Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI COPING STRES PADA PETANI MELON PASCA GAGAL PANEN DI DESA MAGUWAN, KECAMATAN SAMBIT, KABUPATEN PONOROGO Dinda Ainul Fitria; M. Irfan Riyadi
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.204 KB) | DOI: 10.21154/rosyada.v3i1.4383

Abstract

Coping adalah perilaku yang terlihat dan tersembunyi yang dilakukan seseorang untuk mengurangi atau menghilangkan ketegangan psikologis dalam kondisi yang penuh stres seperti fenomena kegagalan panen yang terajadi di Desa Maguwan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, yang mengakibatkan petani mengalami kerugian sangat banyak dan mengalami stres ataupun trauma. Penelitian ini menjelaskan (1) Kondisi psikologis petani pasca gagal panen, (2) Bentuk penerapan strategi coping stres pada petani melon pasca gagal panen dan (3) Hasil penerapan strategi coping stres pada petani melon pasca gagal panen di Desa Maguwan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kondisi psikologis petani melon pasca gagal panen mengalami kecemasan, trauma, depresi, kecewa dan pesimis. (2) Penerapan strategi coping stres untuk mengatasi kondisi psikologis petani pasca gagal panen sangat berdampak positif karena materi coping bertujuan untuk mengendalikan emosi dan mengelola stres dengan baik. (3) Bentuk  strategi coping yang diterapkan adalah strategi coping yang berfokus pada masalah (Problem Focused Coping) dan strategi coping yang berfokus pada emosi (Emotion Focused Coping).
TAFSIR AYAT POLITIK PERSPEKTIF NADIRSYAH HOSEN Rangga Nurseta; M. Irfan Riyadi
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 2 No 1 (2022): Proceeding of The 2nd Conference on Strengthening Islamic Studies in the Digital
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.007 KB)

Abstract

Abstrak : Politik pada dasarnya merupakan fenomena dalam masyarakat yang selalu berkaitan dengan manusia. Pergulatan politik dalam kehidupan manusia selalu mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan zaman berupa teknologi informasi memberikan sebuah dorongan dalam kontribusi penafsiran Al-Qur’an mengenai dinamika politik kekinian. Oleh karena itu, diperlukan dinamika politik yang mampu menyelaraskan norma-norma sosial dengan agama, dan Nadirsyah Hosen memiliki peran penting melalui bidang penafsirannya. Maka, penellitian ini membahas tentang metode penafsiran, kriteria pemimpin dan relevansi tafsirnya. Peneliti menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan konstektual dalam mengkaji penelitian ini. Keberhasilan dalam penelitian ini, didukung dengan mengkaji 6 ayat Al-Qur’an berkaitan dengan politik yang ditafsirkan oleh Nadiryah Hosen berupa Al-Maidah (51), An-nisa’ (138-139), An-Nisa’ (59), Al-Maidah (44, 45, 47), An-Nisa (108) dan An-Nur (55). Hasil penelitian ini, menjelaskan bahwa dalam melakukan penafsiran ayat politik Nadirsyah Hosen menggunakan metode tematik (maudhu’i) dengan corak adabi al-ijtima’i. Dalam menafsirkan ayat tentang kepemimpinan, dijelaskan bahwa tidak ada syarat khusus bahwa pemimpin harus dari orang Islam. Akan tetapi, orang yang mampu menjungjung tinggi keadilan, bertanggung jawab dan amanah. Sedangkan dalam menafsirkan ayat-ayat tentang kekuasaan, lebih fokus dalam mengkritisi terjadinya politisasi tafsir yang membahas mengenai Al-Maidah (51) terkait kepemimpinan non-muslim, An-nisa’ (138-139) tentang Pilkada dan An-Nisa (108) tentang KPU.