Kualitas hubungan antara orang tua dengan anak akan berbeda disetiap keluarga, termasuk bagaimana cara menyampaikan informasi akan memengaruhi hubungan antara orang tua dengan anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana seorang remaja akhir memilih dan mengelola batasan privasi kepada orang tua mengenai perilaku seksual. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Communication Privacy Management Theory (CPM), sebuah teori yang menggambarkan bahwa setiap individu membuat pilihan mengenai mengungkapkan atau tidak mengungkapkan suatu informasi yang sifatnya pribadi, karena setiap individu memiliki hak untuk mengatur akses keinformasi pribadi mereka. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara semistruktur. Informan pada penelitian ini adalah remaja akhir di Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja akhir dapat membentuk batasan privat mengenai ranah privasi perilaku seksual. Dengan demikian remaja akhir memiliki pengelolaan komunikasi privasi kepada orang tuanya, namun pada intinya remaja akhir memiliki pilihan ungkapan kepada orang tuanya, dan menyembunyikan informasi pribadi seperti perilaku seksual. Dalam melakukan pengungkapan diri remaja akhir cenderung tertutup kepada orang tua mengenai perilaku seksual dalam hubungan romantisnya dikarenakan remaja akhir memiliki keraguan, takut berdampak pada hubungan keluarganya, karena orang tua yang sudah memberikan kepercayaan kepada remaja akhir dan remaja akhir pun ingin menjaga kepercayaan orang tuanya agar tidak mengecewakan. Sedangkan remaja akhir terbuka kepada orang tua mengenai hubungan asmara dengan pasangannya karena orang tua tidak melarang hal tersebut.