Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI COPING STRES PADA NARAPIDANA WANITA DI RUTAN KELAS II B PONOROGO Erva Zahrotul Wahidah; Muhamad Nurdin
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 2 No 1 (2022): Proceeding of The 2nd Conference on Strengthening Islamic Studies in the Digital
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.706 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk stres, penggunaan coping stres dan hasil coping stres yang di gunakan narapidana wanita di rutan kelas IIB Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi deskriptif. Sedangkan untuk metode pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi coping stres pada narapidana wanita di rutan kelas IIB Ponorogo yakni pertama, bentuk-bentuk stres yang di alami narapidana wanita di rutan kelas IIB Ponorogo adalah stres psikososial. Jenis stresor yang psikososial yang di alami narapidana wanita adalah masalah hukum. Keterlibatan mereka dalam masalah hukum membuat mental mereka menurun. Keberadaan mereka di lingkungan rutan dapat menjadi faktor penyebab stres. Kedua, penggunaan coping stres pada narapidana wanita di rutan kelas IIB Ponorogo adalah strategi coping berfokus pada emosi. Contohnya sholat, mengaji, dzikir, ngobrol dengan teman, baca-baca buku dan membuat kerajian. Ketiga, hasil coping stres yang dilakukan narapidana wanita di rutan kelas IIB Ponorogo adalah mereka menjadi lebih tenang, lebih rileks, lebih nyaman dan mental lebih kuat. Mereka bisa menjalankan aktivitas dengan baik, lebih bersemangat dan bisa berfikir ke depan. Abstrak : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk stres, penggunaan coping stres dan hasil coping stres yang di gunakan narapidana wanita di rutan kelas IIB Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi deskriptif. Sedangkan untuk metode pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi coping stres pada narapidana wanita di rutan kelas IIB Ponorogo yakni pertama, bentuk-bentuk stres yang di alami narapidana wanita di rutan kelas IIB Ponorogo adalah stres psikososial. Jenis stresor yang psikososial yang di alami narapidana wanita adalah masalah hukum. Keterlibatan mereka dalam masalah hukum membuat mental mereka menurun. Keberadaan mereka di lingkungan rutan dapat menjadi faktor penyebab stres. Kedua, penggunaan coping stres pada narapidana wanita di rutan kelas IIB Ponorogo adalah strategi coping berfokus pada emosi. Contohnya sholat, mengaji, dzikir, ngobrol dengan teman, baca-baca buku dan membuat kerajian. Ketiga, hasil coping stres yang dilakukan narapidana wanita di rutan kelas IIB Ponorogo adalah mereka menjadi lebih tenang, lebih rileks, lebih nyaman dan mental lebih kuat. Mereka bisa menjalankan aktivitas dengan baik, lebih bersemangat dan bisa berfikir ke depan.
MERAIH MEANINGFUL LIFE: PERSPEKTIF PSIKOLOGI POSITIF DAN TASAWUF POSITIF Muhamad Nurdin
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 1 No 1 (2021): Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.04 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) bertujuan untuk memaparkan bagaimana mencapai kehidupan bermasyarakat yang penuh makna (meaningfull life) dalam sudut pandang Psikologi Positif sebagai perkembangaan termutakhir dari Ilmu Psikologi dan Tasawuf Positif yang merupakan titik balik dari tasawuf konservatif. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena kehidupan manusia selalu berjalan bersama dengan perubahan kekinian yang dapat menjebak individu dan masyarakat dalam kehidupan yang tidak lagi bermakna. Sehingga melahirkan emosi yang sulit dikendalikan, rentan stress, terbiasa menyalahkan keadaan dan kehidupan menjadi hampa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa menelaah dan mengeksploitasi buku-buku, , internet dan sumber-sumber lain yang relevan. Data penelitian diolah dengan analitis deskriptif dengan pola pikir induktif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pecapaian kehidupan penuh makna menurut Psikologi Positif dapat dilakukan dengan meninggalkan semua ego kepemilikan individu dan mengabdikan diri untuk kemanusiaan. Di sisi lain Tasawwuf Positif berpendapat bahwa meaningfull life adalah nampaknya amal shaleh sebagai fungsi profetis Tasawuf dalam segala kehidupan sosial, dan juga ikut andil dalam penyelesaian permasalahan dunia.
SELF CONTROL PADA REMAJA PELAKU SEKS PRA NIKAH Muhamad Nurdin; Ajeng Ummy Fadhila
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 3 No 1 (2023): Proceeding of the 3rd FUAD’s International Conference on Strengthening Islamic St
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In an Islamic perspective, premarital sex is known as adultery. This means that sexual relations between a man and a woman are not subject to a valid marriage according to Islamic law. But premarital sex among teenagers has become the norm, not something new. The purpose of this research is to identify the factors that cause premarital sex in adolescents, and the forms of behavior change due to self control by adolescents. This study uses a type of qualitative research, collecting data using observation and interview techniques. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, drawing conclusions and data validation techniques. In this study, the results obtained were that the factors causing premarital sex behavior experienced by adolescents were caused by curiosity about premarital sex experienced by adolescents and there were family factors and environmental factors. The form of behavior change that occurs due to self control in premarital sex offenders in adolescents uses behavioral control, cognitive control and decision making. And there are forms of behavior change experienced by adolescents after having premarital sex, namely stopping having premarital sex.