ruku; Ucok Trosmada
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.792 KB) | DOI: 10.57058/juar.v5i1.70

Abstract

Artikel ini memuat tentang sebuah penelitian yang dilakukan untuk menemukan Multiplikasi Murid Kristus dalam 2 Timotius 2:2 di Gereja POUK Ichthus Bumi Dirgantara Permai, dengan mengunakan paradigma naturalistis atau paradigma alamiah berdasarkan filsafat fenomologis dan metode penelitian kualitatif. Tema-tema yang ditemukan adalah bahwa: Amanat Agung ditujukan bagi semua murid Yesus yaitu menjadikan semua bangsa murid Tuhan Yesus; Proses ini tidak hanya berhenti ketika seseorang telah menjadi murid, tetapi seorang murid yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan murid lain agar dapat memuridkan lagi. Dengan cara ini maka akan terjadi multiplikasi murid Kristus. Dalam 2 Timotius 2:2, Rasul Paulus menunjukkan suatu model yang ideal agar terjadi multiplikasi, Paulus (generasi pertama) meminta muridnya yaitu Timotius (generasi kedua) agar mempersiapkan orang-orang yang dapat dipercayai (generari ketiga) untuk mengajar orang lain (generasi keempat). Tesis ini direkomendasikan kepada gembala jemaat, rohaniwan dan pelayan dengan latar belakang teologi, majelis, pengerja, pengurus gereja serta jemaat yang terlibat dalam penjangkauan dan pemuridan.