Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Perbedaan Tingkat Nyeri Persalinan Kala I Pada Ibu Bersalin Normal Primigravida Dan Multigravida Di Praktik Mandiri Bidan Dwi Rahmawati Palembang Tahun 2020 Rika Oktapianti; Dempi Triyanti
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi Juli 2022
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v2i2.301

Abstract

Persalinan dan kelahiran normal merupakan proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) dengan adanya kontraksi rahim pada ibu. Rasa nyeri dari persalinan adalah manifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim kontraksi inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar ke arah paha. Kontraksi ini menyebabkan adanya pembukaan mulut rahim (serviks). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri persalinan pada ibu bersalin normal kala I primigravida dan multigravida. Jenis penelitian ini penelitian komparatif yaitu perbandingan dua sampel atau lebih. Penelitian ini dilaksanakan di Praktik Mandiri Bidan Dwi Rahmawati Palembang. Subjek penelitian adalah semua ibu bersalin normal sebanyak 38 orang dilaksanakan tanggal 15 Oktober -28 Desember 2020. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil uji statistika didapatkan nilai P-value sebesar 0,019 (< 0,05) artinya ada perbedaan antara tingkat nyeri persalinan pada ibu bersalin normal kala I primigravida dan multigravida. Diharapkan untuk petugas kesehatan khususnya bidan agar dapat lebih meningkatkan informasi dan edukasi pada masyarakat untuk memberikan pelayanan yang paripurna kepada ibu bersalin.
Penyuluhan Tentang Pemakaian Kontrasepsi IUD Di PMB Andina Primitasari Palembang Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1504

Abstract

IUD (Intra Uterine Device) or IUD contraception is a tool or object that is inserted into the uterus that is very effective, reversible and long-term, can be used by all women of reproductive age, with the aim of contraception or pregnancy prevention efforts (Handayani, 2010). The population growth rate in Indonesia is increasing. This can be seen from the growth rate in Indonesia based on the results of the 2010 population census, the population of Indonesia is 237,556,363 people consisting of 119,107,580 men and 118,048,784 women. LPP in 2017 is expected to drop to 1.1%. (BKKBN, 2017). The low number of mothers using IUD contraception is due to the lack of information about the benefits of using IUD contraception so that the mother's attitude in choosing IUD is still very low which has an impact on actions in choosing IUD contraception. This situation greatly influences the mother's decision to use IUD contraception.IUD (Intra Uterine Device) or IUD contraception is a tool or object that is inserted into the uterus that is very effective, reversible and long-term, can be used by all women of reproductive age, with the aim of contraception or pregnancy prevention efforts (Handayani, 2010). The population growth rate in Indonesia is increasing. This can be seen from the growth rate in Indonesia based on the results of the 2010 population census, the population of Indonesia is 237,556,363 people consisting of 119,107,580 men and 118,048,784 women. LPP in 2017 is expected to drop to 1.1%. (BKKBN, 2017). The low number of mothers using IUD contraception is due to the lack of information about the benefits of using IUD contraception so that the mother's attitude in choosing IUD is still very low which has an impact on actions in choosing IUD contraception. This situation greatly influences the mother's decision to use IUD contraception.
A Descriptive Study on Postpartum Mothers' Knowledge of Colostrum at the Independent Midwifery Practice of Choirul Mala, Palembang Rika Oktapianti; Dempi Triyanti
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 3 (2025): September : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebid
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i3.1552

Abstract

Bacground : The 0–12 month period is a critical phase in infant development, covering motor, cognitive, and emotional domains. Early stimulation has been proven to prevent developmental delays that may affect later life stages. Complementary therapies such as infant massage and baby gym are widely applied as non-pharmacological, safe, low-cost interventions that can be practiced at home by parents. Objective: To systematically review the scientific evidence regarding the effectiveness of complementary therapies in stimulating the development of infants aged 0–12 months. Methods: This literature study involved a review of articles published between 2018–2024 from PubMed and Google Scholar. Inclusion criteria included experimental and quasi-experimental studies evaluating the effect of complementary therapies (infant massage, baby gym, or others) on infant development. Results: Six relevant studies were identified, including four on baby gym and two on infant massage. All studies reported significant improvements in gross motor development following intervention. Infant massage also showed additional benefits such as increased weight gain and enhanced mother-infant bonding. Conclusion: Complementary therapies such as infant massage and baby gym are effective and practical strategies for stimulating infant development. However, further research with more robust experimental designs is needed to strengthen the evidence base.
PENYULUHAN TENTANG TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID PADA REMAJA DI SMK SWAKARYA PALEMBANG: COUNSELING ON PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TECHNIQUES TOWARDS REDUCING MENSTRUAL PAIN IN ADOLESCENTS AT SMK SWAKARYA PALEMBANG Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.362

Abstract

Penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh kejadian nyeri menstruasi pada remaja di SMK Swakarya Palembang, dimana terdapat 58 (80%) remaja yang menyatakan mengalami nyeri menstruasi dan remaja tersebut mengatakan hanya tiduran dan minum obat saat nyeri menyerang.Tujuan Penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di SMK Swakarya Palembang. Relaksasi otot progresif merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dan digunakan mengurangi atau menghilangkan ketegangan dan mengalami rasa nyaman, sedangkan dismenorea merupakan nyeri yang dirasakan ketika menstruasi, terutama terjadi pada perut bagian bawah menyebar sampai pinggang serta paha yang terasa seperti kram. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan berupa penyuluhan secara menyeluruh pada remaja putri di SMK Swakarya Palembang, kemudian remaja putri diberikan leaflet tentang metode pemberian Teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri. Setelah selesai melakukan penyuluhan kesehatan, remaja putri mengerti bahwa dalam meningkatkan kesehatan dan melakukan relaksasi otot progresif untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri. Dari penyuluhan kesehatan yang dilakukan maka kami menyimpulkan bahwa dipahaminya apa itu Teknik relaksasi otot progresif Kami menyarankan agar remaja putri, untuk melakukan Teknik relaksasi otot progresif guna mencegah hal-hal yang tidak di inginkan seperti nyeri haid pada remaja putri. Kata Kunci : Nyeri haid (dismenorea), Teknik relaksasi otot progresif   Abstract This counseling was motivated by the occurrence of menstrual pain in adolescents at SMK Swakarya Palembang, where there were 58 (80%) adolescents who stated that they experienced menstrual pain and the adolescents said that they only lay down and took medicine when the pain attacked. The purpose of this counseling was to determine the effect of providing progressive muscle relaxation techniques on reducing menstrual pain in female adolescents at SMK Swakarya Palembang. Progressive muscle relaxation is a skill that can be learned and used to reduce or eliminate tension and experience comfort, while dysmenorrhea is pain that is felt during menstruation, especially in the lower abdomen spreading to the waist and thighs which feels like cramps.The method of implementing the activity was carried out in the form of comprehensive counseling for female adolescents at SMK Swakarya Palembang, then the female adolescents were given leaflets about the method of providing progressive muscle relaxation techniques to reduce menstrual pain in female adolescents. After completing the health counseling, female adolescents understood that in improving health and doing progressive muscle relaxation to reduce menstrual pain in female adolescents. From the health counseling that was carried out, we concluded that they understood what progressive muscle relaxation techniques are. We suggest that young women carry out progressive muscle relaxation techniques to prevent unwanted things such as menstrual pain in young women  Keywords : Menstrual Pain (Dismenorhea), Progressive Muscle Relaxation Technique
PENYULUHAN TENTANG PEMAKAIAN IMPLANT PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR DI BPM FAUZIAH HATTA PALEMBANG: COUNSELING ABOUT IMPLANT USE IN WOMEN COUPLE OF REPRODUCTIVE AGE AT BPM FAUZIAH HATTA PALEMBANG Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.145

Abstract

Abstrak Metode kontrasepsi jangka panjang (MJKP) implant (susuk) dinilai merupakan metode kontrasepsi yang paling efektif dari segi kegunaan dan biaya dengan tingkat keberhasilan mencapai 99%. Kenyataannya banyak wanita yang mengalami kesulitan dalam menentukan alat kontrasepsi yang sesuai untuk dirinya. Kendala yang sering ditemukan karena kurangnya pengetahuan. Banyak aspek yang harus dipertimbangkan yang meliputi derajat status kesehatan, kemungkinan munculnya efek samping, kemungkinan kegagalan atau kehamilan yang tidak dikehendaki, jumlah kisaran keluarga yang diharapkan, persetujuan dari suami atau istri,nilai- nilai budaya, lingkungan serta keluarga dengan tujuan penyuluhan metode kontrasepsi jangka panjang untuk menurunkan angka kelahiran penduduk yang terlalu dekat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan berupa penyuluhan secara menyeluruh pada wanita pasangan usia subur di BPM Fauziah Hatta Palembang, kemudian pasien diberikan leaflet tentang metode kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur guna menurunkan angka kelahiran penduduk. Setelah selesai melakukan penyuluhan kesehatan, wanita pasangan usia subur mengerti bahwa dalam meningkatkan kesehatan dan melakukan pemakaian implant usia subur untuk mengurangi angka kelahiran. Dari penyuluhan kesehatan yang dilakukan maka kami menyimpulkan bahwa dipahaminya apa itu kontrasepsi implant Kami menyarankan agar masyarakat khususnya wanita usia subur, untuk melakukan pemakaian kontrasepsi implant guna mencegah hal-hal yang tidak di inginkan sepeti kelahiran bayi dan ledakan penduduk. Kata Kunci : Implant, Pasangan Usia Subur Abstract Implanted long-term contraceptive methods (MJKP) are considered to be the most effective method of contraception in terms of usability and cost with a success rate of up to 99%. In fact, many women experience difficulties in determining the appropriate contraceptive method for themselves. Obstacles that are often found due to lack of knowledge. Many aspects must be considered which include the degree of health status, the possibility of side effects, the possibility of failure or unwanted pregnancies, the expected number of family ranges, the approval of the husband or wife, cultural values, environment and family with the aim of educating long-term contraceptive methods. too long to reduce the birth rate of residents who are too close. The method of implementing the activity is in the form of comprehensive counseling for women of childbearing age at BPM Fauziah Hatta Palembang, then patients are given leaflets about long-term contraceptive methods for women of childbearing age to reduce the population's birth rate. After completing health counseling, women of reproductive age couples understand that in improving health and using implants of childbearing age to reduce birth rates. From the health education conducted, we concluded that they understood what implant contraception was. We suggest that the public, especially women of childbearing age, use implant contraception to prevent unwanted things such as baby births and population explosions.  Keywords: Implants, Couples of Reproductive Age
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEKURANGAN ENERGI KRONIK SAAT HAMIL MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG: INCREASING KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN ABOUT CHRONIC ENERGY DEFICIENCY DURING PREGNANVY THROUGH HEALTH EDUCATION AT PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG Rika Oktapianti; Dempi Triyanti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.148

Abstract

Abstrak Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia, kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan, menurunkan produktifitas kerja dan daya tahan tubuh, yang berakibat meningkatnya kesakitan dan kematian. Kecukupan gizi sangat diperlukan oleh setiap individu, sejak janin didalam kandungan. Ibu dan calon ibu menjadi kelompok rawan, karena membutuhkan gizi dan kesehatannya yang cukup sehingga harus di jaga status gizi dan kesehatannya, agar dapat melahirkan bayi yang sehat. Sampai saat ini masih banyak banyak ibu hamil yang mengalami masalah gizi, khususnya gizi kurang energi kronis (KEK) dan anemia. Sehingga mempunyai kecendrungan melahirkan bayi dengan berat badan lahir kurang. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kekurangan energi kronik. Kegiatan ini berupa edukasi yang dilakukan pada ibu hamil. Metode penyuluhan adalah melalui Pendidikan Kesehatan langsung antara penyuluh dan peserta. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil yang ada dipuskesmas Pembina Palembang sebanyak 16 orang. Selama proses penyuluhan berlangsung peserta sangat antusias mendengarkan dari awal sampai akhir kegiatan. Hasil edukasi (penyuluhan) didapatkan sebanyak 75% pengetahuan ibu baik karena ibu menyimak saat dilakukan edukasi kesehatan (pendidikan kesehatan) dan adanya rasa ingin tahu dari ibu sendiri tentang kekurangan energi kronik. Ini membuktikan sebagai petugas kesehatan perlunya melakukan edukasi kepada masyarakat terutama pada ibu hamil untuk mengetahui apa kekurangan energi kronik dan upaya pencegahan supaya tidak mengalami kekurangan energi kronik saat hamil. Bagi ibu hamil lebih aktif  lagi dalam pelayanan kesehatan sehingga ibu  hamil bisa mengontrol kesehatannya selama kehamilan. Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Kekurangan Energi Kronik (KEK).   Abstract Nutrition is one of the determinants of the quality of human resources, malnutrition will cause failure of physical growth and development of intelligence, reduce work productivity and endurance, which results in increased illness and death. Nutritional adequacy is needed by every individual, since the fetus is in the womb. Mothers and expectant mothers become vulnerable groups, because they need adequate nutrition and health so that they must be maintained nutritional status and health, in order to give birth to healthy babies. Until now, there are still many pregnant women who experience nutritional problems, especially chronic lack of energy (KEK) and anemia. So it has a tendency to give birth to babies with less birth weight. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about chronic energy deficiency. This activity is in the form of education carried out on pregnant women. The method of counseling is through Health Education directly between extension workers and participants. The target of this community service is pregnant women in the Palembang Pembina health center as many as 25 people. During the counseling process, participants were very enthusiastic about listening from the beginning to the end of the activity. The results of education (counseling) obtained as much as 65.7% of maternal knowledge both because mothers listen when health education is carried out (health education) and there is curiosity from mothers themselves about chronic energy deficiency. This proves as health workers the need to educate the public, especially pregnant women, to find out what chronic energy deficiency is and prevention efforts so as not to experience chronic energy deficiency during pregnancy. For pregnant women to be more active in health services so that pregnant women can control their health during pregnancy.  Keywords: Knowledge, Pregnant Women, Chronic Energy Deficiency (KEK).
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KELAINAN LETAK JANIN (LETAK SUNGSANG) PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PALEMBANG : EFFORTS TO INCREASE KNOWLEDGE ABOUT FETAL LOCATION ABNORMALITIES (BREECH LOCATION) IN PREGNANT WOMEN AT BHAYANGKARA HOSPITAL PALEMBANG Rika Oktapianti; Dempi Triyanti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.188

Abstract

Abstrak Persentasi bokong atau letak sungsang merupakan letak memanjang dengan kepala janin di fundus dan bokong dibagian bawah kavum uteri. Persalinan sungsang memiliki resiko berakibat kematian baik pada ibu maupun bayi apabila tidak ditangani dengan baik. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Bhayangkara Palembang pada tahun 2016 ibu yang melahirkan dengan persentasi bokong sebanyak 24 orang, pada tahun 2017 ibu yang melahirkan bayi dengan persentasi bokong sebanyak 29 orang. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kelainan letak janin. Penyuluhan  dan  edukasi ini sangat penting kepada  ibu  hamil  untuk  mengetahui  kelainan letak janin agar bisa  menyelamatkan  nyawa  ibu  dan  janin. Metode penyuluhan adalah melalui Pendidikan Kesehatan langsung antara penyuluh dan peserta. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil yang ada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang sebanyak 18 orang. Media    yang    digunakan    adalah  leaflet yang  berisikan  tentang  informasi  kelainan letak pada janin. Selama proses penyuluhan berlangsung peserta sangat antusias mendengarkan dari awal sampai akhir kegiatan. Hasil edukasi (penyuluhan) didapatkan sebanyak 77,8% pengetahuan ibu baik karena ibu menyimak saat dilakukan edukasi kesehatan (pendidikan kesehatan) dan adanya rasa ingin tahu dari ibu sendiri tentang kelainan letak (letak sungsang) pada janin. Ini membuktikan sebagai petugas kesehatan perlunya melakukan edukasi kepada masyarakat terutama pada ibu hamil untuk mengetahui apa kelainan letak (letak sungsang pada janin dan upaya pencegahan supaya tidak mengalami kelainan letak janin saat hamil. Bagi ibu hamil lebih aktif  lagi dalam pelayanan kesehatan sehingga ibu  hamil bisa mengontrol kesehatannya selama kehamilan. Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Kelainan Letak (letak Sungsang) Janin   Abstract The percentage of the buttocks or breech location is an elongated location with the fetal head in the fundus and the buttocks at the bottom of the uterine cavity. Breech delivery has a risk of death both to the mother and baby if not handled properly. Based on data from Bhayangkara Hospital Palembang in 2016 mothers who gave birth with a percentage of buttocks as many as 24 people, in 2017 mothers who gave birth to babies with a percentage of buttocks as many as 29 people. The purpose of this community service is to provide education and increase the knowledge of pregnant women about fetal location abnormalities. This counseling and education is very important for pregnant women to find out fetal location abnormalities in order to save the lives of mothers and fetuses. The method of counseling is through direct Health Education between extension workers and participants. The target of this community service is 18 pregnant women at Bhayangkara Hospital Palembang. The media used is a leaflet containing information on location abnormalities in the fetus. During the counseling process, participants were very enthusiastic about listening from the beginning to the end of the activity. The results of education (counseling) obtained as much as 75% of maternal knowledge both because mothers listen when health education is carried out (health education) and there is curiosity from the mother herself about location abnormalities (breech location) in the fetus. This proves as a health worker the need to educate the public, especially pregnant women to find out what location abnormalities (breech location in the fetus and prevention efforts so as not to experience fetal location abnormalities during pregnancy. For pregnant women to be more active in health services so that pregnant women can control their health during pregnancy.  Keywords : Knowledge, Pregnant Women, Fetal Layout (Breech location).
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MELALUI PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN TENTANG MASSAGE EFFLEURAGE UNTUK MENGURANGI TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF : EFFORTS TO INCREASE KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN THROUGH PROVIDING HEALTH EDUCATION ABOUT MASSAGE EFFLEURAGE TO REDUCE THE LEVEL OF LABOR PAIN DURING THE ACTIVE PHASE Rika Oktapianti; Dempi Triyanti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.238

Abstract

Abstrak Rasa  nyeri  pada  persalinan  adalah  manifestasi  dari  adanya  kontraksi  atau  pemendekan otot rahim yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar ke paha. Pada  kala  I  fase  aktif,  ibu  bersalin  banyak  yang  mengalami  nyeri berat.  Upaya  non  farmakologi  yang  dilakukan  untuk  mengurangi  nyeri  adalah  pemberian terapi massage effleurage. Effleurage adalah teknik pemijatan berupa usapan lembut, lambat dan panjang atau tidak putus-putus.  Massage effeluarge ini sangat bermafaat bagi ibu guna dapat meningkatkan penghilang rasa sakit dan memberikan perasaan relaksasi dan memberikan kontak fisik dengan ibu bersalin sehingga dapat berpotensi memberikan perasaan relaksaasi dan mengurangi stress emosional ibu dalam menghadapi persalinan. Pemberian edukasi kesehatan tentang massage effleurage penting untuk diberikan kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam mengurangi rasa nyeri pada saat bersalin terutama pada kala I fase aktif. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang massage effleurage untuk mengurangi rasa nyeri pada persalinan kala I fase Aktif. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dan pelatihan massage effleurage kepada  peserta penyuluhan. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil yang ada di Praktik Mandiri Bidan  Desi Fitriani sebanyak 14 orang. Media  yang  digunakan    adalah  leaflet yang  berisikan  tentang  informasi  massage effleurage. Selama proses penyuluhan berlangsung peserta sangat antusias mendengarkan dari awal sampai akhir kegiatan. Hasil pengabdian Masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu dan skill atau keterampilan dalam melakukan massage effluarge sebanyak 78,6%. Hal ini menunjukkan adanya  pertanyaan secara lisan terhadap narasumber/petugas dan pada saat sesi tanya jawab dan hasil evaluasi mengenai massage effleurage yang dapat mengurangi tingkat nyeri pada saat persalinan. Dengan dilakukan edukasi massage effleuarge ini dapat mengurangi rasa nyeri pada saat bersalin terutama pada kala I persalinan dan dapat membuat ibu lebih relaksasi fisik dan mental ibu sehingga bisa memberikan perasaan menyenangkan dan menenangkan pada persalinan nanti. Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Massage Effleurage Abstract Pain in labor is a manifestation of contractions or shortening of the uterine muscles that cause pain in the waist, abdominal area and radiate to the thighs. During the first active phase, many maternity mothers experience severe pain. Non-pharmacological efforts made to reduce pain are the provision of massage effleurage therapy. Effleurage is a massage technique in the form of gentle, slow and long or uninterrupted strokes. This effleurage massage is very useful for mothers to be able to improve pain relief and provide a feeling of relaxation and provide physical contact with maternity mothers so that it can potentially provide a feeling of relaxation and reduce maternal emotional stress in the face of labor. It  is important to provide health education about effleurage massage to mothers to increase maternal knowledge in reducing pain during childbirth, especially during the first stage of the active phase. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about massage efflleurage to reduce pain in labor when I. The method carried out is counseling and massage effleurage training to counseling participants. The target of this community service is 14 pregnant women in the Midwife Desi Fitriani Independent Practice. The media used is a leaflet containing information about massage effleurage. By doing massage effleuarge education, it can reduce pain during labor, especially during labor and can make mothers more relaxed physically and mentally so that they can provide a pleasant and soothing feeling in labor later. Keywords : Knowledge, Pregnant Women, Massage efflleurage
Penyuluhan tentang Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri (Dismenore) Pada Remaja Putri Di STIK Bina Husada Palembang Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang terjadi secara periodik atau siklus endometrium yang secara fisiologis menandakan terbuangnya sel telur yang sudah matang dan merupakan pertanda masa reproduksi pada kehidupan seorang perempuan (Bobak, 2018). Menstruasi dimulai antara usia 12-15 tahun dan berlangsung mencapai usia 45-50 tahun. Keluhan-keluhan yang sering muncul pada saat menstruasi adalah mudah tersinggung, gelisah, sukar tidur, gangguan konsentrasi payudara mengalami pembesaran dan gangguan yang berkenaan dengan masa haid berupa dismenore. Salah satu keluhan yang paling sering dirasakan oleh remaja saat menstruasi yaitu dismenore (Manuaba, 2019). Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami wanita dari berbagai tingkat usia dan gejala yang timbul karena adanya kelainan dalam rongga panggul yang sangat menganggu aktivitas perempuan, bahkan sering kali mengharuskan penderita beristirahat dan meninggalkan aktifitasnya (Bobak, 2018). Dismenore dikategorikan menjadi dua yaitu (1) dismenore primerberkaitan dengan nyeri haid yang terjadi tanpa terdapat kelainan anatomis alat kelamin, sedangkan (2) dismenore sekunder yaitu nyeri haid yang berhubungan dengan kelainan anatomis yang jelas atau masalah patologis di rongga panggul (Manuaba, 2019). Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang terjadi secara periodik atau siklus endometrium yang secara fisiologis menandakan terbuangnya sel telur yang sudah matang dan merupakan pertanda masa reproduksi pada kehidupan seorang perempuan (Bobak, 2018). Menstruasi dimulai antara usia 12-15 tahun dan berlangsung mencapai usia 45-50 tahun. Keluhan-keluhan yang sering muncul pada saat menstruasi adalah mudah tersinggung, gelisah, sukar tidur, gangguan konsentrasi payudara mengalami pembesaran dan gangguan yang berkenaan dengan masa haid berupa dismenore. Salah satu keluhan yang paling sering dirasakan oleh remaja saat menstruasi yaitu dismenore (Manuaba, 2019). Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami wanita dari berbagai tingkat usia dan gejala yang timbul karena adanya kelainan dalam rongga panggul yang sangat menganggu aktivitas perempuan, bahkan sering kali mengharuskan penderita beristirahat dan meninggalkan aktifitasnya (Bobak, 2018). Dismenore dikategorikan menjadi dua yaitu (1) dismenore primerberkaitan dengan nyeri haid yang terjadi tanpa terdapat kelainan anatomis alat kelamin, sedangkan (2) dismenore sekunder yaitu nyeri haid yang berhubungan dengan kelainan anatomis yang jelas atau masalah patologis di rongga panggul (Manuaba, 2019).