FAJAR TRI HANANTO - A01111013, FAJAR TRI HANANTO
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI KOMPARATIF KEDUDUKAN ANAK DALAM KANDUNGAN SEBAGAI AHLI WARIS MENURUT KITAB UNDANG-INDANG HUKUM PERDATA DAN HUKUM ISLAM - A01111013, FAJAR TRI HANANTO
Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura Vol 4, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA S1 FAKULTAS HUKUM UNTAN
Publisher : Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kedudukan anak sebagai ahli waris menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Dan Hukum Islam. Pengumpulan data menggunakan data primer terdiri atas asas dan kaidah Hukum, perwujudan asa dan kaidah hukum dapat berupa : KUHPerdata dan Hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam tentang waris dan data sekunder diperoleh melalui buku-buku hukum, jurnal-jurnal hukum, karya tulis hukum, kamus dan ensiklopedia yang berhubungan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah ketentuan pembagian kewarisan anak dalam kandungan, Terdapat adanya perbedaan dalam proses pembagian harta warisannya. Menurut KUHPerdata dalam pembagiannya tidak ada masalah walaupun ada ketidakpastian pada dirinya karena apapun jenis kelamin bayi yang akan lahir bagiannya sama rata dan dapat langsung dibagikan kepada ahli waris yang telah ada. Sedangkan Menurut Hukum Islam walaupun kedudukan anak dalam kandungan diakui sebagai ahli waris namun ketidakpastian dari jenis kelamin si bayi antara laki-laki atau perempuan dan apakah ia terlahir hidup atau mati, maka pembagian kewarisan anak dalam kandungan dengan cara menangguhkan bagian terbesar dari perkiraan bagian warisannya yaitu dengan memperhitungkan anak dalam kandungan berjenis kelamin laki-laki, karena laki-laki bagiannya lebih besar dari pada perempuan. Namun apabila dia terlahir perempuan maka sisa harta yang ditangguhkan untuknya dibagikan kembali kepada ahli waris yang telah ada.Kata Kunci : Anak Dalam Kandung, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Dan Hukum Islam