Henry Sugiharto
Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prevalensi dan Faktor Risiko Nyeri Kepala Primer pada Residen di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang Muhammad Fahmi; Henry Sugiharto; Mutiara Budi Azhar
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 2 No. 2 (2019): Vol 2, No 2, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v2i2.46

Abstract

Kriteria International Headache Society (IHS) mengelompokkan beberapa faktor kausatif yang berperan dalam terjadinya nyeri kepala primer yaitu; disfungsi oromandibular, stres psikososial, ansietas, depresi, dan stres otot.Residen adalah dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis (PPDS/PPDGS). Stres yangtinggi pada residen merupakan faktor risiko terjadinya nyeri kepala primer pada residen. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian analitik observasional dengan desain studi potong lintang. Tujuan penelitian ini adalah untuk melaporkan distribusi pasien dan faktor risiko nyeri kepala primer pada residen di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang. Hasil penelitian yaitu hubungan departemen dengan kejadian nyeri kepala primer pada residen di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2017 mendapatkan nilai p sebesar 0,930 (p>0,05). Nilai p yang didapatkan dari analisis hubungan jenjang pendidikan dengan kejadian nyeri kepala yaitu 0,253 (p>0,05). Untuk hubungan jenis kelamin residen dengan kejadian nyeri kepala primer, nilai p yang didapatkan sebesar 0,159 (p>0,05). Hubungan rata-rata lama waktu tidur pada residen dengan kejadian nyeri kepala primer mendapat nilai p sebesar 0,786 (p>0,05). Hubungan frekuensi jaga/shift malam pada residen dengan kejadian nyeri kepala primer pada residen di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2017 mendapatkan nilai p sebesar 0,006 (p<0,05). Sedangkan hasil uji chi-square sebesar 0,040 (p<0,05 untuk hubungan stres dengan kejadian nyeri kepala primer). Stres dan lama waktu tidur merupakan faktor risko kejadian nyeri kepala primer pada residen di RSUP DR. Mohammad Hoesin Palembang.
Prevalensi Nyeri Muskuloskeletal Pada Pengemudi Becak Kayuh Di Palembang Henry Sugiharto; Novy Rosalia Chandra; Legiran
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 1 (2020): Vol 3, No 1, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i1.60

Abstract

Sistem muskuloskeletal adalah suatu sistem yang terdiri dari tulang, sendi, otot, tendon dan ligamen yang berfungsi sebagai penunjang bentuk tubuh dan bertanggung jawab terhadap pergerakan. Nyeri muskuloskeletal didefinisikan sebagai nyeri persisten atau berulang yang timbul sebagai bagian dari proses penyakit yang secara langsung mempengaruhi tulang, otot, sendi atau jaringan lunak terkait. Gangguan kesehatan yang dialami pekerja berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 9.482 pekerja di 12 kabupaten/kota di Indonesia menunjukkan angka tertinggi diraih oleh gangguan muskuloskeletal (16%). Di antara berbagai jenis pekerjaan, prevalensi nyeri muskuloskeletal pada pengemudi angkutan umum di berbagai belahan dunia sangat tinggi yakni antara 53% hingga 91%. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain cross-sectional pada pengemudi becak kayuh di kecamatan Kemuning Kota Palembang. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan klinis neurologis sederhana. Seluruh data diolah dengan menggunakan SPSS 22 for windows. Dari hasil penelitian didapatkan prevalensi usia terbanyak ialah pada usia lebih dari 51 tahun sebesar 60%, sebagian besar dengan status pekerjaan hanya bekerja sebagai pengemudi becak kayuh 74,3%. Sekitar 77,2% memiliki indeks massa tubuh yang normal. Dari penelitian ini didapatkan paling banyak keluhan nyeri muskuloskeletal di lokasi tubuh ektremitas bawah sebesar 77,1% dengan rata-rata memiliki intensitas nyeri ringan yaitu sebesar 64,7%.