Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penelitian Studi Komparasi Pada Pekerjaan Beton Bertulang Antara Perencanaan Dengan Realisasi Dilapangan Serta Pengaruhnya Terhadap Biaya Arif Kurniawan Suksmono
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 20, No 2 (2019): Techno Volume 20 No.2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v20i2.5441

Abstract

Dalam masa krisis moneter seperti saat ini diharapkan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kegiatan pembangunan proyek konstruksi. Pekerjaan beton bertulang khususnya pada pekerjaan penulangan memegang peranan yang sangat penting pada suatu proyek konstruksi sehingga sangat berpengaruh terhadap biaya pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyimpangan volume tulangan yang terjadi pada pekerjaan beton bertulang antara perencanaan dengan realisasi di lapangan.Metode yang digunakan untuk mengetahui penyimpangan volume tulangan itu adalah meneliti diameter tulangan dan panjang tulangan yang terpasang di lapangan dengan yang ada dalam gambar perencanannya pada suatu proyek maka didapat volume tulangan rencana dan volume tulangan di lapangan. Dari data penelitian itu dapat diketahui penyimpangan volume tulangan antara volume tulangan yang terpasang di lapangan dengan volume rencana. Persentase penyimpangan diketahui dalam bentuk berat tulangan agar dapat mengetahui pengaruhnya terhadap biaya. Penelitian ini dilakukan pada tiga buah proyek konstruksi, dengan melakukan penelitian pada pekerjaan penulangan balok, penulangan pelat lantai, dan penulangan kolom dalam satu lantai.Dari penelitian ini didapatkan hasil penyimpangan pada diameter tulangan, rencana lebih besar dari pelaksanaan yaitu untuk P8 mm, P10 mm, P12 mm, D13 mm, D16 mm, D19 mm, D22 mm, D25 mm, berkisar antara 0.882% sampai 11.840%. Untuk panjang tulangan terdapat kecenderungan penyimpangan, panjang tulangan rencana lebih pendek dari panjang tulangan pelaksanaan yaitu berkisar antara 0.442% sampai 15.234%. Untuk berat tulangan pelaksanaan yaitu berkisar antara 1.415% sampai 7.211%. Untuk biaya tulangan riil terdapat penyimpangan, rencana lebih besar dari pelaksanaan yaitu berkisar antara 3.18% sampai 11.33%.
Analisis Volume Material Dalam Upaya Meningkatkan Keakuratan Perhitungan Dengan Building Information Modeling (BIM) Bagas Dwi Prasetyo; Arif Kurniawan Suksmono; Dewi Laras Sulastri Ningsih
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 9 No. 1 (2026): Seminar Nasional Teknik (SENATEK)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v9i1.2158

Abstract

The continuous growth of Indonesian population has directly led to an increased demand for infrastructure and public facilities, particularly in the construction sector. This development necessitates the adoption of effective and efficient construction technologies, one of which is Building Information Modeling (BIM). Within the BIM framework, the 3D modeling software Revit 2021 can be utilized to assess and analyze the accuracy of structural volume calculations compared to manual estimations made during the initial planning stage (Bill of Quantities/BOQ). Following the modeling process, the material quantity take-off results generated using Revit 2021 revealed a total concrete volume of 606.96 m, a total plain reinforcing steel weight of 48,004.41 kg, and a total deformed reinforcing steel weight of 57,749.20 kg. These findings indicate that the manually prepared BOQ showed a greater discrepancy compared to actual field implementation data (MC-100), with a percentage difference of +4.27% for concrete volume, -1.84% for plain steel volume, and +16.54% for deformed steel volume. In contrast, the calculations performed using Revit 2021 demonstrated a higher degree of accuracy. They were more closely aligned with field implementation results (MC-100), showing only +0.75% for concrete, +1.24% for plain steel, and -0.84% for deformed steel. Therefore, the use of Revit software can be considered a valuable tool in building modeling processes, offering more accurate volume calculations that better reflect real-world conditions.