Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis kemampuan metakognisi siswa dalam pemecahan masalah bangun ruang sisi datar. Penentuan subjek menggunakan Teknik purposive sampling, yaitu dua siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Takalar dengan gender laki-laki dan perempuan. Pengumpulan data menggunakan angket karakteristik siswa, tes kemampuan metakognisi, dan wawancara mendalam dengan pedoman yang terstruktur. Analisis data dilakukan melalui kondensasi, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan metakognisi antara kedua subjek. Keduanya mengalami kesulitan pada soal spasial, terutama dalam tahap perencanaan, pemantauan, dan evaluasi, kesulitan mengaitkan informasi matematis dengan representasi visual bangun ruang. Sebaliknya, pada soal aplikasi luas permukaan, kedua subjek menunjukkan kemampuan metakognisi yang baik di semua tahapan. Mereka dapat merencanakan, memantau, dan mengevaluasi langkah penyelesaian secara tepat. Adapun perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada strategi awal dalam tahap perencanaan: siswa perempuan cenderung langsung mengidentifikasi variabel penting dalam soal, sedangkan siswa laki-laki menggunakan pendekatan komperhensif dengan memahami keseluruhan konteks soal terlebih sebelum menentukan informasi yang relevan. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya pembelajaran matematika yang menekankan pengembangan keterampilan metakognisi, khususnya dalam menghubungkan konsep matematis dengan representasi visual bangun ruang.