Fahmi A. Lihu
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemanfaatan Daun Katuk untuk Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Hamil dan Menyusui Harismayanti Harismayanti; Ani Retni; Fahmi A. Lihu; Muriyati Rokani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8047

Abstract

ABSTRAK Masyarakat di wilayah puskesmas limboto terutama ibu nifas yang memberitahu produksi ASI masih kurang. Untuk memperlancar produksi ASI dapat dilakukan dengan mengkonsumsi daun katuk. Tujuan pengabdian ini yaitu Meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan daun katuk sebagai upaya meningkatkan produksi ASI. Metode kegiatan yang dilakukan pada kegiatan ini adalah penyuluhan edukasi dengan bantuan leaflet, ceramah dan diskusi dengan dokumentasi, materi dan melakukan demonstrasi pembuatan rebusan daun katuk. Hasil pengabdian ibu hamil dapat memahami manfaat daun katuk, penanaman bibit pohon katuk serta mengimplementasikan Tindakan meningkatkan produktivitas ASI melalui rebusan daun katuk. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat pemanfaatan daun katuk  dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pemanfaatan daun katuk untuk peningkatan produksi ASI. Kata Kunci: ASI, Ibu Hamil, Daun Katuk  ABSTRACT People in the Limboto Health Center area, especially postpartum mothers, informed that breast milk production was still lacking. To facilitate the production of breast milk can be done by consuming katuk leaves. The purposeof this service is to increase understanding and use of katuk leaves as an effortto increase breast milk production. The method of activities carried out in this activity is educational counseling with the help of leaflets, lecturs and discussions with documentation, materials and conducting demonstrations of making katuk leaf stew. The results of the dedication of pregnant women can understand the benefits of katuk leaves, planting katuk tree seeds and implementing katuk leaf decoction for breast milk production. The conclusion of community service activities using katuk leaves can increase the knowledge of pregnant women about the use of katuk leaves to increase breast milk production. Keywords: Breastfeeding, Pregnant Women, Katuk Leaves
KEADEKUATAN ANTARA ASUPAN VITAMIN D DENGAN KEJADIAN DEMENSIA PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA Fahmi A. Lihu; Rona Febriyona; Annisa Frizke Botutihe; Cahyani Napu
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2020): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.002 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v4i1.184

Abstract

Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Proses menua ini ditandai dengan perubahan pada fisik maupun mental lansia maupun kemunduran fungsi kognitif salah satunya demensia. Salah satu kelainan yang diduga memiliki hubungan dengan penurunan fungsi kognitif ini adalah adanya defisiensi vitamin D. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Antara Keadekuatan Asupan Vitamin D Dengan Kejadian Demensia Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional untuk mengetahui hubungan antara keadekuatan asupan vitamin d dengan kejadian demensia pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Telaga. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di wilayah kerja puskesmas telaga yang menderita demensia sejumlah 38 orang, sampel berjumlah 38 orang yang telah terseleksi melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat.
Pengaruh Tindakan SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin dan Sugestif) oleh Suami Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru Salsabillah Halusi; Ani Retni; Fahmi A. Lihu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.681

Abstract

Salah satu penanganan  masalah produksi ASI menurun pada ibu menyusui dapat diatasi dengan melakukan  tindakan pijat endorphin dan pijat oksitosin dan sugestif (SPEOS) yang dapat dilakukan oleh suami sebagai bentuk  dukung breastfeeding. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui menganalisis Pengaruh Tindakan SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin dan Sugestif) oleh Suami Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru.  Desain  penelitian menggunakan kuantitatif pra eksperimen dengan desain pre post test design.  Pengambilan sampel  menggunakan non probability  sampling  dengan teknik total purposive sampling  dengan jumlah responden 30 orang. Hasil penelitian  dengan menggunakan uji statistik t-test (x2) menunjukkan  terdapat pengaruh tindakan SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin dan Sugestif) oleh Suami Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru dibuktikan  dengan hasil p. value  (0.000 < 0.05).
Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang PMT Berbasis Pangan Lokal Menurunkan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Sitty Mifthayani Maaruf; Zuriati Mohamad; Harismayanti Harismayanti; Fahmi A. Lihu
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.308

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat pada anak balita. Salah satu upaya penanggulangannya dilakukan melalui Program Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal, yang keberhasilannya dipengaruhi oleh pengetahuan kader kesehatan dalam pelaksanaan dan pemantauan konsumsi PMT di posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan kader kesehatan tentang PMT berbasis pangan lokal dengan kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini terdiri atas 27 kader kesehatan dan petugas gizi yang terlibat dalam program PMT berbasis pangan lokal dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar kuesioner untuk mengukur pengetahuan kader kesehatan dan lembar observasi kejadian stunting pada anak balita berdasarkan pengukuran TB/U. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader kesehatan tentang pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 11 responden (40,7%), kategori cukup sebanyak 9 responden (33,3%), dan kategori kurang sebanyak 7 responden (25,9%) dan hasil Kejadian Stunting anak kategori tidak stunting sebanyak 15 responden (56,6%) dan Kejadian Stunting anak kategori stunting sebanyak 12 responden (44,4%). Hasil Uji Statistik Korelasi Spearman Rank diperoleh nilai signifikansi p= 0,004 (< 0,05) dengan arah korelasi positif (+) menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan kader kesehatan tentang PMT berbasis pangan lokal, maka semakin rendah risiko terjadinya stunting. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan kader kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program PMT berbasis pangan lokal sebagai salah satu upaya penurunan kejadian stunting pada anak balita.
Hubungan self efficacy dengan kejadian baby blues syndrom pada ibu post partum: The relationship between self-efficacy and the incidence of baby blues syndrome in postpartum mothers Rahmatya Putri Ayu Badjuka; Ani Retni; Fahmi A. Lihu
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru pada periode Januari–Maret 2025, dengan jumlah responden sebanyak 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-efficacy dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum. Hubungan yang terbentuk bersifat negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy ibu postpartum, maka semakin rendah risiko terjadinya baby blues syndrome. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy memiliki peran penting dalam menurunkan risiko terjadinya baby blues syndrome pada ibu postpartum. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan dukungan psikososial untuk meningkatkan self-efficacy ibu selama masa kehamilan dan setelah persalinan.
EFEKTIVITAS TEHNIK RELAKSASI GUIDED IMAGERY PADA IBU HAMIL UNTUK MENURUNKAN PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS KOTA TIMUR Harismayanti; Ani Retni; Fahmi A. Lihu; Nerlanti Adam
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/743nrk93

Abstract

Latar belakang: Preeklampsia masih menjadi penyebab utama kematian ibu dan janin di Indonesia. Intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi guided imagery dapat menjadi alternatif dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik relaksasi guided imagery dalam menurunkan gejala preeklampsia pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan pendekatan pre-post test group design. Metode pengumpulan data melalui pengkajian pada ibu hamil menggunakan format pengkajian ibu hamil. Pengolahan data ini menggunakan analisis statistik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 15 ibu hamil dengan preeklampsia ringan yang memenuhi kriteria inklusi di Puskesmas Kota Timur. Intervensi dilakukan dalam beberapa sesi, dan data dikumpulkan melalui observasi tekanan darah, proteinuria, dan edema sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan nilai rerata dan median. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan guided imagery, pada indikator tekanan darah sistolik minimal 140 mmHg, maksimum 160 mmHg, mean 144 mmHg dan median 140 mmHg. Tekanan darah diastolik minimal 90 mmHg, maksimum 100 mmHg, mean 93,3 mmHg dan median 90 mmHg. Sedangkan proteinurea minumum (+) dan maksimum (++), edema minimum (-) dan maksimum (+). Sesudah dilakukan tehnik relaksasi guided imagery, terjadi perubahan yaitu pada indikator tekanan darah sistolik minimal 120 mmHg, maksimum 140 mmHg, mean 123,3 mmHg dan median 120 mmHg. Tekanan darah diastolik minimal 80 mmHg, maksimum 90 mmHg, mean 82,0 mmHg dan median 80 mmHg. Sedangkan proteinurea minumum (+) dan maksimum (++), edema minimum (-) dan maksimum (+). Kesimpulan:  Teknik relaksasi guided imagery efektif menurunkan gejala preeklampsia pada ibu hamil, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis di pelayanan antenatal
Hubungan Konsumsi Suplemen Multiple Micronutrient Supplement (MMS) pada Masa Kehamilan terhadap Berat Badan Lahir Bayi di RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto Fegi Indriyani Suleman; Harismayanti Harismayanti; Fahmi A. Lihu
Jurnal Ventilator Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v4i2.2522

Abstract

Low Birth Weight (LBW) remains a global health issue associated with an increased risk of neonatal morbidity and mortality. One strategy for preventing LBW is ensuring adequate micronutrient intake during pregnancy through the consumption of Multiple Micronutrient Supplements (MMS). This study aims to determine the relationship between MMS consumption during pregnancy and infant birth weight at Dr. M.M. Dunda Limboto Regional General Hospital. This study used a quantitative observational analytical design with a retrospective cross-sectional approach. The study population consisted of mothers who gave birth at Dr. M.M. Dunda Limboto Regional General Hospital, with a sample size of 42 respondents selected using purposive sampling. Data were collected from secondary sources, including medical records and the Maternal and Child Health (MCH) Book, and analyzed using the chi-square test. The results showed that the majority of respondents adhered to taking MMS, totaling 25 respondents (59.5%), while 17 respondents (40.5%) did not adhere. Based on birth weight, 28 infants (66.7%) had normal birth weight, and 14 infants (33.3%) were low birth weight (LBW). The results of the Chi-Square test showed a p-value of 0.000 (p<0.05), indicating a significant association between MMS intake and infant birth weight. Pregnant women who adhered to MMS intake were more likely to give birth to infants with normal birth weight compared to those who did not adhere. The conclusion of this study is that there is a significant association between MMS intake during pregnancy and infant birth weight. Adherence to MMS intake needs to be improved through education and routine monitoring during pregnancy.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawatan Bayi Baru Lahir dengan Penerimaan Peran Baru pada Ibu Postpartum Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Nuranisa Mooduto; Ani Retni; Fahmi A. Lihu
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i4.9923

Abstract

Newborn care is a component of maternity nursing that supports the theory of nursing care implementation for newborns. For primiparous mothers, knowledge of newborn care is important because mothers are undergoing a process of adaptation to their new roles and responsibilities. This study aims to determine the relationship between knowledge levels of newborn care and acceptance of new roles among primiparous postpartum mothers in the Limboto Community Health Center (Puskesmas). This study employed a quantitative correlational research design. The population in this study was 33 primiparous postpartum mothers, and a sample of 33 primiparous postpartum mothers was selected using a total sampling technique. The results showed that knowledge levels of newborn care and acceptance of new roles among primiparous postpartum mothers had a chi-square value of P = 0.000 < 0.05. Therefore, it can be concluded that there is a relationship between knowledge levels of newborn care and acceptance of new roles among primiparous postpartum mothers in the Limboto Community Health Center (Puskesmas).