Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEBUTUHAN LAYANAN KESEHATAN TENTANG SOFT SKILLS LULUSAN DIPLOMA TIGA KEPERAWATAN DI INDONESIA MI Ekatrina Wijayanti; Yulia Wardani; Sri Hari Ujiningtyas
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran soft skill yang dibutuhkan oleh unit pelayanan kesehatan.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif berupa survey, dengan populasi adalah pimpinan rumah sakit seluruh Indonesia berdasarkan data depkes tahun 2009 berjumlah 1114. Sampel diambil dengan cara quota sampling, setiap provinsi diambil 30% dari jumlah rumah sakit yang ada dengan katagori rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta serta rumah sakit khusus (rumah sakit jiwa, rumah sakit bersalin, rumah sakit mata). Selanjutnya dilanjutkan dengan simple random sampling didapatkan jumlah sampel 334 rumah sakit dengan total sampel 50.Hasil: Hasil penelitian ini mengidentifikasikan bahwa soft skills yang dibutuhkan oleh pimpinan rumah sakit dalam konteks kemampuan komunikasi adalah kemampuan menyampaikan informasi dengan jelas. Soft skills yang dibutuhkan dalam konteks sikap yaitu kejujuran, loyalitas dan pengetahuan bidang keperawatan. Soft skills yang dibutuhkan dalam konteks ketrampilan adalah bisa menjamin keselamatan pasien, kemampuan mengidentifikasi masalah dan kemampuan merencanakan pekerjaan dengan baik.Simpulan: Penelitian ini memberikan informasi bagi institusi pendidikan keperawatan dalam menyiapkan soft skills lulusannya dengan meningkatkan kemampuan memberikan informasi, menumbuhkembangkan sikap jujur, loyal dan kompeten juga terampil dalam keselamatan pasien, mengidentifikasi masalah dan merencanakan pekerjaan dengan baik.
THE RELATIONSHIP BETWEEN WORKLOAD AND FATIGUE LEVEL WITH ANXIETY LEVEL OF STUDENTS WHO ARE COLLEGE WHILE WORKING WHILE UNDERSTANDING ONLINE LEARNING METHODS IN STIKES PANTI RAPIH, YOGYAKARTA Nosterisa Amora; Yulia Wardani; Bernadetta Eka Noviati
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 7, No 3. (2023): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v7i3.8003

Abstract

The COVID-19 disease causes many changes in aspects of life including education. Circular Letter Number 4 of 2020 concerning Implementation of Education Policy in Period Emergency Spread of COVID-19, where learning activities during a pandemic are carried out online or online which has advantages and disadvantages. This study aims to measure the levels of workload, fatigue and anxiety of students who work while studying while attending online lectures and examine the relationship between workload, fatigue level and anxiety levels. Researchers used quantitative descriptive correlative type research. The population of this study were 124 students using a purposive sampling technique to obtain 73 samples. Data collection methods are in the form of questionnaires from the Nasa Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX), the Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI) and the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS). The statistical test used is the analysis of the Somer's D statistical test. The results showed that the level of workload, fatigue level and student anxiety level were in the moderate classification. The results of the correlation test showed that there was a significant relationship between fatigue level and anxiety level with a p value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.495 with a positive relationship. Meanwhile, the workload variable with anxiety level and the workload variable with fatigue level did not find a significant relationship with p values of 0.484 and 0.540 respectively. This research recommends for students to be able to adapt and manage their time well while studying while working.
Analisis Komparatif Algoritma Machine Learning untuk Prediksi Depresi Mahasiswa Berbasis PHQ-9 Asep Setiyono; Yulia Wardani; Margaretha Kurniastuti
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 7 No. 4 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v7i4.9768

Abstract

Depresi adalah suatu kondisi gangguan mental yang perlu mendapatkan perhatian serius, terutama di kalangan mahasiswa yang menghadapi tekanan akademik dan sosial. Prevalensi depresi pada mahasiswa mencapai angka yang mengkhawatirkan, dengan deteksi dini dan intervensi yang akurat menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja empat algoritma machine learning (Random Forest, Logistic Regression, Support Vector Machine, dan Extreme Gradient Boosting) dalam memprediksi depresi mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Menggunakan dataset kuesioner PHQ-9 dari 679 mahasiswa, data dipra-proses termasuk penanganan ketidakseimbangan kelas menggunakan SMOTE pada data pelatihan. Evaluasi model dilakukan dengan Stratified K-Fold Cross Validation dan metrik seperti akurasi, presisi, recall, F1-Score serta ROC AUC. Hasil menunjukkan bahwa semua model memiliki kinerja prediktif yang sangat tinggi (akurasi > 92%). Support Vector Machine menunjukkan kinerja terbaik secara keseluruhan dengan akurasi 94,30%, F1-Score 94,40% dan ROC AUC 98,57%. Random Forest unggul dalam recall sebesar 96,12% sementara Extreme Gradient Boosting mencapai presisi tertinggi (93,51%). Penelitian ini mengidentifikasi Support Vector Machine sebagai algoritma paling seimbang untuk prediksi depresi mahasiswa, menawarkan potensi sebagai alat skrining awal yang objektif dan efisien.  
PSYCHOSOCIAL EXPLANATION AND TREATMENT FOR ADOLESCENCES WITH GENDER DYSPHORIA Yulia Wardani
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 13 No 4 (2025): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v13i4.834

Abstract

Background: Indonesia faces ongoing social, religious and legal challenges in responding gender dysphoria (distress resulting from sex incongruence). It associated with poor mental health, self‑harm, substance misuse and impaired social functioning. Purpose: This study aims to review recent evidence (2015–2025) on psychosocial explanations of gender dysphoria and to summarize current approaches to psychosocial and medical treatment. Methods: A qualitative narrative review was conducted using EBSCO, PubMed and Medline (2015–Jan 2025). Data were organized into themes on: (1) diagnostic concepts and epidemiology, (2) psychosocial and developmental correlates, and (3) treatment models and outcomes. Results: Gender dysphoria is not classified as a mental disorder in ICD‑11 but frequently co‑occurs with significant psychiatric symptoms and adverse childhood experiences. Evidence on psychosocial interventions suggests that structured psychological support (individual, family‑based, or group) is generally safe and may improve mental health. Updated clinical guidance converges on a multidisciplinary model with comprehensive psychosocial assessment, psycho-education, family involvement and support for coping with stigma, with careful exploration of gender identity over time. Conclusion: A multidisciplinary, exploratory and gender‑affirming care pathway for adolescents with gender dysphoria, centered on psychosocial assessment and support, active involvement of families, and, where indicated, staged medical interventions.