Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TAREKAT SEBAGAI LEMBAGA BIMBINGAN DAN PENYULUHAN KESUFIAN MASSAL Mohammad Rozi Indrafuddin
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 1 No 1 (2021): Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.702 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) bertujuan untuk memaparkan bagaimana Tarekat sebagai salah satu bidang kajian studi Islam yang memusatkan perhatian pada pemberian aspek rohani manusia yang dapat menimbulkan ghirah akhlak mulia. Pembersihan aspek rohani atau batin dikenal sebagai dimensi esoterik pada diri manusia. Hal ini berbeda dengan aspek Fikih, khususnya pada permasalahan Taharah (kesucian) yang pada intinya memusatkan perhatian pada pembersihan aspek jasmani atau lahiriah, selanjutnya disebut faktor eksoterik. Antara kedua aspek ini dibutuhkan dimensi-dimensi penyucian yang pada akhirnya bermuara pada kesucian lahir dan batin. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan menelaah dan mengeksploitasi beberapa buku-buku, internet dan sumber-sumber lain yang relevan. Data penelitian diolah dengan analitis deskriptif dengan pola pikir induktif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pecapaian seseorang melalui Tarekat akan mampu mengetahui tentang tata cara melakukan pembersihan diri serta mengamalkannya secara benar. Dari pengetahuan ini diharapkan akan mampu menjadi seorang yang mampu mengendalikan diri saat berinteraksi dengan orang lain. Atau pada saat melakukan berbagai aktivitas dunia yang menuntut kejujuran, keikhlasan, tanggung jawab, kepercayaan dan sebagainya. Tarekat diharapkan dapat mengatasi berbagai penyimpangan moral yang mengambil bentuk seperti manipulasi, korupsi, kolusi, penyalagunaan kekuasaan dan kesempatan penindasan. Kata kunci: Tarekat, Faktor Esoterik, Faktor Eksoterik
KEKUASAAN MAMLUK DAN SUMBANGANNYA TERHADAP DUNIA ISLAM Mohammad Rozi Indrafuddin
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 3 No 1 (2023): Proceeding of the 3rd FUAD’s International Conference on Strengthening Islamic St
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinasti Mamluk memerintah di Mesir dan Suriah. Kekuatan mereka berakhir setelah penaklukan Turki Ottoman, yang kemudian membangun sebuah kerajaan baru. Penulis ingin menggambarkan bagaimana negara budak bisa menjadi penguasa yang mendapatkan legitimasi dari umat Islam. Mamluk adalah prajurit yang berasal dari para budak yang telah memeluk Islam. Seiring waktu, Mamluk menjadi kasta militer yang kuat di berbagai masyarakat Muslim. Terutama di Mesir, Suriah, Irak, dan India, Mamluk memegang kekuasaan politik dan militer. Di Mesir mereka menjadi Sultan, sementara di tempat lain, mereka memegang kekuasaan regional sebagai amir atau penguasa lokal. Dinasti ini penuh bermacam fenomena, mereka berasal dari budak dan berubah menjadi penguasa wilayah yang luas. Bukan hanya itu, para budak ini juga mampu mengalahkan negara-negara besar seperti Perancis, Portugal, dan Italia. Kesultanan Mamluk terkenal karena memukul mundur bangsa Mongol dan bertarung dengan Tentara Salib. Mamluk dianggap sebagai "penguasa nyata" dengan status sosial atas mereka yang terlahir sebagai muslim. Begitupun ketika berkuasa Mamluk turut andil dalam memberikan sumbangsih yang begitu berarti dalam sejarah peradaban Islam. Semisal dalam pendirian masjid mereka mempunyai ciri khas tertentu dalam arsitekturnya, semisal pembuatan kubah dan sebagainya. Hingga kini model-model itu masih ada dan berdiri kokoh di seantero kota Kairo. Penelitian ini menggunakan metode historis dimulai dengan mengumpulkan literatur, menyortir, dan menganalisis dan menafsirkan. Penulis melakukan historiografi pada dinamika pemerintahan dinasti Mamluk.